Opu Daeng Marewah

Seperti yang diketahui, Opu Daeng Marewah bersama empat saudaranya telah berhasil membantu kerajaan-kerajaan yang membutuhkan pertolongan.
Salah satunya adalah menolong Raja Sulaiman yang saat itu adiknya di rebut oleh Sultan Abdul Jalil Rahmat Shah dari Kerajaan Siak. Atas kesuksesan tersebut, Opu Daeng Marewah diangkat sebagai Yang Dipertuan Muda I Johor-Riau atau setara dengan perdana menteri.
Setelah penobatan Sultan Sulaiman sebagai Sultan Johor-Riau, dilakukan jugalah pelantikan terhadap Opu Daeng Marewah sebagai Yang Dipertuankan Muda I. Dalam penobatan tersebut juga dilakukan sumpah setia antara Melayu dan Bugis.
Opu Daeng merewa memiliki gelar Kelana Jaya Putera dan memiliki seorang istri bernama Tun Cik Ayu. Masa jabatan Opu Daeng Marewah sebagai Yang Dipertuankan Muda I Johor-Riau dimulai 1721 M hingga 1728 Masehi. Pada tahun 1728 M Opu Daeng Merewah wafat ketika melakukan inspeksi ke Pulau Pitung dan dimakamkan di Kota Rebah, Kepulauan Riau.
Opu Daeng Celak

Seperti empat saudara yang lainnya, Opu Daeng Celak juga memiliki peran dalam membantu Sultan Sulaiman.
Atas keberhasilan beliau dan empat saudaranya dalam menyelamatkan adik Sultan Sulaiman, Beliau dinikahkan dengan adik Sultan Sulaiman yang bernama Tengku Mandak.
Setelah Opu Daeng Marewah wafat, Opu Daeng Celak diangkat menjadi Yang Dipertuankan Muda II Johor-Riau. Opu Daeng Celak merupakan panglima perang yang berani dan pandai dalam mengatur strategi sehingga disaat pemerintahan beliau daerah Johor-Riau semakin disegani.
Dibawah kepemimpinan beliau jugalah, Opu Daeng Celak memerintahkan penduduk Riau untuk menanam lada hitam dan gambir. Karena itulah pelabuhan Riau semakin maju dan ramai dikunjungi para pedagang.
Masa jabatan Opu Daeng Celak sebagai Yang Dipertuankan Muda II dimulai dari tahun 1728 M hingga 1745. Pada tahun 1745 beliau wafat dan dimakam di Kota Lama, Kepulauan Riau.
Halaman : 1 2 3 4 5 Selanjutnya

















