INIKEPRI.COM – Kabupaten Natuna sedang melalui fase krusial. Sejak resmi dilantik pada Februari 2025, Bupati Cen Sui Lan bersama Wakil Bupati Jarmin Sidik langsung dihadapkan pada kenyataan pahit: beban utang daerah yang menggunung hingga Rp190 miliar.
Tak menunggu waktu lama, Bupati Cen Sui Lan membongkar kondisi ini secara terbuka di hadapan masyarakat saat menghadiri kegiatan Pekan Muharam di Desa Harapan Jaya, Sabtu (28/6/2025).
Dalam sambutannya yang penuh kejujuran dan empati, ia menyampaikan bahwa warisan fiskal ini bukanlah hal mudah untuk dihadapi.
“Awal tahun, kami langsung diwarisi hutang 190 miliar. Sekarang sudah ditekan jadi 145 miliar. Insya Allah sebelum akhir tahun selesai,” ujar Cen Sui Lan dengan optimis.
Langkah pertama yang diambil pemerintah baru ini pun bukan pembangunan gedung atau proyek mercusuar. Mereka memilih jalan sunyi: mengencangkan ikat pinggang, menekan kegiatan fisik, dan memfokuskan energi pada penyelesaian utang.
Meski tak populer, pilihan ini mencerminkan keberanian politik dan komitmen moral untuk membersihkan catatan fiskal daerah.
“Tahun ini kami memang tidak banyak menggelar kegiatan fisik. Pemerintah fokus dulu bayar utang. Ini soal kepercayaan,” tegas Cen Sui Lan.
Kebijakan ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang mendorong seluruh kepala daerah melakukan efisiensi anggaran dan memprioritaskan program yang benar-benar menyentuh rakyat. Maka tak heran, banyak proyek pembangunan ditunda, demi memberi ruang bernapas bagi APBD Natuna.
Namun di balik keterbatasan, pemerintah daerah tetap optimistis. Strategi penghematan, pemangkasan pos belanja yang tidak mendesak, hingga penguatan pengawasan anggaran dilakukan tanpa kompromi. Targetnya jelas: bebas utang di akhir 2025.
Langkah Bupati Cen Sui Lan dan Wakilnya Jarmin menjadi gambaran pemimpin yang tidak lari dari masalah, tetapi justru menghadapinya dengan tanggung jawab dan integritas. Ini bukan sekadar kebijakan teknis, melainkan gerakan moral dan kepemimpinan yang memihak rakyat.
Di tengah banyaknya daerah yang masih bermain aman dan penuh retorika, Natuna memilih bersikap jujur, realistis, dan berani. Sebuah awal yang berat, namun penuh harapan.
Penulis : IZ

















