INIKEPRI.COM – Dalam rangka memperingati Hari Cerebral Palsy (CP) se-Dunia yang dirayakan setiap tanggal 6 Oktober setiap tahun
DPP GARPU (Gerakan Restoraso Pedagang UMKM), menggelar Cerebral Palsy Gathering di Rumah Singgah ArRahman Rusli dan Firza Paloh, Marina, Sekupang, Kota Batam, pada Minggu (6/10/2024) pagi.
Kegiatan yang bertema “Berbagi Pengalaman Sesama Orang Tua Penyandang Disabilitas” ini digelar secara sederhana akan tetapi memberikan dampak psikologis yang luar biasa bagi-anak difabel atau penyandang disabilitas.
Pietra Machreza Paloh, ketua umum DPP GARPU, berharap kegiatan ini dapat memberikan semangat kepada orang tua dan anak-anak yang menyandang disabilitas.
“Hari ini bersempenaan dengan perayaan Cerebral Palsy se-Dunia, oleh karena itu kami Rumah Singgah ArRahman Rusli dan Firza Paloh dan GARPU mengadakan acara kecil-kecilan bagi mereka yang menderita disabilitas. Bagi kami, berkumpul seperti ini dapat menumbuhkan dan memberikan semangat kepada mereka,” kata ketua pemenangan DPP Partai NasDem Provinsi Kepri ini.
Selain berbagi cerita, jelas Pietra, kegiatan ini juga dimeriahkan dengan berbagai perlombaan.

“Kita juga bikin perlombaan agar semakin meriah. Seperti lomba makan kerupuk. Agar semakin terbangun rasa diantara para orang tua dan anak-anak ini,” harap dia.
Ke depan, kata Pietra lagi, Rumah Singgah ArRahman Rusli dan Firza Paloh akan membuat layanan konseling dan kesehatan bagi anak-anak istimewa ini.
“Rumah Singgah ArRahman Rusli dan Firza Paloh bersama GARPU akan hadirkan tenaga medis yang kompeten agar anak-anak ini mendapat perhatian maksimal. Semoga kegiatan ini dapat teragenda rutin nantinya,” ucap dia.
Sekilas Hari Cerebral Palsy se-Dunia
Setiap tanggal 6 Oktober diperingati sebagai Hari Cerebral Palsy Sedunia atau World Cerebral Palsy Day. Tujuannya untuk meningkatkan kepedulian terhadap penyandang Cerebral Palsy di seluruh dunia. Dilansir situs resmi World Cerebral Palsy Day, terdapat lebih dari 17 juta orang di seluruh dunia yang menderita Cerebral Palsy. Adapun 350 juta orang lainnya mempunyai hubungan dekat dengan anak-anak atau orang dewasa yang menderita Cerebral Palsy.
Cerebral Palsy adalah cacat fisik yang memengaruhi pergerakan dan postur tubuh. Banyak penderita Cerebral Palsy mempunyai kebutuhan terkait penglihatan, pendengaran, komunikasi dan mobilitas lainnya. Dampak Cerebral Palsy bisa berkisar dari kelemahan pada satu tangan, hingga hampir tidak adanya gerakan sukarela. Beberapa kecacatan kompleks yang dialami penderita Cerebral Palsy seperti : 1 dari 4 anak penderita Cerebral Palsy tidak dapat berbicara, 1 dari 4 tidak bisa berjalan, 1 dari 2 orang mempunyai disabilitas intelektual, 1 dari 4 menderita epilepsi.
Sementara itu, menurut situs Kementerian Kesehatan RI, Cerebral Palsy atau Palsi Serebral adalah suatu keadaan yang memengaruhi perkembangan kontrol otot dan gerak serta postur. Penyebabnya adalah kerusakan pada otak pada bagian yang mengontrol gerakan. Hal ini dapat terjadi dengan adanya faktor risiko masa kehamilan, saat persalinan maupun setelah lahir. Kerusakan otak dan akibat lainnya membuat mereka sulit mencapai kemampuan sesuai perkembangan normal.
Gejala lain yang mungkin menyertai penderita Cerebral Palsy misalnya kejang, perubahan perilaku dan tidur sehingga menambah keterbatasan untuk beraktivitas dan berkembang.
Penulis : RBP
Editor : IZ

















