Ekonomi Indonesia Kebal Resesi

- Publisher

Selasa, 8 November 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. Foto: Istimewa

Ilustrasi. Foto: Istimewa

INIKEPRI.COM – Di tengah banjir informasi ancaman resesi dunia, data yang dilansir Badan Pusat Statistik (BPS) sungguh melegakan. Betapa tidak, BPS menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan III-2022 secara kuartal ke kuartal (quarter to quarter/qtq) 1,81 persen. Adapun bila dibandingkan secara year on year (yoy) sebesar 5,72 persen.

Adapun pertumbuhan ekonomi Indonesia berdasarkan Produk Domestik Bruto (PDB) pada kuartal III-2022 atas dasar harga berlaku Rp5.901,2 triliun dan atas dasar harga konstan Rp2.976,8 triliun. Sebagai catatan, ekonomi Indonesia tumbuh 5,44 persen (yoy) dan 3,72 persen (qtq) pada kuartal II-2022. Pada kuartal I-2022, ekonomi Indonesia tumbuh 5,01 persen (yoy) tetapi terkontraksi 0,95 persen (qtq).

Angka pertumbuhan yang dicatat BPS di kuartal III-2022, jelas di atas prediksi sejumlah lembaga ekonomi swasta dunia yang memprediksi pertumbuhan ekonomi nasional secara q to q hanya sebesar 1,66 persen.

BACA JUGA:  Perekonomian Indonesia Kembali Diakui Dunia Internasional

BACA JUGA :

Resesi Seks di Singapura, Ini Penyebab Terbarunya

Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati, menyampaikan perkiraan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III-2022 akan menembus 5,7 persen, sementara Bank Indonesia (BI) memproyeksikan pertumbuhan di atas 5,5 persen.

Dengan angka pertumbuhan sebagaimana catatan BPS, menunjukkan bahwa ekonomi Indonesia dapat dikatakan sangat tanguh. Angka tersebut juga bisa menjadi modal kuat ekonomi Indonesia menghadapi ancaman resesi dunia yang diperkirakan akan dimulai 2023 mendatang.

Data yang diungkap BPS pun meyakinkan. Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy), BPS mencatat, angka pertumbuhan triwulan III-2022 itu menyerap 4,25 juta tenaga kerja. Dengan demikian secara keseluruhan terdapat 135,3 juta orang masyarakat yang bekerja per Agustus 2022, yang meliputi pekerja penuh 92,63 juta orang atau meningkat 8,37 juta orang, pekerja paruh waktu 34,13 juta orang atau turun 1,24 juta orang, serta setengah pengangguran 8,54 juta orang atau turun 2,88 juta orang.

BACA JUGA:  Hanya di bank bjb, Nabung Bisa Bawa Pulang Cashback Menarik

“Itu berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (SAKERNAS) yang dilakukan pada Agustus 2022,” kata Kepala BPS Margo Yuwono dalam Konferensi Pers Pertumbuhan Ekonomi Triwulan III-2022 secara daring di Jakarta, Senin (07/11/2022).

Peningkatan jumlah pekerja penuh, masih kata Margo, sejalan dengan terus menguatnya perekonomian Indonesia. Sebagai informasi, yang dimaksud pekerja penuh adalah mereka yang bekerja minimal selama 35 jam seminggu, sedangkan pekerja paruh waktu adalah mereka yang bekerja kurang dari 35 jam seminggu, tetapi tidak mencari pekerjaan atau tidak bersedia menerima pekerjaan lain.

BACA JUGA:  Menko Perekonomian Optimis Indonesia Bisa Terbebas dari Resesi

Sementara setengah pengangguran adalah mereka yang bekerja kurang dari 35 jam seminggu dan masih mencari atau menerima pekerjaan tambahan.

BACA JUGA :

Tumbuh 6,03 Persen di TW III 2022, Ekonomi Kepri Tertinggi di Wilayah Sumatera

Seiring dengan pertambahan tenaga kerja, Margo mengungkapkan angkatan kerja tercatat bertambah pula sebanyak 3,57 juta orang menjadi 143,72 juta orang per Agustus 2022.

Selain itu, terdapat penurunan bukan angkatan kerja 860 ribu orang menjadi 65,7 juta orang, sehingga secara keseluruhan penduduk usia kerja bertambah 2,71 juta orang menjadi 209,42 juta orang. “Namun karena tidak semua angkatan kerja terserap, terdapat tambahan pengangguran 680 ribu orang. Dengan demikian secara keseluruhan ada 8,42 juta orang yang menganggur,” tuturnya.

Masih Berpusar di Jawa

Berita Terkait

Harga Pertamax di Batam Turun Mulai 1 Agustus 2026, Cek Daftar BBM Terbaru
Sambut HUT Ke-81 RI, PLN Batam Hadirkan Promo Tambah Daya Listrik Hanya Rp81 Ribu
Inflasi Batam Capai 4,75 Persen, Pemko Perkuat Sinergi dengan BI, Bulog, dan BPS Tekan Kenaikan Harga
Investasi Batam Tembus Rp29,89 Triliun, Serap Lebih dari 40 Ribu Tenaga Kerja pada Semester I 2026
Perry Warjiyo Mundur dari Jabatan Gubernur BI, Presiden Prabowo Resmi Terima Surat Pengunduran Diri
Amsakar Perkuat Ekonomi Kerakyatan, Bank Sumut Bergabung Salurkan Kredit Bunga 0 Persen untuk UMKM
Modernisasi TPK Batu Ampar Pangkas Biaya Logistik Batam-Shanghai hingga 50 Persen
Resmi Berlaku, Prabowo Luncurkan BBM B50: Indonesia Stop Impor Solar, Harga Biosolar Tetap Rp6.800 per Liter
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 14:07 WIB

Harga Pertamax di Batam Turun Mulai 1 Agustus 2026, Cek Daftar BBM Terbaru

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 12:00 WIB

Sambut HUT Ke-81 RI, PLN Batam Hadirkan Promo Tambah Daya Listrik Hanya Rp81 Ribu

Kamis, 30 Juli 2026 - 07:45 WIB

Inflasi Batam Capai 4,75 Persen, Pemko Perkuat Sinergi dengan BI, Bulog, dan BPS Tekan Kenaikan Harga

Rabu, 29 Juli 2026 - 07:23 WIB

Investasi Batam Tembus Rp29,89 Triliun, Serap Lebih dari 40 Ribu Tenaga Kerja pada Semester I 2026

Senin, 27 Juli 2026 - 08:00 WIB

Perry Warjiyo Mundur dari Jabatan Gubernur BI, Presiden Prabowo Resmi Terima Surat Pengunduran Diri

Berita Terbaru

100 santri Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) dari berbagai desa di Kecamatan Kundur berkumpul mengikuti Tabligh Akbar bertajuk

Tg. Balai Karimun

100 Santri TPQ Ikuti Tabligh Akbar “Kundur Menghafal Al-Qur’an”

Senin, 3 Agu 2026 - 08:45 WIB