Pemprov Kepri Tingkatkan Upaya Penanggulangan AIDS, Tuberkulosis dan Malaria Menuju Eliminasi 2030

- Admin

Jumat, 9 Agustus 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Riau Adi Prihantara secara resmi membuka pertemuan yang membahas penanggulangan penyakit AIDS, Tuberculosis dan Malaria (ATM) di Provinsi Kepulauan Riau yang berlangsung di Ruang Rapat Utama, Lantai lV Kantor Gubernur Kepri, Dompak, Kamis (8/8/2024). Pertemuan ini diikuti oleh seluruh pemerintah kabupaten/kota se-Provinsi Kepri baik secara daring maupun luring. Foto: Diskominfo Kepri

Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Riau Adi Prihantara secara resmi membuka pertemuan yang membahas penanggulangan penyakit AIDS, Tuberculosis dan Malaria (ATM) di Provinsi Kepulauan Riau yang berlangsung di Ruang Rapat Utama, Lantai lV Kantor Gubernur Kepri, Dompak, Kamis (8/8/2024). Pertemuan ini diikuti oleh seluruh pemerintah kabupaten/kota se-Provinsi Kepri baik secara daring maupun luring. Foto: Diskominfo Kepri

INIKEPRI.COM – Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Riau Adi Prihantara secara resmi membuka pertemuan yang membahas penanggulangan penyakit AIDS, Tuberculosis dan Malaria (ATM) di Provinsi Kepulauan Riau yang berlangsung di Ruang Rapat Utama, Lantai lV Kantor Gubernur Kepri, Dompak, Kamis (8/8/2024). Pertemuan ini diikuti oleh seluruh pemerintah kabupaten/kota se-Provinsi Kepri baik secara daring maupun luring.

Dalam setiap rapat yang dilaksanakan oleh Menteri Dalam Negeri dan Menteri Kesehatan RI di Jakarta, selalu diungkapkan keprihatinan mendalam terhadap penyebaran penyakit ATM yang merambah ke seluruh Indonesia.

Dalam himbauan Mendagri dan Menkes target yang harus dicapai pada tahun 2030 adalah menurunkan infeksi baru HIV sebesar 90 persen dibandingkan tahun 2010 dari 0,21 per 1000 penduduk menjadi 0,02 per 1000 penduduk, serta mengurangi kematian akibat AIDS sebesar 90 persen dari 7 per 100.000 menjadi <1>

Pada tahun 2030, seluruh kabupaten/kota di Indonesia diwajibkan harus mencapai eliminasi malaria, dengan insidensi turun 90 persen dan kematian akibat malaria turun 90 persen.

Baca Juga :  Dewi Ansar Apresiasi Komitmen Fohowey Internasional Perangi Kanker

Sementara itu, Pemerintah Kepri telah melakukan berbagai upaya terhadap penanggulangan penyakit ATM. Dalam penanggulangan terhadap Aids dilakukan pelaksanaan screening Viral Load di kabupaten/kota, pelaksanaan STBP (Survei Terpadu Berbasis Perilaku) di 3 kabupaten/kota dan Mobile VCT secara rutin di 3 kabupaten/kota.

Untuk penanggulangan Tuberkulosis telah dilaksanakan program-program seperti pelatihan ILTB untuk tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan kabupaten/kota, pelatihan mikroskopis tenaga laboratorium, peningkatan kapasitas program TB dan pembuatan MOU dengan berbagai instansi untuk pelaksanaan rutin screening TB.

Sementara itu, penanggulangan terhadap malaria telah dilakukan pelaksanaan MBS di Kota Tanjungpinang, Bintan, dan Lingga, pengajuan eliminasi di 2 kabupaten/kota, serta pelatihan kader malaria di 3 kabupaten/kota.

Dalam kesempatan tersebut, Program Koordinator RSSH Dinkes Kepri Tjetjep Yudiana menyampaikan bahwa Indonesia terus mengupayakan pengendalian penyakit menular hingga tahun 2024 dan eliminasi hingga tahun 2030, dengan fokus pada penyakit HIV/AIDS, Tuberkulosis dan Malaria.

Baca Juga :  Pemko Tanjungpinang Ajak Para Orang Tua Berikan Vitamin A Pada Balita

Tjetjep menjelaskan berdasarkan data HIV/AIDS tahun 2018-2022, upaya pencegahan penularan HIV belum optimal, khususnya pada perempuan, anak dan remaja. Perkiraan jumlah kasus HIV baru di Indonesia mencapai 30.000 per tahun.

Sementara data HIV/AIDS tahun 2022 menunjukkan capaian indikator 95% ODHIV mengetahui status HIV-nya baru terwujud 76%, 95% ODHIV diobati baru terwujud 41?n 95% ODHIV yang diobati mengalami supresi virus baru tercapai 16%.

“Dalam laporan WHO Global TB Report tahun 2023, Indonesia berada di peringkat kedua dunia sebagai penyumbang penderita TBC terbanyak setelah India. Estimasi insiden kasus TBC sebesar 1.060.000 kasus dan kematian 134.000,” kata Tjetjep.

Tjetjep juga menjelaskan, Provinsi Kepri menemukan bahwa angka penemuan penderita baru HIV tahun 2023 menunjukkan tren kenaikan kasus positif setiap tahunnya. Pada program Malaria, ditemukan 183 kasus tahun 2024, dengan kasus tertinggi terjadi di Kota Tanjungpinang sebanyak 179 kasus.

“Hal ini menunjukkan perlunya pemantauan dan pengendalian malaria di daerah yang telah berstatus eliminasi. Provinsi Kepulauan Riau memiliki 5 kabupaten/kota dengan status eliminasi malaria. Diharapkan kabupaten/kota lainnya dapat mempertahankan status wilayah bebas malaria dan meningkatkan kegiatan penemuan malaria baik secara aktif maupun pasif,” ujarnya.

Baca Juga :  Ansar Lobi Dua Menteri untuk Jalan Inpres di Kepri Hingga Balai Latihan Kerja

Sementara itu, Sekdaprov Adi mengharapkan dan mengajak seluruh pihak untuk bersinergi mendukung eliminasi program AIDS, Tuberkulosis dan Malaria di Provinsi Kepulauan Riau.

“Dengan upaya komprehensif dan berkesinambungan, kami yakin dan mari kita bersinergi untuk mendukung eliminasi AIDS, Tuberkulosis dan Malaria di Provinsi Kepulauan Riau. Semoga kita bisa mewujudkan Kepri Eliminasi AIDS, Tuberkulosis dan Malaria di tahun 2030 ini,” ungkapnya.

Turut hadir dalam pertemuan ini, Koordinator Monitoring dan Evaluasi SR Adinkes Caprina Runggu Hasiholan, Kepala Bappeda Kepri Misni, Kabid P2P Dinkes Kepri Raja Dina Iswanty, Kabid Pemdes Dinas PMD Bintan Sumardiyanti dan Kaban Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Tanjungpinang Riono.

Penulis : RP

Editor : IZ

Berita Terkait

Manajemen Talenta ASN Jadi Fondasi Reformasi Birokrasi Pemko Batam
BMKG Prakirakan Cuaca Tanjungpinang Relatif Stabil, Warga Tetap Diimbau Waspada Hujan Lokal
Wali Kota Lis Siapkan Program Pembenahan Pariwisata 2026
BTN Kepri Moonrun 2025: Strategi Olahraga untuk Menggerakkan Ekonomi Daerah
Posyandu 6 SPM Mulai Diterapkan di Senggarang, Wali Kota Lis: Layanan Harus Lebih Dekat dan Tepat
Bersama HIMNI, Wali Kota Lis Hadiri Syukuran Natal dan Tahun Baru
291 Personel Gabungan Disiagakan Amankan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di Tanjungpinang
Aplikasi Pantunesia Resmi Diluncurkan, Perkuat Pelestarian Pantun Melayu Berbasis Teknologi

Berita Terkait

Selasa, 13 Januari 2026 - 07:25 WIB

Manajemen Talenta ASN Jadi Fondasi Reformasi Birokrasi Pemko Batam

Sabtu, 10 Januari 2026 - 12:24 WIB

BMKG Prakirakan Cuaca Tanjungpinang Relatif Stabil, Warga Tetap Diimbau Waspada Hujan Lokal

Jumat, 2 Januari 2026 - 10:04 WIB

Wali Kota Lis Siapkan Program Pembenahan Pariwisata 2026

Minggu, 28 Desember 2025 - 10:00 WIB

BTN Kepri Moonrun 2025: Strategi Olahraga untuk Menggerakkan Ekonomi Daerah

Rabu, 24 Desember 2025 - 08:06 WIB

Posyandu 6 SPM Mulai Diterapkan di Senggarang, Wali Kota Lis: Layanan Harus Lebih Dekat dan Tepat

Berita Terbaru

TNI berhasil menyelesaikan pembangunan dua jembatan Bailey di kawasan Jamur Ujung, Kabupaten Bener Meriah, yang berada pada ruas jalan strategis Bireuen – Bener Meriah – Takengon. Foto: TNI AD

Daerah

TNI AD Rampungkan Dua Jembatan Bailey di Bener Meriah

Selasa, 13 Jan 2026 - 14:14 WIB