“East Natuna itu terdiri dari berbagai lapangan, ada yang di atas Arwana- Barakuda, di bawah D-Alpha, di bawah Paus East Natuna, tiga itu kelompok besarnya. D-alpha ini jadi masalah ini berat sekali, kompleks sekali kalau jadi satu orang tidak mau D-alphanya, konsepsinya begitu saja,” kata dia.
Sebelumnya, Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto memberikan kode bahwa investor yang ingin menggarap Blok East Natuna semakin banyak. Terbaru, Rusia kepincut untuk masuk ke Blok East Natuna melalui perusahaan migas pelat merah yakni Zarubezhneft.
Adapun sebelumnya Badan Usaha Milik Negara (BUMN) asal Malaysia, Petroliam Nasional Berhad atau Petronas, juga turut menaruh minat untuk mengembangkan Blok East Natuna ini.
BACA JUGA :
Cuaca Buruk Sebabkan Kapal Penyeberangan Rakyat di Natuna Terhenti
“Memang berminat saya kira di East Natuna banyak yang berminat dari Malaysia juga berminat. Yang Rusia mungkin hampir sama yang sekarang hampir terlibat di Blok Tuna (Zarubezhneft),” kata Dwi saat ditemui di Gedung Kementerian ESDM, Senin (5/12/2022). (RBP/CNBCINDONESIA)
Halaman : 1 2

















