Rusia Tiba-tiba Bidik ‘Harta Karun’ di Laut Natuna

- Publisher

Rabu, 7 Desember 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bendera Rusia. Foto: GETTY IMAGES

Bendera Rusia. Foto: GETTY IMAGES

INIKEPRI.COM – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) angkat bicara perihal kabar Rusia yang tertarik untuk dapat mengelola “harta karun raksasa” RI di Laut Natuna, yakni Blok Gas East Natuna.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Tutuka Ariadji dilansir dari CNBCINDONESIA mengatakan, pemerintah tidak menutup diri bagi siapa saja yang tertarik untuk masuk ke pengelolaan Blok East Natuna.

BACA JUGA:  Tim Pemenangan CERMIN Kecamatan Pulau Tiga Resmi Terbentuk

“Kita buka umum, siapa saja yang tertarik, ke seluruh dunia,” ungkap Tutuka saat ditemui di Gedung Kementerian ESDM, Senin 5 Desember 2022.

Lebih lanjut, Tutuka mengatakan bahwa Kementerian ESDM saat ini masih menanti proses pengembalian Blok East Natuna dari Pertamina terlebih dahulu. Adapun setelah proses tersebut rampung, pemerintah bakal melelang ulang kembali Blok East Natuna dan memecahnya menjadi tiga wilayah kerja.

BACA JUGA:  Pastikan Kondusivitas, Bupati Natuna Bersama Forkopimda Pantau Malam Natal

“Intinya setelah pembagian selesai, kita launching buka ke internasional, terutama tiga di tengah itu ya,” katanya.

Menurut Tutuka, pengembangan Blok East Natuna menjadi penting, mengingat blok jumbo tersebut sudah mangkrak hingga puluhan tahun. Hal tersebut terjadi lantaran Blok East Natuna memiliki kandungan karbon dioksida (CO2) hingga 71%.

BACA JUGA:  Rusia Ingin Hapus Ukraina dari Peta Dunia

BACA JUGA :

Natuna jadi Pilot Project Pesawat Amphibi N 219

Artinya, dari potensi gas “raksasa” yang mencapai 222 triliun kaki kubik (TCF), hanya 46 TCF yang dapat dieksploitasi. Menurut Tutuka, pemecahan Blok East Natuna menjadi tiga wilayah kerja lantaran blok tersebut cukup luas.

Berita Terkait

Iduladha 1447 H di Natuna Kian Semarak, Raja Mustakim lewat KPDN Sponsori Pawai Obor dan Takbir
KPDN Salurkan Dua Ekor Sapi di Iduladha 1447 H, Warga Pengadah: “Sudah Beberapa Tahun Tak Dapat Daging Kurban”
Natuna Dilanda Tekanan Fiskal, Begini Strategi Cen Sui Lan Menghadapinya
Natuna Dorong Penggunaan Tas Belanja Ramah Lingkungan di Tengah Kenaikan Harga Plastik
Kejari Natuna Kawal Eksekusi 15 Tahanan ke Batam-Tanjungpinang, Tempuh Jalur Laut 30 Jam
Natuna Resmi Kantongi IPSKA dari Kemendag, Cen Sui Lan Dorong Produk Lokal Tembus Pasar Ekspor
KKP Setujui 9 Kampung Nelayan Merah Putih di Natuna, Cen Sui Lan: Dongkrak Ekonomi Warga
HUT IGTKI-PGRI ke-76, Cen Sui Lan Apresiasi Guru TK: “Mereka Memegang Peran Penting bagi Masa Depan Natuna”

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 08:10 WIB

Iduladha 1447 H di Natuna Kian Semarak, Raja Mustakim lewat KPDN Sponsori Pawai Obor dan Takbir

Rabu, 27 Mei 2026 - 16:21 WIB

KPDN Salurkan Dua Ekor Sapi di Iduladha 1447 H, Warga Pengadah: “Sudah Beberapa Tahun Tak Dapat Daging Kurban”

Senin, 25 Mei 2026 - 14:06 WIB

Natuna Dilanda Tekanan Fiskal, Begini Strategi Cen Sui Lan Menghadapinya

Senin, 25 Mei 2026 - 05:50 WIB

Natuna Dorong Penggunaan Tas Belanja Ramah Lingkungan di Tengah Kenaikan Harga Plastik

Minggu, 24 Mei 2026 - 13:03 WIB

Kejari Natuna Kawal Eksekusi 15 Tahanan ke Batam-Tanjungpinang, Tempuh Jalur Laut 30 Jam

Berita Terbaru