Ada beberapa point yang bisa kita berikan buat negeri ini:
Pertama, Moralitas yang tinggi. Generasi Muda harus tahu mana yang hak dan mana pula yang bathil. Generasi Muda harus memiliki jiwa moralitas tinggi sebagai anak bangsa. Harapannya, agar tidak ada KKN (korupsi, kolusi dan nepotisme) bila telah membaur dengan generasi tua; yang sebagian selalu setia dengan gelar tambahannya, yaitu koruptor. Generasi Muda harus menunjukkkan religius, berkhidmat pada amanah, kesetiaan terhadap negara dengan moralitas yang tinggi.
Berbicara tentang moralitas pada dasarnya adalah membicarakan akhlak karena akhlak adalah parameter harga diri seseorang dalam hidupnya. Akhlak yang baik adalah kepribadian yang baik. Kepribadian yang baik adalah kemuliaan hidup yang sejati, kepribadianlah yang paling berharga pada diri seseorang. Harta yang banyak bukanlah jaminan kemuliaan hidup seseorang, karena harta adalah fitnah, maka harus berhati-hati. Lihat saja Qarun, betapa banyak hartanya, namun Allah mencapnya dalam Al-Qur’an sebagai hamba yang hina dina. Jabatan bukanlah jaminan kemuliaan hidup seseorang karena jabatan adalah juga fitnah. Betapa banyak orang cerdas, yang akhirnya diseret ke dalam tahanan.
BACA JUGA:
Pancasila dari Hati dan Pikiran
Berbeda dengan akhlak yang baik, Ia adalah fitrah Allah kepada hamba-Nya karena setiap hamba dibekali untuk menjadi terhormat karena akhlaknya. Kemuliaan itu, bukan karena harta, bukan karena jabatan, bukan karena tampang dan juga bukan pada gelar akademik tapi kemuliaan itu adalah karena akhlak yang baik. Siapapun mereka dan dari manapun, yang paling mulia adalah yang paling baik akhlaknya. Akhlak yang baik adalah parameter kesempurnaan iman seseorang. Rasulullah saw bersabda: ”Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya.”(HR Tirdmizi).
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya

















