Tiktok, Instrumen Media Sosial Baru dalam Politik

- Admin

Kamis, 4 Agustus 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. Foto: Istimewa

Ilustrasi. Foto: Istimewa

Video tersebut juga sudah mendapat 11.000 komentar dukungan pada aksi tersebut, termasuk dari pengguna Tiktok Malaysia. Konten serupa juga ada di Thailand dan Myanmar. Tiktok membantu para pengunjuk rasa dengan memperkuat aspirasi mereka yang menuntut demokrasi dan mengakhiri kepemimpinan diktator militer.

Baca Juga :  'Berdamai' dengan Rosano Adalah Keberhasilan Terbesar Rudi Selama Memimpin Batam

Studi tentang Tiktok dalam politik memang masih terbatas. Namun, Tiktok memiliki peran dalam memfasilitasi penyebaran konten isu politik serta menyebarkannya ke para pengguna Tiktok global terhadap apa yang sedang terjadi di Asia Tenggara, termasuk di Indonesia. Oleh karena itu, sudah saatnya politisi mulai melirik platform media sosial baru Tiktok ini untuk terlibat dekat dengan generasi pemilih mereka ke depan, sebelum tergerus partisipasi politik, khususnya perempuan dari kaum milenial dan gen Z.

Baca Juga :  Wanita Pisah Gegara Suami Gay, Akui Tak Pernah ‘Disentuh’

Kemudian, lembaga pemerintah juga sebaiknya mulai mempertimbangkan penggunaan platform Tiktok ini untuk terlibat berkomunikasi interaktif dengan generasi muda saat ini, asal tidak seperti platform media sosial lainnya yang hanya menjadi proses komunikasi asinkronus atau sekadar papan informasi baru yang tidak responsif.

Baca Juga :  Memahami Simbol, Lambaian Tangan Anas dan Anwar Ibrahim

Artikel ini telah tayang di: https://m.mediaindonesia.com/opini/387394/tiktok-instrumen-media-sosial-baru-dalam-politik

Berita Terkait

Green Sukuk Semakin Populer, Tapi Kenapa Lingkungan Kita Masih Rusak?
Asap, Asa dan Amsakar Achmad
Refleksi Kartini: Emansipasi, Iman, dan Tantangan Perempuan Muslim Hari Ini
Strategi Delegitimasi Aktor Kebijakan dalam Pemerintahan Prabowo – Studi Kasus Tuduhan terhadap Sufmi Dasco Ahmad
Menerobos Rutinitas Birokrasi dengan Adab dan Etika
Kemerosotan Otak dan Pembatasan Media Sosial pada Anak
Haruskah Menderita Atas Nama Indonesia?!
1 Desember, Ditjen Imigrasi Terapkan Penerbitan E-Paspor 100 Persen
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 5 Juli 2025 - 10:52 WIB

Green Sukuk Semakin Populer, Tapi Kenapa Lingkungan Kita Masih Rusak?

Kamis, 29 Mei 2025 - 10:28 WIB

Asap, Asa dan Amsakar Achmad

Senin, 21 April 2025 - 11:02 WIB

Refleksi Kartini: Emansipasi, Iman, dan Tantangan Perempuan Muslim Hari Ini

Selasa, 8 April 2025 - 15:25 WIB

Strategi Delegitimasi Aktor Kebijakan dalam Pemerintahan Prabowo – Studi Kasus Tuduhan terhadap Sufmi Dasco Ahmad

Selasa, 11 Maret 2025 - 02:08 WIB

Menerobos Rutinitas Birokrasi dengan Adab dan Etika

Berita Terbaru