Pencapaian 10 Tahun Era Jokowi: Stabilitas Ekonomi dan Kesejahteraan Meningkat

- Publisher

Sabtu, 17 Agustus 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Joko Widodo menyampaikan pidatonya di Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, pada Jumat, 16 Agustus 2024. Foto: BPMI Setpres/Rusman

Presiden Joko Widodo menyampaikan pidatonya di Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, pada Jumat, 16 Agustus 2024. Foto: BPMI Setpres/Rusman

INIKEPRI.COM – Presiden Joko Widodo menyoroti pencapaian luar biasa dalam pembangunan infrastruktur dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) Indonesia selama 10 tahun terakhir, dalam pidatonya di Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, pada Jumat (16/8/2024). Pidato ini juga menjadi pengantar Rancangan Undang-Undang tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2025 beserta Nota Keuangannya.

Presiden Jokowi mengawali pidatonya dengan menegaskan bahwa Indonesia telah berhasil menghadapi berbagai tantangan global, mulai dari pandemi COVID-19, ketidakstabilan geopolitik, hingga perubahan iklim. Meski menghadapi ketidakpastian yang tinggi, kondisi politik dan ekonomi Indonesia tetap stabil dan mampu tumbuh secara berkelanjutan.

“Pertumbuhan ekonomi Indonesia selalu terjaga di kisaran 5 persen, lebih tinggi dibandingkan rata-rata pertumbuhan global yang sebesar 3,4 persen,” ujar Jokowi.

BACA JUGA:  Catat! Ada Tujuh Tindak Pidana Kekerasan Seksual di RUU TPKS

Selama periode 2015-2024, Jokowi mencatat, Indonesia berhasil menciptakan 21,3 juta lapangan kerja baru, dengan rasio utang yang tetap rendah di antara negara-negara G20 dan ASEAN. “Ekspor Indonesia juga naik lebih dari 70 persen, mencapai 259 miliar dolar AS di 2023. Neraca transaksi berjalan terus menguat secara bertahap,” tambahnya.

Lebih lanjut, Presiden menyoroti bahwa neraca perdagangan Indonesia telah mencatat surplus selama 51 bulan berturut-turut. Indikator kesejahteraan masyarakat juga meningkat signifikan, ditandai dengan penurunan tingkat pengangguran dan kemiskinan.

“Tingkat pengangguran turun menjadi 4,8 persen pada 2024, sementara tingkat kemiskinan turun tajam menjadi 9,03 persen di tahun yang sama. Angka kemiskinan ekstrem juga menurun signifikan menjadi 0,83 persen,” jelas Jokowi.

BACA JUGA:  Pindah Domisili Kini Bisa dari Ponsel, Tak Perlu Lagi Surat Pengantar RT/RW

Presiden Jokowi juga menyampaikan kebanggaannya atas pencapaian dalam pembangunan infrastruktur yang berorientasi pada seluruh wilayah Indonesia. Pembangunan ini mencakup jalan tol, jalan nasional, bendungan, irigasi, pelabuhan, bandara, dan Ibu Kota Nusantara (IKN). Pembangunan infrastruktur tersebut telah berhasil menurunkan biaya logistik dan meningkatkan daya saing Indonesia di kancah global.

Di sektor SDM, Jokowi menyoroti pentingnya reformasi pendidikan dan transformasi sistem kesehatan. Program Indonesia Pintar telah memberikan akses pendidikan kepada 20 juta siswa setiap tahunnya. Selain itu, program KIP Kuliah dan Bidik Misi telah memberikan akses pendidikan tinggi kepada 1,5 juta mahasiswa.

BACA JUGA:  Aturan Baru: Dokter Boleh Praktik di Tiga Tempat, Ini Syaratnya!

Di sektor kesehatan, Jokowi mencatat penurunan angka kematian bayi dari 27 menjadi 17 per seribu kelahiran pada tahun 2023, serta penurunan prevalensi stunting dari 37,2 persen menjadi 21,5 persen di tahun yang sama. Jumlah peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) juga meningkat dari 133 juta menjadi 273 juta di tahun 2024, dengan separuhnya merupakan penerima bantuan iuran dari pemerintah.

Presiden Jokowi menegaskan pentingnya melanjutkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan untuk memastikan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia di masa mendatang.

Penulis : DI

Editor : IZ

Berita Terkait

242 Ribu Guru PPPK Paruh Waktu Dialihkan Jadi Penuh Waktu Mulai 1 Januari 2027
Awal Puasa Ramadan 2027 Diprediksi 8 Februari, Ini Perkiraan Pemerintah dan Muhammadiyah
Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Resmi Berganti Nama Menjadi KRI Sriwijaya pada 24 September
OTT ATR/BPN, KPK Amankan Rp106,3 Miliar dan Delapan Tersangka
Tak Perlu Bolak-balik Dukcapil, Pisah KK Kini Bisa Diajukan dari HP Lewat IKD
Pindah Domisili Kini Bisa dari Ponsel, Tak Perlu Lagi Surat Pengantar RT/RW
BGN Pangkas Anggaran Rp30 Triliun, MBG 2027 Tetap Disiapkan Rp232,5 Triliun
Mau Jadi Petugas Haji 2027? Ini Syarat, Jadwal Seleksi dan Perkiraan Honornya

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 08:22 WIB

242 Ribu Guru PPPK Paruh Waktu Dialihkan Jadi Penuh Waktu Mulai 1 Januari 2027

Senin, 21 September 2026 - 07:33 WIB

Awal Puasa Ramadan 2027 Diprediksi 8 Februari, Ini Perkiraan Pemerintah dan Muhammadiyah

Jumat, 18 September 2026 - 11:20 WIB

Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Resmi Berganti Nama Menjadi KRI Sriwijaya pada 24 September

Rabu, 16 September 2026 - 10:00 WIB

OTT ATR/BPN, KPK Amankan Rp106,3 Miliar dan Delapan Tersangka

Senin, 7 September 2026 - 07:15 WIB

Tak Perlu Bolak-balik Dukcapil, Pisah KK Kini Bisa Diajukan dari HP Lewat IKD

Berita Terbaru