Diam-Diam di Batam Ada Pabrik Chip, Laris Bak Kacang Goreng di Dunia

INIKEPRI.COM – Saat ini kebutuhan chip semikonduktor dunia terus bertumbuh dengan demand global yang meningkat sekitar tiga kali lipat dari kebutuhan sebelum pandemi.

Pandemi yang menuju endemi banyak konsumen ingin mengganti kendaraan baru dan elektronika lainnya sehingga meningkatkan permintaan.

Dengan pesatnya perkembangan perangkat telekomunikasi dan otomotif termasuk kendaraan listrik (electrical vehicle), serta digitalisasi di banyak sektor, juga semakin membuka kesempatan bagi bertumbuhnya industri semikonduktor.

BACA JUGA:

PT Infineon Dipuji Gubernur Ansar karena Buka Pemagangan untuk Putra Daerah

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso bersama rombongan Kemenko Perekonomian dan sejumlah Pemimpin Redaksi media massa nasional mengunjungi perusahaan semikonduktor pertama di Indonesia yakni PT Infineon Technologies Batam akhir pekan lalu.

PT Infineon Technologies Batam merupakan sebuah perusahaan industri asal Jerman yang bergerak di bidang semikonduktor. Perusahaan yang telah menyerap lebih kurang dari 2.000 tenaga kerja telah beroperasi sejak 6 Maret 1996 dan menjadi world leader dalam solusi semikonduktor yang membuat hidup lebih mudah, lebih aman, dan lebih hijau.

PT Infineon Technologies Batam mengedepankan solusi untuk manajemen energi yang efisien, mobilitas cerdas, dan komunikasi yang aman dan lancar, serta menghubungkan dunia nyata dan dunia digital.

Berdiri di atas lahan area seluas 83.000 m2 yang setara dengan 11 lapangan bola, PT Infineon Technologies Batam terletak di kawasan Batamindo Industrial Park, Batam, dan merupakan bagian dari segitiga pertumbuhan ekonomi Indonesia-Singapura-Malaysia. Produksinya 100% ditujukan untuk pasar ekspor, dan 95% untuk produk industri otomotif.

Pada April 2022 lalu, PT Infineon Technologies Batam melakukan ekspansi area produksi dengan pembelian real estate dari PT Unisem di Kawasan Industri Batamindo Industrial Park. Ekspansi ini dilatarbelakangi pemenuhan gap kebutuhan Integrated Circuit (IC), mengingat sejak boundaries di beberapa negara dibuka pasca pandemi Covid-19, terjadi lonjakan permintaan IC yang cukup besar, yang semula 10 juta IC/minggu menjadi 20 juta IC/minggu.

Ekspansi yang menggandakan kapasitas area produksi ini merupakan bagian dari strategi investasi jangka panjang Infineon Technologies AG dengan angka investasi berkisar 2,4 miliar Euro untuk tahun fiskal 2022.

Sebagai salah satu perusahaan di Indonesia yang ditetapkan sebagai National Lighthouse Industry 4.0, PT Infineon Technologies Batam akan menjadi role model bagi pelaku industri di sektor tersebut, serta menjadi mitra dialog Pemerintah dalam implementasi industri 4.0 di Indonesia. (DI/CNBCINDONESIA)

Baca

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

3,266FansSuka
1,349PengikutMengikuti
7,350PengikutMengikuti
481PengikutMengikuti
7PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
spot_img

Berita Populer

error: Content is protected !!