INIKEPRI.COM – Memperingati Hari Raya Nyepi dan tahun baru saka, umat Hindu di Batam menggelar upacara kesanga dan festival ogoh-ogoh di Pura Agung Amerta Buana, Tiban Lama Batam Kepulauan Riau, Selasa 21 Maret 2023.
Dua patung Ogoh-ogoh raksasa setinggi empat meter diarak dari halaman pura menuju simpang UIB kemudian kembali ketempat semua.
Ketua Parisada Hindu Dharma Provinsi Kepulauan Riau I Wayan Catra yase mengatakan, Ogoh-ogoh sendiri merupakan budaya yang harus dilestarikan.
BACA JUGA :
Tak Hanya Umat Muslim, Puasa Juga Tradisi di Agama Lain
Ogoh-ogoh sendiri merupakan penggambaran hal-hal buruk atau antara murka dalam diri manusia yang kemudian diarak sebagi simbol penguasaan dunia.
Usai diarak, Ogoh-ogoh itu nantinya akan di bakar dan umat Hindu dapat menjalankan ibadah Nyepi dengan seimbang.
“Usai diarak nanti di bakar. Biarkan dia menguasai dunia sebentar. Karena Ogoh-ogoh ini adalah simbol dari kekuatan negatif manusia,” kata dia.
Ia menjelaskan, usai melaksanakan festival barulah umat Hindu merayakan Nyepi dengan mengedepankan empat pengendalian diri, pertama tidak boleh menyalahkan api (Amatigeni), tidak melakukan aktivitas apapun (Amatikarya), tidak boleh berpergian (amatilelungan) dan tidak menikmati hiburan (amatilanguan).
“Keempat itu punya filosofi tersendiri. Dengan tujuan untuk pembersihan diri,” kata dia. (DI)

















