INIKEPRI.COM – Pembangunan Jalan Segeram kembali menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Natuna. Bupati Natuna, Cen Sui Lan, meminta persoalan yang selama ini menghambat kelanjutan pembangunan jalan tersebut segera diselesaikan agar proyek strategis itu dapat kembali berjalan.
Langkah tersebut dilakukan Cen Sui Lan dengan menggelar rapat khusus bersama Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kepulauan Riau, Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum (PU), beserta jajaran pejabat utama BPJN.
Rapat tersebut turut didampingi Ketua Dewan Pembina Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TP2D) Natuna, H. Raja Mustakim.
Salah satu persoalan yang menjadi perhatian dalam pembahasan adalah kelengkapan dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) yang sebelumnya menjadi kendala dalam kelanjutan pembangunan Jalan Segeram.
Cen Sui Lan meminta jajaran Pemerintah Kabupaten Natuna tidak membiarkan persoalan administratif berlarut-larut. Ia bahkan memberikan waktu tiga hari untuk mengejar dan menuntaskan dokumen yang dibutuhkan.
“Satu per satu kegiatan besar dari Kementerian PU harus kita kawal dan pastikan dapat terlaksana dengan baik,” tegas Cen Sui Lan, Sabtu (8/8/2026).
Bagi pemerintah daerah, percepatan penyelesaian persoalan tersebut menjadi penting karena pembangunan Jalan Segeram bukan sekadar proyek fisik. Jalan tersebut diharapkan mampu memperkuat konektivitas sekaligus membuka akses masyarakat di wilayah yang selama ini membutuhkan dukungan infrastruktur yang lebih baik.
Cen Sui Lan juga meminta seluruh program BPJN yang berada di Kabupaten Natuna dipersiapkan dengan memenuhi Readiness Criteria (RC). Kelengkapan tersebut dinilai penting agar berbagai program pembangunan dapat direalisasikan tanpa kembali tersendat oleh persoalan administratif maupun teknis.
Tidak hanya meminta jajaran bekerja lebih cepat, Bupati juga menegaskan dirinya akan mengikuti langsung perkembangan setiap program.
Koordinasi dengan pemerintah pusat dan jajaran BPJN akan terus diperkuat untuk memastikan berbagai rencana pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan di Natuna dapat direalisasikan secara bertahap.
Bagi Natuna yang berada di wilayah perbatasan, pembangunan konektivitas memiliki arti strategis. Infrastruktur jalan yang semakin baik bukan hanya memperpendek jarak antarkawasan, tetapi juga mempermudah mobilitas masyarakat, memperlancar aktivitas ekonomi, serta membuka akses terhadap berbagai layanan dasar.
Karena itu, penyelesaian persoalan Jalan Segeram kini menjadi salah satu pekerjaan yang terus dikawal Pemerintah Kabupaten Natuna agar rencana pembangunan tidak berhenti pada dokumen, tetapi benar-benar hadir dan dirasakan masyarakat.
Penulis : DI
Editor : IZ

















