Tak Hanya di Batam, Kematian Massal Babi Terjadi Juga di Sini

- Publisher

Rabu, 10 Mei 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. Foto: Kementan

Ilustrasi. Foto: Kementan

Hari menerangkan bahwa begitu besar biaya yang harus ditanggung para peternak babi jika babi milik mereka terdampak wabah. Dan umumnya, kata dia, para peternak babi merupakan rakyat miskin, sehingga jika ada kematian pada satu ekor babi saja yang di mana nilai per ekornya bisa mencapai Rp 5-7 juta, nilai itu menjadi nilai yang sangat besar bagi mereka.

“Berapa besar biaya yang harus ditanggung oleh masyarakat ternak kita kalau dia terdampak wabah. Hampir semua wilayah yang peternak babi itu dominan adalah rakyat kecil. Bisa dibayangin gak jika kemudian satu ekor babi mereka hilang, yang nilainya bisa Rp 5-7 juta per ekor, kalau mereka rakyat kecil melihara.. anggap saja 10 ekor, berarti mereka menanggung kerugian hampir Rp 100 juta. Ukuran orang miskin, itu nilai yang sangat besar,” terangnya.

BACA JUGA:  IKSB Bengkong Gelar Silaturahmi Akbar dan Pagelaran Budaya 'Sumarak Rang Sumatra Barat'

Menurutnya, pemerintah masih abai di dalam upaya mereka untuk mengantisipasi penyebaran wabah yang sudah masuk ke Indonesia.

BACA JUGA :

Nilai Ekspor Babi dari Pulau Bulan Capai Rp785 M

“Yang jadi ketakutan saya, ini nanti masuk juga ke Irian Jaya (Papua), ini tambah kacau lagi, karena Sulawesi sudah, Kalimantan sudah, ya tinggal Irian Jaya saja yang masih selamat,” tutur dia.

“Bagaimana kemudian upaya pemerintah daerah ini untuk mengelola penyebaran wabah ini, maka peran penting dari pemerintah pusat untuk konsentrasi dan serius. Jangan kemudian berpikiran, babi ini diciptakan oleh Tuhan tapi diharamkan di bumi ini. Ini kan kacau urusannya. Babi ini gak ada yang ngurusin. Jujur saja, khusus babi ini kami merasa seperti di-anak-tirikan di negeri ini. Seakan-akan gak ada yang memperhatikan kami,” ujarnya.

BACA JUGA:  5-10 Persen Pekerja Migran yang Tiba di Batam Positif COVID-19

Hari memberi contoh kematian massal babi yang terjadi di daerah Bali pada beberapa tahun lalu, dia menyebut tidak ada satu pun dari pemerintahan yang menolong para peternak babi.

“Rakyat menangis, gak ada satupun kemudian yang bisa menolong kami sampai hari ini, termasuk pemerintah daerah kami sendiri. Saya mencoba meminta agar diberikan bantuan berupa bantuan bibit misalnya, sampai hari ini anggaran itu gak ada yang keluar. Cukup miris kita,” kata Hari.

Sedangkan, lanjut dia, penggerak ekonomi dari setiap wilayah yang beternak babi adalah mereka para peternak babi. “Suka gak suka, diakui tidak diakui, di Kalimantan juga mereka sebagai penggerak ekonomi, di Sulawesi juga, termasuk Sumatera, NTT, dan Bali. Walaupun Bali sangat kencang dengan pariwisata, tetapi babi di Bali bukan saja produk ekonomi bagi masyarakat Bali, tetapi juga merupakan produk budaya,” ujarnya.

BACA JUGA:  Jelang Lebaran, Tim Gabungan Lakukan Sidak Pasar dan Perusahaan Distributor

Untuk itu, para peternak babi meminta kepada pemerintah, bagaimana caranya agar kemudian wilayah yang belum terdampak oleh virus demam babi Afrika ini bisa diselamatkan. Misalnya, Manado yang masih belum terkena virus, tetapi mulai didekati oleh virus mematikan ini.

“Nah bagaimana upaya mereka, belajar lah dari Bali, harusnya begitu. Karena hanya Bali yang bisa memulihkan kondisinya secara cepat, dalam hitungan 1 tahun Bali sudah pulih lagi beternak. Yang notabene virus itu gak ada obat, gak ada vaksinnya, mortalitas 100%, daya bunuhnya 100%, kecepatan sebarannya juga 100%. Begitu hebatnya kita bisa memulihkan kondisi masyarakat kita dalam hitungan 1 tahun, kita sudah bisa beternak lagi,” tutur dia.

Berita Terkait

Batam Bangun Jalan Baru Rp130 Miliar! Kemacetan di Batuaji hingga Bandara Bakal Berkurang, Ditarget Rampung 2029
Pemko Batam Siapkan Edaran Pembatasan Penggunaan Gawai bagi Anak, Orang Tua Diminta Lebih Waspada
Tablig Akbar 1 Muharram 1448 H, Amsakar Bacakan Puisi “Jabal Uhud” di Hadapan Ribuan Jemaah
Ditpam BP Batam Resmi Berada di Bawah Koordinasi Deputi Bidang Pelayanan Umum
Putus Mata Rantai Pencurian Aset Publik dan Vandalisme, BP Batam Teken Pakta Integritas Bersama Polda Kepri dan Pelaku Usaha Scrap
Orang Tua Wajib Tahu! Ada Bantuan Pendidikan dan Seragam Gratis dari Pemko Batam
Anwar Anas Ajak Warga Batam Jaga Fasilitas Umum dan Segera Laporkan Aksi Vandalisme
Penataan UMKM Mega Legenda: BP Batam Beri Tenggat hingga Akhir Tahun

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 10:17 WIB

Batam Bangun Jalan Baru Rp130 Miliar! Kemacetan di Batuaji hingga Bandara Bakal Berkurang, Ditarget Rampung 2029

Selasa, 16 Juni 2026 - 17:06 WIB

Tablig Akbar 1 Muharram 1448 H, Amsakar Bacakan Puisi “Jabal Uhud” di Hadapan Ribuan Jemaah

Senin, 15 Juni 2026 - 17:50 WIB

Ditpam BP Batam Resmi Berada di Bawah Koordinasi Deputi Bidang Pelayanan Umum

Senin, 15 Juni 2026 - 15:03 WIB

Putus Mata Rantai Pencurian Aset Publik dan Vandalisme, BP Batam Teken Pakta Integritas Bersama Polda Kepri dan Pelaku Usaha Scrap

Senin, 15 Juni 2026 - 13:00 WIB

Orang Tua Wajib Tahu! Ada Bantuan Pendidikan dan Seragam Gratis dari Pemko Batam

Berita Terbaru