Video tersebut juga sudah mendapat 11.000 komentar dukungan pada aksi tersebut, termasuk dari pengguna Tiktok Malaysia. Konten serupa juga ada di Thailand dan Myanmar. Tiktok membantu para pengunjuk rasa dengan memperkuat aspirasi mereka yang menuntut demokrasi dan mengakhiri kepemimpinan diktator militer.
Studi tentang Tiktok dalam politik memang masih terbatas. Namun, Tiktok memiliki peran dalam memfasilitasi penyebaran konten isu politik serta menyebarkannya ke para pengguna Tiktok global terhadap apa yang sedang terjadi di Asia Tenggara, termasuk di Indonesia. Oleh karena itu, sudah saatnya politisi mulai melirik platform media sosial baru Tiktok ini untuk terlibat dekat dengan generasi pemilih mereka ke depan, sebelum tergerus partisipasi politik, khususnya perempuan dari kaum milenial dan gen Z.
Kemudian, lembaga pemerintah juga sebaiknya mulai mempertimbangkan penggunaan platform Tiktok ini untuk terlibat berkomunikasi interaktif dengan generasi muda saat ini, asal tidak seperti platform media sosial lainnya yang hanya menjadi proses komunikasi asinkronus atau sekadar papan informasi baru yang tidak responsif.
Artikel ini telah tayang di: https://m.mediaindonesia.com/opini/387394/tiktok-instrumen-media-sosial-baru-dalam-politik

















