Ekonomi Stabil, Pariwisata Kepri Tetap Unggul di Tengah Tantangan Inflasi

- Publisher

Selasa, 3 Desember 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Riau mencatat sejumlah perkembangan ekonomi dan pariwisata di Provinsi Kepulauan Riau pada bulan November 2024. Dalam konferensi persnya di Kantor BPS Kepri, Senin (2/12). Kepala BPS Kepri Margaretha Ari Anggorowati memaparkan data terkini mengenai Indeks Harga Konsumen (IHK), Nilai Tukar Petani (NTP), transportasi dan pariwisata. Foto: Diskominfo Kepri

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Riau mencatat sejumlah perkembangan ekonomi dan pariwisata di Provinsi Kepulauan Riau pada bulan November 2024. Dalam konferensi persnya di Kantor BPS Kepri, Senin (2/12). Kepala BPS Kepri Margaretha Ari Anggorowati memaparkan data terkini mengenai Indeks Harga Konsumen (IHK), Nilai Tukar Petani (NTP), transportasi dan pariwisata. Foto: Diskominfo Kepri

INIKEPRI.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Riau mencatat sejumlah perkembangan ekonomi dan pariwisata di Provinsi Kepulauan Riau pada bulan November 2024. Dalam konferensi persnya di Kantor BPS Kepri, Senin (2/12). Kepala BPS Kepri Margaretha Ari Anggorowati memaparkan data terkini mengenai Indeks Harga Konsumen (IHK), Nilai Tukar Petani (NTP), transportasi dan pariwisata.

Margaretha Ari menyampaikan bahwa pada November 2024, Provinsi Kepulauan Riau mengalami inflasi year on year (y-on-y) sebesar 1,89 persen dengan IHK mencapai 106,63. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Batam sebesar 2,04 persen (IHK 106,98), sedangkan inflasi terendah tercatat di Kota Tanjungpinang sebesar 0,97 persen (IHK 105,00). Kabupaten Karimun mencatat inflasi sebesar 1,75 persen dengan IHK 105,74.

Margaretha Ari menjeskan kenaikan harga pada delapan kelompok pengeluaran menjadi pemicu inflasi y-on-y ini, di antaranya, kelompok makanan, minuman dan tembakau naik sebesar 1,37 persen, kelompok pakaian dan alas kaki mengalami kenaikan sebesar 2,51 persen, Kesehatan naik sebesar 4,24 persen, Perawatan pribadi dan jasa lainnya naik sebesar 8,57 persen dan Perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga naik sebesar 2,68 persen.

BACA JUGA:  Opick Akan Meriahkan Penutupan STQH XI Kepri 2025

Kemudian, kelompok transportasi naik sebesar 2,27 persen, kelompok rekreasi, olahraga dan budaya naik sebesar 0,44 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman restoran naik sebesar 1,41 persen, serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya naik sebesar 8,57 persen.

Sebaliknya, ada tiga kelompok pengeluaran mengalami penurunan, yakni, Pendidikan turun sebesar 1,84 persen, Informasi, komunikasi dan jasa keuangan turun sebesar 0,09 persen dan Perlengkapan rumah tangga turun sebesar 0,14 persen.

Selain inflasi year on year, Margaretha Ari juga mengatakan Inflasi month to month (m-to-m) pada November 2024 tercatat sebesar 0,24 persen, naik dari IHK 106,38 pada Oktober 2024 menjadi 106,63. Sementara itu, inflasi year to date (y-to-d) mencapai 1,41 persen.

BACA JUGA:  Sepuluh Tahun Terakhir, PDRB Kepri Melonjak dari Rp199 Triliun ke Rp381 Triliun

Pada kesempatan yang sama, BPS Kepri juga mengumumkan Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Kepulauan Riau tercatat sebesar 103,72, turun 0,04 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) tercatat sebesar 104,00, turun 0,05 persen.

BPS Kepri juga mencatat adanya penurunan jumlah penumpang angkutan udara dan laut pada Oktober 2024, tercatat terdapat 164.273 orang menggunakan angkutan udara domestik turun 4,80 persen dan terdapat 322.236 orang menggunakan angkutan laut domestik, turun 2,38 persen.

Sedangkan volume bagasi dan barang domestik angkutan udara juga turun 2,53 persen, dari 2.347,41 ton pada September menjadi 2.288,08 ton pada Oktober.

BACA JUGA:  Jumlah Penerima Manfaat MBG di Kepri Berjumlah 516.149 Orang

Di sektor pariwisata, tercatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Kepulauan Riau mencapai 137.999 pada Oktober 2024, turun 3,66 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Namun, angka ini meningkat 29,68 persen dibandingkan Oktober 2023.

Sementara itu, periode Januari-Oktober 2024, jumlah perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) tercatat sebanyak 2.838.778 wisatawan, naik 54,01 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Dengan tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang mencapai 55,66 persen, naik 1,60 poin dibandingkan bulan September 2024.

Margaretha Ari menjelaskan bahwa data November 2024 menunjukkan stabilitas ekonomi Provinsi Kepulauan Riau dengan tingkat inflasi yang terkendali meskipun beberapa sektor mengalami penurunan.

“Pariwisata tetap menjadi sektor unggulan dengan peningkatan kunjungan wisatawan nusantara yang signifikan, mendukung pemulihan ekonomi daerah,” tutupnya.

Penulis : RBP

Editor : IZ

Berita Terkait

Batam-Singapura Makin Erat, Amsakar Dorong Investasi hingga Pariwisata
Bidik Investasi Jepang, BP Batam Jalin Sinergi dengan KBRI, IIPC dan BNI Tokyo
BMKG Prediksi Kepri Cerah Berawan, Natuna dan Anambas Paling Panas Hari Ini
Cen Sui Lan Benahi Bansos Natuna, Data Penerima Diperbarui Setiap Bulan
Dari Pasar Jodoh hingga Reklamasi, Amsakar Hadapi Langsung Sorotan Mahasiswa
Cen Sui Lan Tekankan Uang Desa Harus Kembali kepada Masyarakat
Amsakar Tanamkan “Rasa Ber-Kita”, Pemko dan BP Batam Diminta Bergerak sebagai Satu Kesatuan
Duel Ekshibisi di Natuna: Dua Kades Takluk, Rekor Apollo Raja Mustakim Berlanjut
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 09:34 WIB

Batam-Singapura Makin Erat, Amsakar Dorong Investasi hingga Pariwisata

Jumat, 4 September 2026 - 08:38 WIB

Bidik Investasi Jepang, BP Batam Jalin Sinergi dengan KBRI, IIPC dan BNI Tokyo

Kamis, 3 September 2026 - 07:16 WIB

BMKG Prediksi Kepri Cerah Berawan, Natuna dan Anambas Paling Panas Hari Ini

Kamis, 3 September 2026 - 07:05 WIB

Cen Sui Lan Benahi Bansos Natuna, Data Penerima Diperbarui Setiap Bulan

Rabu, 2 September 2026 - 13:34 WIB

Cen Sui Lan Tekankan Uang Desa Harus Kembali kepada Masyarakat

Berita Terbaru