INIKEPRI.COM – PT PLN Batam terus berkomitmen untuk mendukung pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sekaligus memastikan keterbukaan informasi kepada pelanggan. Dalam rangka itu, PLN Batam menggelar Workshop Pemberdayaan UMKM bertajuk “Terangi Usaha, Terangi Harapan” yang tidak hanya memberikan wawasan UMKM dan digitalisasi, tetapi juga menjadi momentum strategis untuk menyosialisasikan kelistrikan PLN Batam kepada masyarakat, pada Kamis dan Jumat, 12–13 Juni 2025 di Kantor Korporat PT PLN Batam.
Kegiatan pelatihan ini diikuti oleh lebih dari 140 pelaku UMKM dari berbagai sektor usaha di Kota Batam. Para peserta mendapatkan materi tentang pemanfaatan teknologi digital untuk pemasaran, manajemen usaha berbasis aplikasi, hingga strategi branding di era media sosial. Dalam agenda yang sama, PLN Batam turut memberikan pemahaman mengenai kondisi kelistrikan PLN Batam.
Dalam sambutannya, Sekretaris Perusahaan PLN Batam Zulhamdi, menyampaikan kegiatan pelatihan ini menjadi bagian dari program berkelanjutan PLN Batam dalam mendukung transformasi UMKM agar lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi
dan tren pasar. Dengan menghadirkan sosialisasi kelistrikan pada momen strategis seperti ini, PLN Batam berharap informasi yang disampaikan dapat lebih tepat sasaran dan berdampak positif bagi komunitas usaha di daerah.
“PLN Batam mengajak seluruh pelanggan untuk terus mengikuti perkembangan informasi resmi melalui kanal komunikasi perusahaan dan tidak segan menghubungi layanan pelanggan untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai kebijakan PLN Batam,” beber Zulhamdi.
Pada kesempatan tersebut Zulhamdi menjelaskan efisiensi operasional agar keberlanjutan penyediaan energi listrik di Batam tetap terjaga, dimulai dari sisi pembangkit, transmisi hingga distribusi.
“Khusus untuk tarif listrik Kota Batam berbeda dengan PT PLN (Persero) atau PLN wilayah lain. Tarif listrik Batam diatur langsung oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral melalui Direktorat Jendral Ketenenagalistrikan. Sehingga PLN Batam tidak dapat melakukan perubahan tarif sesuka hati,” jelas Zulhamdi.
Lebih lanjut Ia menjelaskan bahwa perubahan tarif listrik dapat dilakukan jika biaya pokok produksi listrik yang meningkat, termasuk akibat fluktuasi harga energi primer. Namun demikian, perusahaan memastikan bahwa tetap mempertimbangkan kemampuan daya beli masyarakat serta tidak menyentuh pelaku usaha kecil.
Melalui sesi interaktif, peserta pelatihan juga diberikan kesempatan untuk bertanya langsung kepada perwakilan PLN Batam mengenai cara mengelola konsumsi listrik secara efisien, serta informasi layanan pelanggan yang tersedia.
Dari 140 lebih peserta yang hadir, satu di antaranya adalah Nadya, pemilik UMKM Keripik Singkong balado yang memanfaatkan ubi kayu sebagai bahan baku. Sebagai pelaku usaha muda, Nadya memiliki target untuk memperluas pasar ke kalangan anak muda agar generasi muda semakin percaya dengan produk lokal, terlebih lagi produk berbahan baku ramah lingkungan.
“Kegiatan ini sangat bagus bagi UMKM, sebuah terobosan yang luar biasa dari PLN Batam. Pembahasan terkait digitalisasi serta pemaparan kelistrikan sangat tepat sasaran untuk UMKM. Karena semua pelaku UMKM pasti membutuhkan listrik. Sebagai pemilik bisnis, pelatihan ini sangat baik,” ujarnya.
Penulis : DI
Editor : IZ

















