Panjangnya masa krisis tak lepas dari kehadiran subvarian baru Omicron, BA.2.75 atau Centaurus.
Peneliti Global Health Security ini mengatakan, kehadiran subvarian Omicron BA.2.75 Centaurus memperpanjang durasi pandemi gelombang IV, padahal gelombang BA.4 dan BA.5 belum mencapai puncak.
BACA JUGA:
Singapura Alami Peningkatan Kasus COVID-19, Kepri Diminta Waspada
“Saat ini masih didominasi oleh BA.5 sedangkan kehadiran BA.2.75 akan berpotensi memperpanjang durasi gelombang. Sebabnya saya prediksi masa rawan atau masa krisis dari gelombang IV ini sampai Oktober,” ucap Dicky, Rabu (20/7/2022).
Dicky menyebut, lamanya masa krisis atau masa rawan COVID-19 bergantung pada penanganan virus di tanah air. (RP/KOMPAS)

















