Kisah Pilu Nenek Renta Sakit, Hidup Bersama Cucunya yang Lumpuh di Belakang Padang

- Publisher

Senin, 12 Desember 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Ansar saat berkunjung kerumah nenek Sri. Foto: Diskominfo Kepri

Gubernur Ansar saat berkunjung kerumah nenek Sri. Foto: Diskominfo Kepri

INIKEPRI.COM – Ada yang menarik perhatian dari perjalanan kerja Gubernur Kepri H. Ansar Ahmad saat menyerahkan bantuan honorarium kepada para mubaligh, penyuluh agama non PNS, pemuka agama tetap pada rumah ibadah se-Kecamatan Belakang Padang, Batam, Jumat 9 Desember 2022.

Berawal dari informasi yang disampaikan oleh sejumlah masyarakat di kedai kopi yang ada di Belakang Padang kepada Gunernur, bahwa ada seorang nenek bernama Sri yang sudah tua dan dalam keadaan terbaring sakit tak berdaya. Nenek tersebut tinggal bersama cucunya bernama Roni yang lumpuh akibat kecelakaan. Sepasang nenek dan cucunya ini lebih banyak menggantungkan hidup sehari-hari dari uluran tangan masyarakat sekitar.

BACA JUGA :

Gubernur Ansar Resmikan Jembatan Anak Emas Desa Marok Tua

Rasa penasaran tampak di wajah Gubernur Ansar akan kondisi nenek Sri dan Cucunya yang informasinya baru saja ia dapatkan tersebut. Tanpa berfikir panjang Gubernur Ansar pun meminta untuk diantarkan ke rumah nenek yang menjadi objek cerita.

Tidak memakan waktu lama, Gubernur Ansar bersama anggota DPRD Kepri serta beberapa kepala OPD dilingkungannya tiba di tempat tinggal si nenek.

BACA JUGA:  Itwasum Polri Sambangi Polresta Barelang, Gelar Pengawasan dan Pemeriksaan Tahap II

Tampak nenek Sri yang sudah uzur terbujur diatas tempat tidur sederhana. Seesuai dengan informasi yang diterima, nenek tersebut hanya berbaring karena usia yang sudah tua bersama cucunya yang lumpuh akibat kecelakaan.

Gubernur Ansar bersama wakil Ketua DPRD Kepri Rizki Faisal dan anggota DPRD Kepri Irwansyah ditemani oleh tokoh agama dan masyarakat setempat menjenguk dan berbincang dengan cucunya yang lumpuh.

“Si nenek ini nggak bisa bergerak dan harus ada yang mengurusi nya seperti mandi, menganti pakaian, makan dan lain-lain. Sementara dia hidup berdua bersama cucunya yang juga dalam keadaan gak bisa berbuat apa-apa karena lumpuh,” kata Gubernur Ansar dengan mimik muka prihatin.

Selama ini, berdasarkan keterangan masyarakat, nenek Sri dan Roni cucunya, hanya berharap uluran tangan warga dan masyarakat setempat untuk makan. Serta dibantu pihak Puskesmas Belakang Padang, dengan perhatian yang tentu saja kurang maksimal.

BACA JUGA:  Polda Kepri Musnahkan Barang Bukti Narkotika Jenis Sabu

Selain itu, sebelum nya nenek Sri dibantu pengurus vihara belakang Padang dengan menggaji orang kerja untuk mengurus keduanya.

Melihat kondisi nenek Sri dan cucunya ini, Gubernur Ansar pun berfikir akan lebih baik jika si nenek tinggal di rumah panti. Dengan harapan ada yang merawatnya sehari-hari.

BACA JUGA :

Azura FC Juara Turnamen Sepakbola Aliansi Pemuda Belakangpadang Cup II

Gubernur pun membujuk untuk mengajak nenek Sri untuk tinggal di Rumah Bahagia Bintan.

“Jika berkenan, disana nanti ada yang merawat dan ada yang memperhatikan setiap hari,” ujar Gubernur Ansar kepada si nenek dan cucunya.

Namun, cucunya, Roni tampak keberatan jika harus tinggal di Rumah Bahagia Bintan. Dengan halus dan lembut memohon kepada Gubernur Ansar agar mereka boleh tetap tinggal di Belakang Padang.

“Kami sangat berterima kasih atas perhatian Bapak Gubernur kepada kami. Namun izinkan kami biar tetap tinggal disini saja,” kata Roni sambil menyeka air mata. Tampak air mata nenek Sri dan cucunya mengalir tak terbendung menahan haru bercampur suka atas kehadiran gubernur Ansar di tempat tinggalnya.

BACA JUGA:  11 SMA Terbaik di Kota Batam Tahun 2022

Gubernur Ansar mengaku tidak bisa memaksa atas pilihan Roni yang memilih tetap tinggal di Belakang Padang dengan kondisi seperti itu.

Gubernur Ansar secara pribadi kemudian memberikan bantuan sejumlah uang untuk keperluan sehari-hari keduanya.

“Saya pesan agar kasur untuk tidur nenek Sri ini diganti dengan yang baru, agar lebih nyaman bagi si nenek,” pesan Gubernur.

Gubernur Ansar juga meminta kepada salah satu warga disana untuk mencarikan pembantu yang bisa mengurusi nenek Sri, dan Gubernur Ansar akan membayar gaji setiap bulannya, serta untuk keperluan makannya.

“Semoga apa yang Kita lihat ini sebagai i’tibar atau pembelajaran bagi kita semua. Agar perhatian pemerintah dan masyarakat, kita sama-sama saling peduli akan sesama. Kita juga berterima kasih kepada masyarakat setempat atas bantuan-bantuan yang selama ini telah dilakukan,” ucap Ansar. (DI)

Berita Terkait

250 WNA Digerebek di Baloi View Batam, Ratusan HP dan Laptop Diduga untuk Scamming
Sekda Batam Ingatkan Risiko Bencana di Kota Industri, RPBD Disiapkan Lebih Matang
Paskah 2026 di Batam, Amsakar–Li Claudia Ajak Warga Perkuat Solidaritas di Tengah Tantangan Kota
BP Batam Sambut Baik Kolaborasi Semarakkan Piala Dunia 2026
Pemko Batam Perketat Pengawasan Tambang Pasir di Nongsa, Jaga Lingkungan dan Tata Ruang
BP Batam Percepat Layanan Izin Lingkungan Jadi 29 Hari, Dukung Kemudahan Investasi
Iman Sutiawan: Pernyataan Li Claudia Bentuk Kepedulian, Bukan Merendahkan
Prakiraan Cuaca 4 Mei: Mayoritas Wilayah Kepri Diguyur Hujan, Waspada Petir di Batam

Berita Terkait

Rabu, 6 Mei 2026 - 09:16 WIB

250 WNA Digerebek di Baloi View Batam, Ratusan HP dan Laptop Diduga untuk Scamming

Rabu, 6 Mei 2026 - 05:48 WIB

Paskah 2026 di Batam, Amsakar–Li Claudia Ajak Warga Perkuat Solidaritas di Tengah Tantangan Kota

Selasa, 5 Mei 2026 - 19:34 WIB

BP Batam Sambut Baik Kolaborasi Semarakkan Piala Dunia 2026

Selasa, 5 Mei 2026 - 11:36 WIB

Pemko Batam Perketat Pengawasan Tambang Pasir di Nongsa, Jaga Lingkungan dan Tata Ruang

Senin, 4 Mei 2026 - 20:16 WIB

BP Batam Percepat Layanan Izin Lingkungan Jadi 29 Hari, Dukung Kemudahan Investasi

Berita Terbaru