Tiktok, Instrumen Media Sosial Baru dalam Politik

- Admin

Kamis, 4 Agustus 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. Foto: Istimewa

Ilustrasi. Foto: Istimewa

Menariknya, orangtua juga sudah mulai bergabung dan menggunakan Tiktok selama pandemi covid-19. Tiktok telah mengubah dan menghubungkan orang-orang yang baru kenal di seluruh dunia. Orangtua seperti pengguna @charlesmallet berusia 82 tahun memiliki lebih dari 4 juta pengikut. Akun ini pernah berbagi rasa terima kasihnya untuk Tiktok, dan dampak positif yang dialaminya dalam kehidupannya. Atau seperti pengguna @grandma_droniak berusia 90 tahun, dengan lebih dari 1,5 juta pengikut. Salah satu video lucu dari pakaiannya ditonton lebih dari 20 juta kali.

Baca Juga :  Manchester United Yang Belum Tentu Juara

Bahkan, politikus senior seperti mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohammad, membuat akun Tiktok untuk berkomunikasi dengan kaum muda (The Star, 5 Agustus 2020), sedangkan di Indonesia, Kementerian Komunikasi dan Informatika telah membuat akun Tiktok pada Maret 2019, dengan tujuan yang sama (The Jakarta Post, 20 Februari 2020).

Baca Juga :  Kemerosotan Otak dan Pembatasan Media Sosial pada Anak

Tiktok berpeluang jadi ruang diskusi dan wadah bagi aktivitas politik oleh negara lain di dunia, seperti kasus heboh antara pendukung K-Pop dan mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada 2020. Ratusan remaja pengguna Tiktok dan penggemar K-Pop mengatakan bertanggung jawab sebagian terhadap kegagalan kampanye Donald Trump di BOK Center, Tulsa, Okla (New York Times, 21 Juni 2020).

Baca Juga :  Pancasila dari Hati dan Pikiran

Pengguna Tiktok dan penggemar grup musik pop Korea mengklaim telah mendaftarkan ratusan ribu tiket potensial untuk kampanye Trump sebagai lelucon (prank). Setelah akun resmi kampanye Trump @TeamTrump mem-posting twit yang meminta pendukung untuk mendaftar tiket gratis menggunakan ponsel mereka pada 11 Juni, akun penggemar K-Pop mulai membagikan informasi dengan pengikut, mendorong mereka untuk mendaftar ke rapat umum, tetapi kemudian tidak muncul.

Berita Terkait

Green Sukuk Semakin Populer, Tapi Kenapa Lingkungan Kita Masih Rusak?
Asap, Asa dan Amsakar Achmad
Refleksi Kartini: Emansipasi, Iman, dan Tantangan Perempuan Muslim Hari Ini
Strategi Delegitimasi Aktor Kebijakan dalam Pemerintahan Prabowo – Studi Kasus Tuduhan terhadap Sufmi Dasco Ahmad
Menerobos Rutinitas Birokrasi dengan Adab dan Etika
Kemerosotan Otak dan Pembatasan Media Sosial pada Anak
Haruskah Menderita Atas Nama Indonesia?!
1 Desember, Ditjen Imigrasi Terapkan Penerbitan E-Paspor 100 Persen
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 5 Juli 2025 - 10:52 WIB

Green Sukuk Semakin Populer, Tapi Kenapa Lingkungan Kita Masih Rusak?

Kamis, 29 Mei 2025 - 10:28 WIB

Asap, Asa dan Amsakar Achmad

Senin, 21 April 2025 - 11:02 WIB

Refleksi Kartini: Emansipasi, Iman, dan Tantangan Perempuan Muslim Hari Ini

Selasa, 8 April 2025 - 15:25 WIB

Strategi Delegitimasi Aktor Kebijakan dalam Pemerintahan Prabowo – Studi Kasus Tuduhan terhadap Sufmi Dasco Ahmad

Selasa, 11 Maret 2025 - 02:08 WIB

Menerobos Rutinitas Birokrasi dengan Adab dan Etika

Berita Terbaru