Namun, hal itu tak berlangsung lama karena krisis yang terjadi pada tubuh Pertamina membuat beberapa pembangunan jadi sedikit terkendala. Hal itu membuat tampuk kepemimpinan akhirnya diambil alih oleh Prof. Dr. JB Sumarlin di tahun 1976 selaku Menteri Penertiban Aparatur Pembangunan.
Dari sini beliau akhirnya mulai melakukan peninjauan dan proyek yang sebelumnya terkendala kembali dilanjutkan. Fokus utama pembangunan kota Batam di era JB Sumarlin ini ada pada transhipment facility yang meliputi jalan, ketersediaan air bersih dan sejumlah infrastruktur lainnya. Konon, pada masa itu pembangunan kembali berjalan lancar dan mulus serta dana yang dipakai berasal dari APBN atas perintah Presiden Soeharto.
BACA JUGA :
Makanan Khas Batam yang Bisa Dijadikan Oleh-oleh, Enak dan Lezat!
Pembangunan Kota Batam Berbasis Teknologi Tinggi
Tak lama setelah Prof. Dr. JB Sumarlin memimpin, kemudian tampuk pimpinan tersebut diserahkan kepada BJ. Habibie karena Presiden Soeharto sendiri menginginkan kota industri yang berbasis teknologi tinggi BJ. Habibie dinilai sanggup untuk melakukan hal tersebut.
Kepemimpinan di bawah BJ. Habibie berlangsung cukup lama dari 1978-1998. Sampai pada akhirnya tanggung jawab pembangunan kota Batam diserahkan kepada J.E Habibie. Di masa J.E Habibie, ada banyak hal yang beliau lakukan untuk kota Batam termasuk pemberantasan KKN, reformasi tambang pasir laut dan lain sebagainya.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya

















