4 Ulama Kondang Ini Memilih Murtad, Siapa Saja?

- Admin

Minggu, 11 September 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. Foto: Istimewa

Ilustrasi. Foto: Istimewa

INIKEPRI.COM – Bagi persepsi publik, berpindah keyakinan adalah hal yang tabu. Padahal, tidaklah suatu kesalahan apabila ketetapan seseorang berubah termasuk dalam hal keyakinan.

Tak hanya deretan para artis, ada pula beberapa ulama yang memilih berpindah agama.

Melansir dari situs Journeytoorthodoxy, berikut empat orang ulama yang memutuskan berpindah keyakinan menjadi nasrani.

  1. Abdullah Al-Qasimi

Abdullah Al-Qasimi meninggal murtad dan bahkan tak memiliki agama kala mengembuskan napas terakhir. A-Qasimi dikenal merupakan mahasiswa teladan dan cerdas.

Ia disebut orang pertama di era modern yang menulis kritikan ilmiah terhadap Universitas Al Azhar, Mesir. Kecerdasannya ini terus terlihat dengan banyaknya buku yang ia baca dan tulis.

Baca Juga :  KRI Diponogoro-365 Ikuti Latihan Multinasional di Laut Meditrania

Al-Qasimi menulis sebuah buku berjudul “As-Shira’ Baini al-Islam wa al-Watsaniyyah”. Buku yang berarti “Peperangan antara Islam dan Pemuja Berhala” ini dipuji oleh guru-gurunya dan umat Islam di era tersebut.

Melansir Geotimes, Al-Qasimi mulai berubah menjadi sombong karena kepandaiannya. Ulama besar tersebut sering memasukkan puisi dan syair berisi pujian untuk dirinya sendiri di sampung buku yang sudah ia tulis. Rasa sombong ini sedikit demi sedikit mulai mengubah pemikiran Al-Qasimi.

Baca Juga :  Innalilahi! Pesawat Militer Jatuh dan Terbakar, 22 Taruna AU Meninggal

Parahnya, kesombongan karena kepandaian bukanlah satu-satunya penyebab permulaan perubahan diri sang ulama. Ulama kelahiran 1907 ini diketahui jatuh cinta dan menikah dengan seorang gadis ateis di Beirut.

Pada akhirnya ulama ini memang murtad dan memeluk atheisme hingga tutup usia di 1 September 1996.

  1. Imad Uddin Lahiz

Mantan ulama paling tersohor kelahiran India, Imad Uddin Lahiz ini dibesarkan di lingkungan keluarga muslim yang taat.

Imad dikenal sebagai penerjemah Al-Quran ke bahasa Urdu serta menulis beberapa tafsir. Ketertarikannya berpindah agama setelah adanya perdebatan besar di Kota Agra pada 1854.

Baca Juga :  Mau Ganti Nama, India Bakal Pakai Nama Ini

Imad pun mempelajari kehidupan seorang sufi Maulvi Safdar Ali. Sejak itu, Imad serta keluarganya memilih berpindah keyakinan.

Menurut jejak daring yang ditelusuri, sosok Imad Uddin pernah menulis buku biografi kehidupannya pada tahun 1866 serta menulis buku Tahqiq Ul Iman, sebagaimana dijabarkan dalam buku ‘Christians and Missionaries in India’ yang dieditori oleh Robert Eric Frykenberg.

Berita Terkait

Tonggak Diplomasi: Indonesia Jadi Presiden Dewan HAM PBB Tahun 2026
Kemlu Pulangkan Sembilan WNI dari Kamboja
Natal Perdana Paus Leo XIV, Serukan Perdamaian untuk Gaza
Banjir Terjang Enam Negara Bagian Malaysia, Lebih dari 9.000 Warga Mengungsi
Badai Musim Dingin Rendam Tenda Pengungsi Gaza, Ribuan Keluarga Terancam
Australia Larang Media Sosial untuk Remaja di Bawah 16 Tahun, Lebih dari Satu Juta Akun Ditutup
Ini Negara dengan Paspor Terkuat di ASEAN, Indonesia Urutan ke Berapa?
Banjir Bandang Melanda Malaysia, Lebih dari 18 Ribu Warga Dievakuasi dari Tujuh Negara Bagian

Berita Terkait

Jumat, 9 Januari 2026 - 07:54 WIB

Tonggak Diplomasi: Indonesia Jadi Presiden Dewan HAM PBB Tahun 2026

Senin, 29 Desember 2025 - 10:32 WIB

Kemlu Pulangkan Sembilan WNI dari Kamboja

Jumat, 26 Desember 2025 - 09:09 WIB

Natal Perdana Paus Leo XIV, Serukan Perdamaian untuk Gaza

Jumat, 19 Desember 2025 - 17:07 WIB

Banjir Terjang Enam Negara Bagian Malaysia, Lebih dari 9.000 Warga Mengungsi

Sabtu, 13 Desember 2025 - 06:46 WIB

Badai Musim Dingin Rendam Tenda Pengungsi Gaza, Ribuan Keluarga Terancam

Berita Terbaru