INIKEPRI.COM – DPD KNPI Kota Tanjungpinang menyoroti soal terkelupasnya cat Masjid Raya Sultan Riau Penyengat yang beberapa hari terakhir ini menjadi perhatian masyarakat “Kota Gurindam Dua Belas” tersebut.
Pasalnya, belum lama ini tepatnya pada 6 Maret 2023 lalu, Gubenur Kepulauan Riau H. Ansar Ahmad baru saja meresmikan Revitalisasi Masjid Raya Sultan Riau Penyengat dan Penataan Kawasan Pemukiman Pulau Penyengat Tahap I tersebut.
Dimas Prayoga, Ketua DPD KNPI Kota Tanjungpinang dalam keterangannya kepada INIKEPRI.COM pada Senin 17 April 2023 menduga, proyek yang menelan anggaran mencapai Rp5,8 miliar tersebut tidak sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan.
BACA JUGA :
Dimas Prayoga Pimpin KNPI Tanjungpinang Periode 2022-2025
“Dugaan kami, pengerjaan proyek tersebut tidak dilaksanakan sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan oleh Pemprov Kepri,” ujar Dimas.
Terkelupasnya cat Masjid Raya Sultan Riau Penyengat ini, lanjut Dimas, sangat disayangkan karena mendekati hari raya Idulfitri.
“DPD KNPI Kota Tanjungpinang sangat menyayangkan hal ini terjadi karena telah mendekati hari raya besar umat Islam. Masjid Penyengat yang merupakan ikon dan situs bersejarah umat Islam ini tidak bisa digunakan dengan layak dan nyaman. Terlebih, masjid baru satu bulan diserahterimakan. Kok sudah rusak?,” tanya Dimas heran.
Atas hal itu, tegas Dimas, DPD KNPI Kota Tanjungpinang meminta aparat penegak hukum untuk mengusut penyebab terkelupasnya cat Masjid Raya Sultan Riau Penyengat.
BACA JUGA :
Gubernur Ansar Resmikan Revitalisasi Pulau Penyengat Tahap Pertama
“DPD KNPI Kota Tanjungpinang meminta aparat penegak hukum untuk mengusut dan menginvestigasi terkait dugaan penyalahgunaan spesifikasi proyek yang semestinya dipakai. Kami akan mengawal persoalan ini, dan akan melaksanakan aksi bersama organisasi kepemudaan di Kota Tanjungpinang bilamana tidak ditindaklanjuti oleh pihak berwenang,” tegas Dimas.
Untuk diketahui, Pulau Penyengat yang merupakan salah satu pusat peradaban Melayu baik di bidang Bahasa maupun Kebudayaan, direvitalisasi pada Tahun 2022 dengan total anggaran Rp20,8 miliar yang terdiri dari dana APBN Rp15 miliar dan APBD Kepri sebesar Rp5,8 miliar.
Dari dana yang bersumber dari APBD Kepri Tahun 2022 sebesar Rp5,8 miliar tersebut telah selesai pekerjaan Revitalisasi Masjid Raya Sultan Riau Penyengat dengan rincian pekerjaan persiapan, kubah masjid dan rooftop menara masjid, bangunan utama masjid, tempat musafir (2 gedung), pondok istirahat, tangga, pagar keliling, tempat wudhu dan instalasi perpipaan, instalasi listrik interior masjid, instalasi listrik pagar keliling, vegetasi, multimedia, dan finishing.
(MIZ)

















