Ahlul Tanjak Nusantara Kritisi SE Gubernur Kepri Terkait Pemilihan Tanjak Jenis Dendam Tak Sudah

- Publisher

Jumat, 29 Juli 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Irwansyah, ketua Ahlul Tanjak Nusantara. Foto: Istimewa

Irwansyah, ketua Ahlul Tanjak Nusantara. Foto: Istimewa

INIKEPRI.COM – Surat Edaran (SE) Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) tentang tertib pemakaian baju kurung melayu dan tanjak bagi pegawai di lingkungan Pemprov Kepri yang berlaku hari ini, Jumat (29/7/2022) dikritisi Ahlul Tanjak Nusantara.

Irwansyah, ketua Ahlul Tanjak Nusantara mengatakan, Pemprov Kepri kurang tepat dalam memilih jenis tanjak jenis dendam tak sudah.

BACA JUGA:

Setiap Jumat Pegawai Pemprov Kepri Kenakan Baju Kurung Melayu, Kain Sampin dan Tanjak

BACA JUGA:  Guru Honorer Tewas Gantung Diri di SMK Negeri 5 Batam

“Tanjak dendam tak sudah merupakan tanjak yang dipakai di Negeri Sembilan, Malaysia. Yang memakai tanjak dendam tak sudah adalah yang dipertuan agung kesultanan Negeri Sembilan. Jadi, tanjak ini hanya boleh dipakai oleh para sultan, bukan untuk orang umum,” katanya, Jumat (29/7/2022).

Penjelasan dari tiap-tiap tanjak dalam buku Destar Alam Melayu. Foto: Istimewa

Di Negeri Sembilan, lanjut Irwan, jenis tanjak yang dipakai oleh orang umum adalah jenis tanjak yang berbeda.

BACA JUGA:  Peduli Polusi Plastik, PLN Batam Sukseskan Program Zero Waste Warriors

“Disana, untuk orang kebanyakan, tanjak yang dipakai adalah jenis tanjak solok timbo atau tanjak kacang dua helai daun,” jelas dia.

Padahal, menurut dia, di Kepri ini banyak tanjak-tanjak yang seharusnya bisa digunakan.

“Yang jadi pokok permasalahan, padahal banyak tanjak-tanjak warisan Kepulauan Riau yang bisa digunakan. Misalnya, tanjak mahkota alam, bugis tak balik, nakhoda terong, dan semangat ugik. Itu merupakan tanjak-tanjak dengan ciri khas dan banyak dipakai di Kepulauan Riau,” jelas dia.

BACA JUGA:  Ketua DPRD Batam: Sertifikat Tanjung Banon Jadi Modal Awal Pembangunan Modern
Tanjak Jenis Bugis Tak Balik. Foto: Ahlul Tanjak Nusantara

Ahlul Tanjak Nusantara, kata dia, merasa sangat kecewa karena tidak dilibatkan Pemprov Kepri dalam pemilihan jenis tanjak ini.

Pelatihan pembuatan tanjak yang pernah di gelar di Kantor Gubernur Kepri. Foto: Istimewa

“Padahal, kita sudah dua kali menggelar kegiatan bengkel tanjak nusantara di kantor Gubernur Kepri. Janganlah sampai nilai sakral dari sebuah tanjak itu rusak karena ketidaktahuan. Jangan main ikut-ikutan. Padahal kalau tidak tahu, bisa bertanya,” tutupnya. (MIZ)

Berita Terkait

Bertepatan dengan Hari Bakti ke-55, Kepala BP Batam Raih Penghargaan Inovasi Membangun Negeri 2026
Hari Bakti ke-55, BP Batam Gaungkan Semangat “Batam Maju, Investasi Melaju”
Respons Keluhan Orang Tua, Amsakar Instruksikan Penambahan Ruang Kelas SDN 013 Sekupang
BP Batam Upayakan Hujan Turun di Waduk Lewat Operasi Modifikasi Cuaca
Amsakar Achmad Raih Penghargaan Wali Kota Pendukung Zakat Terbaik 2026
Kaveling Laut Batam Dikembalikan ke BP Batam, Amsakar Tegaskan Tata Ruang Terintegrasi
Soroti Konten TikTok @human.activity yang Dinilai Provokatif, Relawan ASLI Datangi Tim Siber Polda Kepri
Dinilai Lampaui Batas Kritik, Relawan ASLI Siapkan Laporan terhadap Akun TikTok @human.activity

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:58 WIB

Bertepatan dengan Hari Bakti ke-55, Kepala BP Batam Raih Penghargaan Inovasi Membangun Negeri 2026

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:45 WIB

Hari Bakti ke-55, BP Batam Gaungkan Semangat “Batam Maju, Investasi Melaju”

Senin, 26 Oktober 2026 - 06:33 WIB

Respons Keluhan Orang Tua, Amsakar Instruksikan Penambahan Ruang Kelas SDN 013 Sekupang

Minggu, 25 Oktober 2026 - 08:45 WIB

BP Batam Upayakan Hujan Turun di Waduk Lewat Operasi Modifikasi Cuaca

Minggu, 25 Oktober 2026 - 07:29 WIB

Amsakar Achmad Raih Penghargaan Wali Kota Pendukung Zakat Terbaik 2026

Berita Terbaru