Menempa Generasi Muda Untuk Melahirkan Negarawan

- Admin

Senin, 1 Agustus 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Amirul Khalish Manik. Foto: Istimewa

Amirul Khalish Manik. Foto: Istimewa

Ada beberapa point yang bisa kita berikan buat negeri ini:
Pertama, Moralitas yang tinggi. Generasi Muda harus tahu mana yang hak dan mana pula yang bathil. Generasi Muda harus memiliki jiwa moralitas tinggi sebagai anak bangsa. Harapannya, agar tidak ada KKN (korupsi, kolusi dan nepotisme) bila telah membaur dengan generasi tua; yang sebagian selalu setia dengan gelar tambahannya, yaitu koruptor. Generasi Muda harus menunjukkkan religius, berkhidmat pada amanah, kesetiaan terhadap negara dengan moralitas yang tinggi.

Baca Juga :  Asap, Asa dan Amsakar Achmad

Berbicara tentang moralitas pada dasarnya adalah membicarakan akhlak karena akhlak adalah parameter harga diri seseorang dalam hidupnya. Akhlak yang baik adalah kepribadian yang baik. Kepribadian yang baik adalah kemuliaan hidup yang sejati, kepribadianlah yang paling berharga pada diri seseorang. Harta yang banyak bukanlah jaminan kemuliaan hidup seseorang, karena harta adalah fitnah, maka harus berhati-hati. Lihat saja Qarun, betapa banyak hartanya, namun Allah mencapnya dalam Al-Qur’an sebagai hamba yang hina dina. Jabatan bukanlah jaminan kemuliaan hidup seseorang karena jabatan adalah juga fitnah. Betapa banyak orang cerdas, yang akhirnya diseret ke dalam tahanan.

Baca Juga :  New Normal : Sebuah Tatanan Hidup Baru Dengan Perubahan Pola Fikir

BACA JUGA:

Pancasila dari Hati dan Pikiran

Berbeda dengan akhlak yang baik, Ia adalah fitrah Allah kepada hamba-Nya karena setiap hamba dibekali untuk menjadi terhormat karena akhlaknya. Kemuliaan itu, bukan karena harta, bukan karena jabatan, bukan karena tampang dan juga bukan pada gelar akademik tapi kemuliaan itu adalah karena akhlak yang baik. Siapapun mereka dan dari manapun, yang paling mulia adalah yang paling baik akhlaknya. Akhlak yang baik adalah parameter kesempurnaan iman seseorang. Rasulullah saw bersabda: ”Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya.”(HR Tirdmizi).

Berita Terkait

Green Sukuk Semakin Populer, Tapi Kenapa Lingkungan Kita Masih Rusak?
Asap, Asa dan Amsakar Achmad
Refleksi Kartini: Emansipasi, Iman, dan Tantangan Perempuan Muslim Hari Ini
Strategi Delegitimasi Aktor Kebijakan dalam Pemerintahan Prabowo – Studi Kasus Tuduhan terhadap Sufmi Dasco Ahmad
Menerobos Rutinitas Birokrasi dengan Adab dan Etika
Kemerosotan Otak dan Pembatasan Media Sosial pada Anak
Haruskah Menderita Atas Nama Indonesia?!
1 Desember, Ditjen Imigrasi Terapkan Penerbitan E-Paspor 100 Persen

Berita Terkait

Sabtu, 5 Juli 2025 - 10:52 WIB

Green Sukuk Semakin Populer, Tapi Kenapa Lingkungan Kita Masih Rusak?

Kamis, 29 Mei 2025 - 10:28 WIB

Asap, Asa dan Amsakar Achmad

Senin, 21 April 2025 - 11:02 WIB

Refleksi Kartini: Emansipasi, Iman, dan Tantangan Perempuan Muslim Hari Ini

Selasa, 8 April 2025 - 15:25 WIB

Strategi Delegitimasi Aktor Kebijakan dalam Pemerintahan Prabowo – Studi Kasus Tuduhan terhadap Sufmi Dasco Ahmad

Selasa, 11 Maret 2025 - 02:08 WIB

Menerobos Rutinitas Birokrasi dengan Adab dan Etika

Berita Terbaru