Akademisi Ungkap Kondisi Gizi Masyarakat Indonesia Pascakemerdekaan

- Admin

Kamis, 15 Agustus 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. Foto: Istimewa

Ilustrasi. Foto: Istimewa

INIKEPRI.COM – Akademisi Universitas Gadjah Mada (UGM) menjelaskan bagaimana keadaan Indonesia pascakemerdekaan dan bagaimana pemerintah mengambil langkah mengatasi masalah gizi.

“Kondisi masyarakat Indonesia di awal kemerdekaan cukup memprihatinkan, kemiskinan dan kelaparan masih banyak ditemukan di Jawa, tidak jarang masyarakat makannya bongkol pisang, juga ketela pohon, apa saja yang bisa dimakan di masa itu,” kata Dosen Ilmu Sejarah Universitas Gadjah Mada (UDM) Dr. Sri Margana dalam keterangan tertulis yang diterima pada Rabu (14/8/2024).

Hingga akhirnya, lanjut Sri Margana, di 1950 didirikan Lembaga Makanan Rakyat untuk membantu masyarakat mengakses makanan yang sehat.

Sri menuturkan, Pemerintah Indonesia terus berusaha meningkatkan sumber daya manusia di bidang kesehatan, mulai dari mendirikan fakultas kedokteran hingga mendapat bantuan tenaga ahli.

“Seiring berkembangnya ilmu pengetahuan dan tenaga ahli di bidang kesehatan, pemerintah Indonesia mulai menggagas pendirian pabrik susu pertama untuk atasi masalah nutrisi di masyarakat, terutama anak Indonesia,” ujar Sri MArgana.

Gusti Kanjeng Ratu Hayu – Putri Keempat Sri Sultan Hamengkubuwono X menjelaskan bahwa di 1955, Hamengkubuwono IX menyediakan lahan untuk keberadaan pabrik NV Saridele, pertimbangannya adalah saat itu Yogyakarta memiliki pasokan dan kualitas kedelai yang cukup.

Setelah beberapa tahun berjalan, Hamengkubuwono IX juga melihat bahwa prospek pabrik ini cukup baik, jadi tidak hanya lahan untuk pabrik, disediakan juga lahan untuk penanaman dan pembibitan kedelai.

Baca Juga :  Obat covid-19 Buatan RI Sudah Ada! Diproduksi Ratusan, Siap Edar ke RS

Berdirinya pabrik NV Saridele atau saat ini Sarihusada dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, petani kedelai mendapat pendapatan yang stabil sehingga berdampak positif pada ekonomi.

“Produktivitas pabrik juga sangat baik, sampai menghasilkan 300 ton susu, 100 ton di antaranya dijual langsung ke masyarakat selama 1957. Harapannya, sejak dirintis di 1954, semoga SGM dapat terus eksis dan memberikan kualitas yang terbaik dengan harga yang terjangkau”, ungkap Gusti Hayu.

Dalam mendukung akses nutrisi terbaik, Sarihusada berkomitmen untuk terus melakukan riset dan inovasi dengan tim peneliti terbaik didukung dengan fasilitas Research Center di Yogyakarta, untuk menghadirkan produk bergizi yang dibuat khusus untuk menjawab tantangan kebutuhan gizi, termasuk kekurangan Zat Besi seperti SGM Eksplor, sebagai satu-satunya susu formula dengan IronC™ – kombinasi unik Zat Besi dan Vitamin C untuk dukung penyerapan nutrisi 2x lipat. Selain pengembangan produk, Sarihusada dalam perjalanannya juga menghadirkan berbagai inisiatif dan program yang berfokus pada edukasi dan kesejahteraan masyarakat.

Corporate Communications Director Danone Indonesia Arif Mujahidin menuturkan bahwa Sarihusada memiliki jutaan alasan untuk orang tua dapat memilih produknya sebagai salah satu nutrisi untuk mendukung tumbuh kembang anak.

Sebagai merek yang telah hadir dan menemani anak Indonesia dari generasi ke generasi, Sarihusada berkomitmen untuk terus menghadirkan produk nutrisi berkualitas tinggi dengan harga terjangkau bagi masyarakat dan membawa dampak positif bagi kemajuan bangsa.

Baca Juga :  Tingkat Keparahan Akibat Bakteri Mycoplasma Pneumoniae Lebih Rendah dari COVID-19

“Selain memberikan akses terhadap produk nutrisi, kami juga berkomitmen untuk turut mendukung langkah anak untuk menjadi generasi maju. Salah satu aspek penting ialah aspek pendidikan untuk menjadikan seorang anak tumbuh menjadi sosok yang berkualitas, kompeten, dan berdaya saing tinggi,” kata Arif.

Untuk menjawab kondisi ini, lanjut Arif, pihaknya meluncurkan Program Bantuan Dana Pendidikan tingkat Sekolah Dasar (SD) untuk Anak Generasi Maju Indonesia. Program ini berupa bantuan dana pendidikan senilai Rp2 miliar untuk 70 anak di tingkat Sekolah Dasar (SD) di berbagai daerah di Indonesia dalam rangka 70 tahun Sarihusada.

Sarihusada juga mendukung pencegahan anemia dengan menghadirkan inovasi anemia screener untuk mengetahui risiko anemia pada anak yang dapat diakses melalui https://hellosehat.com/spotlight/cegah-anemia-pada-anak/ secara gratis. Disisi lain, Sarihusada juga mendukung dan menemani orang tua untuk pemenuhan nutrisi dan perkembangan stimulasi si Kecil. Sarihusada siap menjawab pertanyaan bunda selama 24 jam sehari 7 hari dalam seminggu, melalui layanan Careline yang dalam beberapa saluran seperti melalui nomor toll free di nomor 08001360360, Email, Facebook, Instagram serta Whatsapp.

Hildah Alfiani – Ibu Rumah Tangga memaparkan bagaimana perjalanannya memilih SGM sebagai susu pertumbuhan yang mendukung tumbuh kembang anaknya. “Sebagai Ibu, aku mau anakku sehat, pintar, dan berprestasi, dengan memastikan nutrisinya lengkap. Ini penting, agar tumbuh kembangnya maksimal dan terus maju. Awalnya, tahu SGM dari kakak yang merekomendasikan SGM, setelah cari tahu, ternyata nutrisinya lengkap dan anakku cocok dan suka. Karena sudah ada dari generasi ke generasi dan aku percaya bahwa SGM memang sudah teruji kualitasnya”, ungkap Hildah.

Baca Juga :  Analisis Resiko Tunjukkan Wolbachia Aman untuk Jangka Panjang

Ke depannya, Sarihusada akan terus melanjutkan misi dan komitmennya dalam memberikan akses dan menutrisi anak bangsa dari generasi ke generasi. Komitmen ini ditunjukkan melalui aksi nyata lewat inovasi dan pengembangan produk juga program dan inisiatif yang berdampak dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

Tahun ini, Sarihusada Generasi Mahardika (SGM) merayakan 70 tahun perjalanannya memberikan nutrisi terbaik untuk anak-anak Indonesia. Perjalanan ini diawali dengan berdirinya NV Saridele di 1954, sebagai jawaban atas tantangan mengalami kelaparan dan permasalahan gizi yang dialami Indonesia pasca kemerdekaan, berdirinya NV Saridele diinisiasi oleh pemerintah Indonesia dan PBB.

Seiring perkembangannya, NV Saridele berubah nama menjadi Sarihusada yang kini dikenal luas masyarakat melalui produk SGM yang terus berinovasi menghadirkan produk berkualitas tinggi dengan harga yang terjangkau. Sejak 1954 hingga hari ini, Sarihusada terus menunjukkan komitmennya untuk menutrisi anak Indonesia lewat produk yang terus berinovasi dan pengembangan program yang mengedukasi.

Penulis : RBP

Editor : IZ

Berita Terkait

Relate Banget! Ini Tanda-Tanda Halus Anda Mulai Menua
Inilah 4 Hormon Bahagia di Otak dan Cara Sederhana Memicunya
Cegah Penyakit Sejak Dini, Begini Cara Skrining Kesehatan BPJS Secara Online
Rahasia Superfood Buah Kiwi, Sahabat Sehat dan Cantik untuk Wanita
Suka Makan Durian? Ini Alasan Kolesterol Bisa Ikut Naik
Tak Takut Maag, Ini Makanan Penambah Darah yang Ramah Lambung
Manfaat Mandi Subuh, Dari Daya Tahan Tubuh hingga Kesehatan Mental
Sehat Sampai Tua Dimulai dari Sekarang, Ini Kebiasaan Sederhana yang Perlu Dijaga

Berita Terkait

Senin, 12 Januari 2026 - 08:03 WIB

Relate Banget! Ini Tanda-Tanda Halus Anda Mulai Menua

Sabtu, 10 Januari 2026 - 12:29 WIB

Inilah 4 Hormon Bahagia di Otak dan Cara Sederhana Memicunya

Sabtu, 3 Januari 2026 - 10:56 WIB

Cegah Penyakit Sejak Dini, Begini Cara Skrining Kesehatan BPJS Secara Online

Jumat, 2 Januari 2026 - 10:06 WIB

Rahasia Superfood Buah Kiwi, Sahabat Sehat dan Cantik untuk Wanita

Rabu, 31 Desember 2025 - 09:58 WIB

Suka Makan Durian? Ini Alasan Kolesterol Bisa Ikut Naik

Berita Terbaru

TNI berhasil menyelesaikan pembangunan dua jembatan Bailey di kawasan Jamur Ujung, Kabupaten Bener Meriah, yang berada pada ruas jalan strategis Bireuen – Bener Meriah – Takengon. Foto: TNI AD

Daerah

TNI AD Rampungkan Dua Jembatan Bailey di Bener Meriah

Selasa, 13 Jan 2026 - 14:14 WIB