Tinjau SPPG di Batam, Mendag Budi: “Semua Pasokan Lancar dan Tepat Waktu”

- Publisher

Jumat, 15 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Perdagangan RI Budi Santoso menilai pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi Kepri berjalan lancar. Foto: INIKEPRI.COM/KepriProv

Menteri Perdagangan RI Budi Santoso menilai pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi Kepri berjalan lancar. Foto: INIKEPRI.COM/KepriProv

INIKEPRI.COM – Menteri Perdagangan RI Budi Santoso menilai pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi Kepri berjalan lancar. Khusus kegiatan di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menurutnya berjalan dengan baik.

“Semua pasokan bahan makanan untuk produksi, selalu lancar dan dipasok tepat waktu,” kata Mendag Budi usai meninjau dapur SPPG MBG di Kampung Seraya Kecamatan Batu Ampar Kota Batam, Provinsi Kepri, Kamis (14/8/25).

Dalam kesempatan ini, Mendag Budi Santoso bersama Gubernur Ansar mengamati proses produksi, mulai dari persiapan bahan baku, pengolahan makanan, distribusi ke sasaran penerima manfaat, hingga memastikan makanan tersebut higienis.

Budi mengatakan, SPPG secara luas berfungsi sebagai dapur umum, sekaligus tempat produksi dan pendistribusian makanan bergizi gratis. Karenanya, SPPG haruslah memiliki standar kualitas dan kuantitas serta menjamin makanannya sehat di konsumsi.

BACA JUGA:  Lawan Petugas di Pelantikan Masyarakat Flores Nusantara, 3 Pria Ditangkap Polisi

Ia juga mengapresiasi kaberadaan MBG yang diakuinya mampu menggerakan ekosistem ekonomi, tetutama dalam memasok mata rantai pendistribusian suplay bahan baku makanan. Mulai dari protein seprti daging, telur, ikan hingga sayur-mayur.

“Kita cek tadi, semua bahan pasokan untuk produksi, selalu lancar dan dipasok tepat waktu,” katanya.

Capaian MBG Kepri 23 Persen

Sementara itu Gubernur Ansar menyampaikan bahwa capaian program MBG di Kepri telah mencapai 23 persen dari total target 516.419 orang, jauh di atas capaian nasional yang baru berada di angka 9 persen. Capain ini tidak lain karena koordinasi lintas sektor yang solid, jelasnya.

BACA JUGA:  Amsakar-Li Claudia Silaturahmi Bersama 1.106 Kader Posyandu, Apresiasi Perempuan Garda Depan Kesehatan

Diakui Gubernur, saat ini jumlah SPPG eksisting di Kepri belum sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan. Dari total kebutuhan 253 unit SPPG, baru berdiri 127 unit yang terdiri dari SPPG mandiri, usulan BGN, dan usulan BIN, sehingga masih terdapat kekurangan yang harus segera dipenuhi.

Keberadaan SPPG sangat krusial untuk memastikan distribusi makanan bergizi merata, terutama di wilayah 3T dan pulau-pulau terdepan. Sesuai karakteristik geografis Kepri, dimama dapur SPPG khusus menjadi model yang paling tepat diterapkan di daerah kepulauan seperti Kepri.

BACA JUGA:  Momentum Perbaikan Perekonomian Nasional Terus Berlanjut

Tak lupa, Gubernur Ansar juga meminta agar Pokja MBG terus berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional untuk memastikan pendirian SPPG dilakukan secara terencana dan selaras dengan kebijakan daerah. Karena kita punya potensi pangan di Kepri yang juga bisa memasok beberapa kebutuhan pangannya.

Seperti diketahui, di Kota Batam telah berdiri 26 SPPG yang melayani 89.550 anak dari total 280.252 siswa calon penerima manfaat. Jumlah tersebut tersebar di delapan kecamatan, masing – masing 2 di Sagulung, 9 di Batam Kota, 3 di Batu Aji, 4 di Sekupang, 2 di Bengkong, 3 di Nongsa, 1 di Sei Beduk, dan 2 di Batu Ampari.

Penulis : RBP

Editor : IZ

Berita Terkait

Sempat Terhenti karena Dana, 53 Dapur MBG di Batam Kini Kembali Beroperasi
Wings Air Buka Rute Langsung Batam-Pangkalpinang, Mobilitas Masyarakat Kian Mudah
Amsakar-Li Claudia Pimpin Gotong Royong Massal Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di Batam
BP Batam Jemput Bola, 11 Titik Banjir Langsung Disisir Setelah RDP DPR RI
BP Batam Kurangi Biaya Operasional Rutin, Perkuat Belanja Modal Produktif Demi Tingkatkan Pelayanan Investasi
Ranperda APBD 2025: Kekayaan Bersih Pemko Batam Capai Rp13,69 Triliun, Amsakar Beberkan Penyebabnya
Batam Bangun Jalan Baru Rp130 Miliar! Kemacetan di Batuaji hingga Bandara Bakal Berkurang, Ditarget Rampung 2029
Pemko Batam Siapkan Edaran Pembatasan Penggunaan Gawai bagi Anak, Orang Tua Diminta Lebih Waspada

Berita Terkait

Sabtu, 20 Juni 2026 - 10:15 WIB

Sempat Terhenti karena Dana, 53 Dapur MBG di Batam Kini Kembali Beroperasi

Sabtu, 20 Juni 2026 - 09:11 WIB

Wings Air Buka Rute Langsung Batam-Pangkalpinang, Mobilitas Masyarakat Kian Mudah

Jumat, 19 Juni 2026 - 18:48 WIB

BP Batam Jemput Bola, 11 Titik Banjir Langsung Disisir Setelah RDP DPR RI

Jumat, 19 Juni 2026 - 16:58 WIB

BP Batam Kurangi Biaya Operasional Rutin, Perkuat Belanja Modal Produktif Demi Tingkatkan Pelayanan Investasi

Jumat, 19 Juni 2026 - 07:36 WIB

Ranperda APBD 2025: Kekayaan Bersih Pemko Batam Capai Rp13,69 Triliun, Amsakar Beberkan Penyebabnya

Berita Terbaru