Kemenkes Luncurkan Proram Percepat Penanggulangan HIV/AIDS

- Admin

Jumat, 29 November 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah meluncurkan sejumlah program untuk mempercepat penanggulangan HIV/AIDS. Foto: Kemenkes

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah meluncurkan sejumlah program untuk mempercepat penanggulangan HIV/AIDS. Foto: Kemenkes

INIKEPRI.COM – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah meluncurkan sejumlah program untuk mempercepat penanggulangan HIV/AIDS.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kemenkes Ina Agustina untuk mengejar target 95-95-95 pada 2030, Kemenkes memprioritaskan inovasi seperti skrining mandiri, pengobatan di hari yang sama (Sameday ART), dan integrasi layanan berbasis komunitas.

Stigma masih menjadi tantangan signifikan. Data menunjukkan 53 persen ODHIV tidak mengetahui adanya perlindungan hukum atas hak mereka, membuat banyak dari mereka ragu mengakses layanan kesehatan.

“Penting bagi kita untuk membangun pendekatan berbasis hak yang menghapus stigma dan diskriminasi. Semua orang berhak atas layanan kesehatan yang setara,” kata Ina pada Kamis (29/11/2024).

Program percepat penanggulangan HIV/AIDS di Indonesia antara lain peetama, penjangkauan berbasis komunitas untuk populasi kunci. Kedua, Sameday ART, tes dan pengobatan HIV dalam satu hari.

Baca Juga :  Alamak! Flu Babi Jenis Baru Muncul di China. Potensi Jadi Pandemi

Ketiga, PrEP (Profilaksis Pra-pajanan) untuk mencegah infeksi di populasi kunci. Keempat, Layanan terintegrasi TB-HIV dan pemberian ARV multi-bulan. Kelima, Sistem Informasi SIHA 2.1, guna memantau data individu.

Meskipun upaya penanggulangan HIV/AIDS menunjukkan kemajuan, tantangan tetap besar. Ina melaporkan bahwa 35 persen infeksi baru ditemukan pada kelompok lelaki yang berhubungan seks dengan lelaki (LSL), dan 28 persen dari pasangan ODHIV.

“Namun, hanya 64 persen ODHIV yang menerima terapi antiretroviral (ARV), dan baru 49 persen mencapai supresi viral,” kata Ina.

Baca Juga :  Kemenkes Bicara Kasus Kematian COVID-19 Diduga Pasien JN.1 di Batam

Plt. Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Yudhi Pramono menegaskan bahwa peringatan Hari AIDS Sedunia menjadi momentum untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam mencapai Akhiri AIDS pada 2030.

Ia juga mengatakan bahwa ini bukan hanya tugas pemerintah, tetapi gerakan kolektif untuk menciptakan layanan kesehatan inklusif yang menghormati hak asasi manusia.

“Dengan langkah bersama, kita bisa menekan angka infeksi baru, meniadakan kematian terkait AIDS, dan meningkatkan kualitas hidup orang dengan HIV (ODHIV),” kata Yudhi.

UNAIDS Country Director Dr. Muhammad Saleem mengingatkan bahwa stigma dan diskriminasi adalah hambatan besar di Asia Pasifik, termasuk Indonesia.

“Hari AIDS Sedunia ini menjadi momen refleksi global untuk menghapus stigma dan mempromosikan akses layanan kesehatan yang adil bagi semua,” kata Dr. Saleem.

Baca Juga :  Skrining Langkah Awal Deteksi Kanker Serviks

Peringatan Hari AIDS Sedunia bukan hanya seremoni tahunan, tetapi seruan aksi nyata. Dengan pendekatan kolaboratif lintas sektor, Akhiri AIDS pada 2030 bukan sekadar harapan, tetapi tujuan yang bisa dicapai bersama.

Tema global tahun ini, “Take the Rights Path”, sejalan dengan upaya Indonesia untuk memastikan akses layanan kesehatan yang inklusif bagi semua kelompok rentan.

Peringatan Hari AIDS Sedunia 2024 mengusung tema besar “Hak Setara untuk Semua, Bersama Kita Bisa”. Pesan kuat ini kembali disuarakan sebagai pengingat untuk mengakhiri stigma, diskriminasi, dan ketidaksetaraan dalam penanganan HIV/AIDS di Indonesia.

Penulis : RBP

Editor : IZ

Berita Terkait

Ingin Bakar Lemak? Jalan Kaki Ternyata Bisa Lebih Unggul dari Lari
Relate Banget! Ini Tanda-Tanda Halus Anda Mulai Menua
Inilah 4 Hormon Bahagia di Otak dan Cara Sederhana Memicunya
Cegah Penyakit Sejak Dini, Begini Cara Skrining Kesehatan BPJS Secara Online
Rahasia Superfood Buah Kiwi, Sahabat Sehat dan Cantik untuk Wanita
Suka Makan Durian? Ini Alasan Kolesterol Bisa Ikut Naik
Tak Takut Maag, Ini Makanan Penambah Darah yang Ramah Lambung
Manfaat Mandi Subuh, Dari Daya Tahan Tubuh hingga Kesehatan Mental

Berita Terkait

Rabu, 14 Januari 2026 - 07:47 WIB

Ingin Bakar Lemak? Jalan Kaki Ternyata Bisa Lebih Unggul dari Lari

Senin, 12 Januari 2026 - 08:03 WIB

Relate Banget! Ini Tanda-Tanda Halus Anda Mulai Menua

Sabtu, 10 Januari 2026 - 12:29 WIB

Inilah 4 Hormon Bahagia di Otak dan Cara Sederhana Memicunya

Sabtu, 3 Januari 2026 - 10:56 WIB

Cegah Penyakit Sejak Dini, Begini Cara Skrining Kesehatan BPJS Secara Online

Jumat, 2 Januari 2026 - 10:06 WIB

Rahasia Superfood Buah Kiwi, Sahabat Sehat dan Cantik untuk Wanita

Berita Terbaru

TNI berhasil menyelesaikan pembangunan dua jembatan Bailey di kawasan Jamur Ujung, Kabupaten Bener Meriah, yang berada pada ruas jalan strategis Bireuen – Bener Meriah – Takengon. Foto: TNI AD

Daerah

TNI AD Rampungkan Dua Jembatan Bailey di Bener Meriah

Selasa, 13 Jan 2026 - 14:14 WIB