INIKEPRI.COM – Sejumlah warga dan pedagang di Pasar Bengkong Trade Center, Bengkong Sadai, Kecamatan Bengkong, Kota Batam memprotes keras dengan keberadaan Tempat Pembuangan Sementara (TPS) sampah di wilayah setempat.
Aksi protes ini dilakukan lantaran warga dan pedagang disekitarnya merasa dirugikan dengan kehadiran tumpukan sampah yang berasal dari seluruh masyarakat yang berada di wilayah Kecamatan Bengkong.
BACA JUGA :
11 SMA Terbaik di Kota Batam Tahun 2022
“Kami minta satu minggu sampah disini harus dibersihkan. Kalau tidak, kami akan turun lagi dengan masa yang lebih besar lagi,” tegas Tokoh Masyarakat Bengkong, Kasmat, Selasa, 21 Februari 2023 usai melakukan aksi protes.
Selama keberadaan sampah disini, banyak menimbulkan kerugian bagi warga yang ada disekitarnya. Pertama, kata dia, dagangan warga disini tidak laku, lantaran aroma busuk dari sampah, kedua, setiap pagi lalulintas disini jadi macet, karena tumpukan sampah dan bak tempat sampah sudah memakan badan jalan.
“Apa pemerintah tidak kasihan dengan kami disini, selain aroma busuk yang kami cium setiap hari, lama-kelamaan bisa menimbulkan penyakit buat kami disekitar sini,” ujarnya.
Kata dia, pasca penggusuran di Sei Nayon beberapa bulan lalu, semua TPS sampah dialihkan kesini. Pihak Kecamatan waktu itu berjanji alokasi TPS sampah disini hanya 2 bulan, tapi kenyataan sudah memasuki 6 bulan TPS-TPS ini masih berada disini.
“Mana janjinya, katanya 2 bulan, tapi ini sudah 6 bulan. Padahal, pihak Kecamatan Bengkong sudah disurati oleh manajemen pasar agar TPS sampah dipindahkan, tapi mereka sepertinya tidak ada itikad baik, makanya kami lakukan aksi protes ini,” paparnya.
Bahkan, warga merasa tersinggung dengan pernyataan Camat Bengkong yang menyatakan harusnya masyarakat berterima kasih karena sampah-sampah di rumah diangkut dan dibersihkan.
BACA JUGA :
Terbaru! Jadwal Kapal Ferry Batam-Singapore dan Harga Tiketnya
“Ingat pak Camat, kami bayar setiap bulan untuk retribusi sampah, dan kewajiban pemerintah ialah mengangkut sampah yang ada di rumah kami,” ungkapnya seraya menirukan apa yang disampaikan Camat kepada warga.
Sementara itu, Camat Bengkong Fairuz Batu Bara ketika dikonfirmasi di lapangan, enggan memberikan komentar kepada awak media.
“Nanti aja ya,” singkatnya sembari meninggalkan lokasi dan masuk ke dalam mobil. (DI)

















