Satelit SATRIA-1 Dipastikan Diluncurkan Juni 2023

- Publisher

Rabu, 7 Juni 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Informatika (Sekjen Kominfo), Mira Tayyiba. Foto: Kemenkominfo

Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Informatika (Sekjen Kominfo), Mira Tayyiba. Foto: Kemenkominfo

INIKEPRI.COM – Satelit Republik Indonesia-1 (SATRIA-1) dipastikan akan diluncurkan ke orbitnya pada Juni 2023 dan mulai beroperasi pada triwulan keempat tahun ini.

“Satelit SATRIA-1 direncanakan akan diluncurkan pada bulan ini pada orbit 106 Bujur Timur dan akan beroperasi mulai pada Triwulan keempat tahun ini,” kata Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Informatika (Sekjen Kominfo), Mira Tayyiba, dalam keterangannya di Jakarta pada Selasa (6/6/2023).

Menurut Sekjen Mira, Satelit SATRIA-1 merupakan hasil inisiasi Kementerian Kominfo sebagai salah satu proyek strategis nasional.

BACA JUGA:  Tingkat Penetrasi Internet Indonesia di Atas Rata-Rata Global

BACA JUGA :

Viral Lafaz Allah Terekam Foto Satelit di Sawahlunto, Ternyata Bukan Hoax, Ini Videonya!

Untuk mendukung proyek itu, Kementerian Kominfo telah menyiapkan aspek komunikasi pendukung satelit berupa stasiun bumi ground segment di 11 lokasi, yakni Cikarang, Batam, Banjarmasin, Tarakan, Pontianak, Kupang, Ambon, Manado, Manokwari, Timika, dan Jayapura.

“Selanjutnya (selain aspek pendukung satelit), pemanfaatan utilitas backbone Palapa Ring adalah sebesar 45 persen dengan Service Level Agreement layanan operasional Palapa Ring sebesar 95 persen,” kata Mira Tayyiba.

BACA JUGA:  Prabowo Resmikan Ladang Migas Baru Senilai Rp9,8 Triliun: Langkah Awal Menuju Swasembada Energi

Saat ini Indonesia memiliki sembilan satelit komersial yang kini beroperasi, yang terdiri atas lima satelit nasional dan empat satelit asing, dengan total seluruh kapasitas transmisi sebesar 50 Gbps.

Satelit Satria-1 itu memiliki dimensi tingginya mencapai 6.5 meter dan usia operasionalnya sekitar 15 tahun.

Perakitan satelit Satria-1 dilakukan atas kerja sama Pemerintah Indonesia dengan Thales Alenia Space, perusahaan manufaktur satelit yang berbasis di Perancis.

BACA JUGA:  SATRIA-1 Jadi Sarana Mendukung Komunikasi Publik Pemerintah

Sedangkan untuk produksi roketnya sebagai peluncur satelit berada di Amerika Serikat. Pemerintah menggandeng Space Exploration Technologies Corporation atau SPACEX – perusahaan transportasi luar angkasa swasta Amerika Serikat yang didirikan oleh Elon Musk.

Proyek Satelit SATRIA-1 dibangun melalui skema perjanjian kerja sama pemerintah dengan badan usaha atau KPBBU. Proyek itu membutuhkan investasi senilai US$545 juta. (DI)

Berita Terkait

Lansia Belum Punya Akta Kelahiran? Ini Syarat dan Cara Mengurusnya
242 Ribu Guru PPPK Paruh Waktu Dialihkan Jadi Penuh Waktu Mulai 1 Januari 2027
Awal Puasa Ramadan 2027 Diprediksi 8 Februari, Ini Perkiraan Pemerintah dan Muhammadiyah
Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Resmi Berganti Nama Menjadi KRI Sriwijaya pada 24 September
OTT ATR/BPN, KPK Amankan Rp106,3 Miliar dan Delapan Tersangka
Tak Perlu Bolak-balik Dukcapil, Pisah KK Kini Bisa Diajukan dari HP Lewat IKD
Pindah Domisili Kini Bisa dari Ponsel, Tak Perlu Lagi Surat Pengantar RT/RW
BGN Pangkas Anggaran Rp30 Triliun, MBG 2027 Tetap Disiapkan Rp232,5 Triliun

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 08:20 WIB

Lansia Belum Punya Akta Kelahiran? Ini Syarat dan Cara Mengurusnya

Rabu, 23 September 2026 - 08:22 WIB

242 Ribu Guru PPPK Paruh Waktu Dialihkan Jadi Penuh Waktu Mulai 1 Januari 2027

Senin, 21 September 2026 - 07:33 WIB

Awal Puasa Ramadan 2027 Diprediksi 8 Februari, Ini Perkiraan Pemerintah dan Muhammadiyah

Jumat, 18 September 2026 - 11:20 WIB

Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Resmi Berganti Nama Menjadi KRI Sriwijaya pada 24 September

Rabu, 16 September 2026 - 10:00 WIB

OTT ATR/BPN, KPK Amankan Rp106,3 Miliar dan Delapan Tersangka

Berita Terbaru