INIKEPRI.COM – Ketua Gabungan Usaha Peternakan Babi Indonesia (GUPBI) Bali I Ketut Hari Suyasa mengatakan saat ini tidak hanya di Pulau Bulan, Batam, Kepulauan Riau, saja yang terjadi kematian massal pada babi karena terjangkit virus demam babi Afrika (African Swine Fever), namun juga dialami di wilayah Sulawesi sehingga banyak babi mati karena terjangkit virus tersebut.
“(Virus) ASF hari ini tidak hanya menyerang di Pulau Bulan saja, di Sulawesi juga kita lagi terdampak ASF saat ini, dan itu jutaan terpotensi terjadi masalah,” ungkap I Ketut Hari Suyasa dikutip dari CNBC Indonesia, Selasa (9/5/2023).
Saat ini di wilayah pulau Sulawesi Tengah, kata dia, telah terjadinya kepanikan. Para peternak menjadi panic selling, lantaran babi ternak milik mereka terjangkit virus mematikan ini, sehingga mempengaruhi nilai jual produksi di tingkat masyarakat wilayah lainnya.
“Karena mereka yang di Sulawesi secara otomatis harus turunkan nilai jual agar konsumen mau ambil babi ke sana,” ujar Hari.
BACA JUGA :
Singapura Siap Buka lagi Impor Karkas Babi dari Pulau Bulan
“Daerah Gowa sepertinya sudah mulai masuk, sudah mulai terjadi letupan-letupan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Hari menyesalkan kenapa kejadian ini masih terus berlanjut hingga saat ini. Menurut dia, kejadian maraknya kematian babi karena terjangkit virus demam babi Afrika ini seharusnya tidak terjadi jika memang pemerintah serius menangani kasus ASF ini.
“Ini kan kejadian yang sudah ada sejak 2019 ya, sudah 4 tahun yang lalu loh. Artinya, kalau ada kejadian begini lagi dan terus lagi ke setiap wilayah, berarti ada komunikasi dan informasi yang tidak nyambung di masyarakat. Paling tidak ada kekurangan, baik pemerintah pusat, daerah, maupun kabupaten di dalam mengedukasi masyarakatnya terkait dengan pencegahan terhadap wabah, ini yang kita sesalkan,” ujar Hari.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

















