Sepuluh Tahun Terakhir, PDRB Kepri Melonjak dari Rp199 Triliun ke Rp381 Triliun

- Publisher

Senin, 23 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. Foto: Istimewa

Ilustrasi. Foto: Istimewa

INIKEPRI.COM – Badan Pusat Statistik Provinsi Kepulauan Riau menyebut nilai tambah ekonomi atau Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) daerah tersebut meningkat dua kali lipat dalam kurun waktu 2015 hingga 2025.

Kepala BPS Kepulauan Riau Toto Haryanto Silitonga mengatakan, pertumbuhan tersebut menunjukkan ketahanan ekonomi daerah meskipun sempat tertekan pandemi COVID-19 pada 2020.

“Dalam satu dekade, PDRB atau nilai tambah ekonomi Kepri naik dua kali lipat, meski sempat turun pada 2020 akibat COVID-19, tetapi berhasil pulih bahkan terus meningkat sampai saat ini,” ujarnya, Minggu (22/2/2026).

BACA JUGA:  Jumlah Penduduk Miskin di Kepri Turun, Berkurang 4,2 Ribu

Nilai PDRB Meningkat Signifikan

BPS mencatat pada 2015 nilai PDRB Kepulauan Riau sebesar Rp199,578 triliun. Sepuluh tahun kemudian, tepatnya pada 2025, angkanya meningkat menjadi Rp381,74 triliun.

Kenaikan tersebut mencerminkan pertumbuhan aktivitas ekonomi yang konsisten, seiring menguatnya sektor industri, perdagangan, dan jasa.

Tiga Sektor Utama Penggerak Ekonomi

Menurut Toto, terdapat tiga struktur utama yang menopang pertumbuhan ekonomi Kepulauan Riau selama satu dekade terakhir:

Industri Pengolahan
Menjadi tulang punggung ekonomi dengan kontribusi terbesar.
Pada 2015 sektor ini bernilai Rp74,97 triliun atau sekitar 40 persen PDRB, lalu meningkat menjadi Rp158,69 triliun atau 41 persen pada 2025.

BACA JUGA:  Gubernur Ansar Kukuhkan Toto Haryanto Silitonga sebagai Kepala BPS Kepri

Perdagangan
Aktivitas distribusi dan konsumsi meningkat tajam, dari Rp15,42 triliun pada 2015 menjadi Rp35,97 triliun pada 2025 atau tumbuh lebih dari 100 persen.

Akomodasi dan Makan-Minim
Sektor yang erat dengan pariwisata ini juga mengalami kenaikan dari Rp3,95 triliun pada 2015 menjadi Rp6,98 triliun pada 2025, didorong pemulihan sektor jasa pascapandemi.

BACA JUGA:  Alasan Pemprov Kepri Menyediakan Rumah Singgah dengan Pelayanan Gratis untuk Masyarakat

Struktur Ekonomi Semakin Beragam

Toto menegaskan bahwa ekonomi Kepulauan Riau kini tidak hanya bertumpu pada industri pengolahan, tetapi juga semakin ditopang perdagangan, jasa akomodasi, serta sektor konstruksi yang terus berkembang.

“Struktur ekonomi Kepri tidak hanya bertumpu pada industri pengolahan, tetapi juga didukung perdagangan, akomodasi, termasuk konstruksi,” katanya.

Pertumbuhan tersebut menunjukkan transformasi ekonomi daerah yang semakin beragam sekaligus memperkuat daya tahan Kepri dalam menghadapi dinamika ekonomi global.

Penulis : RP

Editor : IZ

Berita Terkait

Perayaan 311 Tahun Nguan Thian Sian Tih Senggarang, Simbol Harmoni Budaya di Tanjungpinang
“Kami Tidak Minta Gratis, Kami Minta Wajar”: Jeritan Natuna Soal Tiket Pesawat
Hadiri Tabligh Akbar AGPAII, Amsakar: Guru Agama Kunci Pembentukan Karakter
Dikembangkan Terintegrasi, Tanjung Banon Siap Jadi Magnet Investasi di Batam
Ikuti Arahan Pusat, Natuna Kaji Penerapan WFH untuk ASN, Cen Sui Lan: Pelayanan Publik Tak Boleh Terganggu
Prakiraan Cuaca Kepri 18 April: Hujan Ringan Masih Mengintai
Diskominfo Batam Tegaskan Proses Kerja Sama Media 2026 Transparan dan Berjalan Normal
KPDN dan Raja Mustakim Hadir untuk Sintia Bella, Bantuan Capai Rp10 Juta

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 14:50 WIB

Perayaan 311 Tahun Nguan Thian Sian Tih Senggarang, Simbol Harmoni Budaya di Tanjungpinang

Minggu, 19 April 2026 - 14:00 WIB

“Kami Tidak Minta Gratis, Kami Minta Wajar”: Jeritan Natuna Soal Tiket Pesawat

Minggu, 19 April 2026 - 10:51 WIB

Hadiri Tabligh Akbar AGPAII, Amsakar: Guru Agama Kunci Pembentukan Karakter

Sabtu, 18 April 2026 - 08:00 WIB

Dikembangkan Terintegrasi, Tanjung Banon Siap Jadi Magnet Investasi di Batam

Sabtu, 18 April 2026 - 07:23 WIB

Prakiraan Cuaca Kepri 18 April: Hujan Ringan Masih Mengintai

Berita Terbaru