Akademisi Sebut Penindakan Praktik Perjudian Harus Dilakukan Secara Konsisten

INIKEPRI.COM – Akademisi dari Universitas Batam, Provinsi Kepulauan Riau Prof Chablullah Wibisono menyebut penindakan terhadap praktik perjudian di Indonesia khususnya di Kota Batam, Kepulauan Riau, mesti dilakukan secara konsisten dalam penegakan hukum serta pengawasan, agar upaya pemberantasan perjudian dapat terselesaikan.

“Konsistensi dalam penegakan hukum dan konsistensi dalam pengawasan sangat perlu dilakukan oleh semua pemangku kebijakan terutama bagi penegak hukum. Sudah ada perangkat hukumnya KUHP, konsistensi dari aparat hukum saja, konsistensi dari pengawas pemerintahan, DPRD umpamanya, dari komisi satu. Jika ada perjudian laporkan, karena itu tidak akan menyejahterakan masyarakat juga,” katanya dilansir dari kantor berita Negara ANTARA, Jumat (26/8).

BACA JUGA:

Jika Judi Masih Ada, Kapolri Ancam Copot Kapolda dan Kapolres

Dengan adanya pemberantasan terhadap praktik perjudian, menurut Chablullah, hal tersebut tidak dapat dilakukan hanya sekali saja, namun perlu dilakukan secara berkelanjutan.

“Makanya konsistensi setiap ada gejala perbuatan judi langsung saja, jangan sekadar hanya karena ada kasus besar itu jadi ikut-ikutan masalah judi ikut teratasi. Artinya secara kontinu berkesinambungan itu caranya. Kemaksiatan kejahatan itu akan selalu ada, jadi memang tidak bisa nanti setelah diberantas langsung hilang ya tidak ada. pasti akan muncul lagi,” ujar dia pula.

BACA JUGA:

Wow! Alvin Lim Sebut Benar Polisi Terima Uang Judi Online

Lebih lanjut ia menjelaskan, dengan letak geografis Kota Batam yang cukup strategis, pihaknya mendorong agar seluruh pemangku kebijakan serta masyarakat dapat mengoptimalkan pendapatan yang ada di daerah setempat, seperti objek wisata, wisata religi, pengiriman barang (transshipment), hingga terminal peti kemas (container port).

“Yang penting kita harus istikamah menjaga kemurnian Batam dan yang sudah diberi kelebihan sebagai letak yang strategis secara geografis itu saja dimaksimalkan, ada wisata tourism, ada wisata religi, ada transshipment, container port, kemudian bandara internasional, wisata perdagangan. Ini sudah luar biasa dibandingkan pendapatan judi-judi, karena nanti merusak rakyat kecil,” tutup Chablullah. (RBP/ANTARA)

Baca

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

3,266FansSuka
1,349PengikutMengikuti
7,350PengikutMengikuti
481PengikutMengikuti
7PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
spot_img

Berita Populer

error: Content is protected !!