Pemprov Kepri Bagikan Bibit Cabai Gratis, Galakkan Pemanfaatan Perkarangan Rumah

- Admin

Jumat, 18 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Ansar, Ketua TPP PKK Dewi Kumalasari dan Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Kepri Rika Azmi di antara bibit cabai yang akan dibagikan kepada masyarakat. Foto: INIKEPRI.COM/Diskominfo Kepri

Gubernur Ansar, Ketua TPP PKK Dewi Kumalasari dan Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Kepri Rika Azmi di antara bibit cabai yang akan dibagikan kepada masyarakat. Foto: INIKEPRI.COM/Diskominfo Kepri

INIKEPRI.COM -Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau terus menggencarkan program ketahanan pangan berbasis masyarakat melalui Program Penyerahan Bantuan Bibit Cabai Gratis.

Peluncuran program ini dilakukan secara simbolis oleh Gubernur Kepri H Ansar Ahmad bersama Ketua TP-PKK Provinsi Kepri Dewi Kumalasari Ansar di Balai Benih Induk Provinsi Kepri, Kamis (17/7/2025).

Sebanyak 45.000 bibit cabai dibagikan dalam program ini, yang terbagi untuk tiga wilayah: Kabupaten Bintan sebanyak 20.000 bibit, Kota Tanjungpinang 20.000 bibit, dan Kota Batam 5.000 bibit.

Distribusi dilakukan secara serentak di tiga titik, yakni UPTD Balai Benih Induk untuk Bintan, Jalan Jatayu untuk Tanjungpinang dan di Batam.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepri Rika Azmi dalam laporannya menyampaikan bahwa program ini ditujukan untuk mendorong masyarakat memanfaatkan lahan pekarangan rumah dengan menanam cabai sendiri.

Baca Juga :  Gubernur Ansar Lanjutkan Revitalisasi Pulau Penyengat, Infrastruktur dan Situs Bersejarah Jadi Fokus

Ia juga menekankan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pengendalian inflasi daerah, mengingat cabai merupakan salah satu komoditas yang berperan besar dalam fluktuasi harga kebutuhan pokok.

“Setiap warga akan menerima 20 bibit cabai, cukup dengan membawa fotokopi KTP, KK, dan wadah untuk membawa bibitnya,” jelas Rika.

Ia menambahkan bahwa kebutuhan cabai di Kepri saat ini mencapai sekitar 1.100 ton per bulan, sementara produksi lokal hanya mencapai 850 ton.

“Artinya, terdapat kekurangan sekitar 350 ton per bulan yang selama ini ditutup melalui pasokan dari luar daerah seperti Medan, Palu, NTB, hingga Jawa Barat,” terangnya.

Ketahanan Pangan dan Stabilitas Inflasi

Dalam sambutannya, Gubernur Kepri Ansar Ahmad menegaskan bahwa program ini adalah bagian dari upaya strategis pemerintah untuk menguatkan ketahanan pangan dan menurunkan angka inflasi melalui pemberdayaan masyarakat.

Baca Juga :  Kampus Terbaik di Kepri Versi UniRank, Kamu Harus Tahu!

“Kalau kita bicara skala nasional, ini adalah bagian dari program ketahanan pangan prioritas Presiden dan Wakil Presiden,” kata Ansar.

Program ini, lanjut Ansar, juga bagian dari upaya menjaga stabilitas inflasi di daerah mengingat cabai adalah kebutuhan harian.

“Jika pasokannya kurang, harga naik, inflasi ikut melonjak,” tambah Gubernur.

Ia menjelaskan bahwa ketergantungan terhadap pasokan cabai dari luar daerah tidak boleh terus berlangsung. Karena itu, Pemprov Kepri mendorong peningkatan produksi lokal, termasuk melalui gerakan menanam di pekarangan rumah oleh masyarakat umum, bukan hanya oleh petani.

“Kalau kita bisa produksi sendiri, kenapa harus terus bergantung? Kita ingin menyusun neraca kebutuhan dan produksi yang seimbang, agar harga stabil dan petani tetap untung,” jelasnya lagi.

Baca Juga :  Alasan Ansar Ingin Semua Nelayan di Kepri Mendapat JKK dan JKM dari BPJS Ketenagakerjaan

Gubernur Ansar juga menekankan pentingnya tindak lanjut dari program ini. Gerakan menanam harus diiringi dengan edukasi dan pemantauan agar bibit benar-benar tumbuh dan berproduksi.

“Manfaatkan dengan baik bibit yang dibagikan. Kita akan evaluasi, kita akan lihat perkembangannya. Jangan sampai berhenti hanya di pembagian,” ujarnya.

Perlindungan Sosial Petani

Lebih lanjut, Ansar juga menyoroti pentingnya perlindungan sosial bagi petani.

Saat ini, sebanyak 9.430 petani di Kepri telah didaftarkan sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan melalui pendanaan APBD provinsi.

“Petani adalah tulang punggung ketahanan pangan kita. Maka mereka juga harus kita lindungi. Dengan BPJS Ketenagakerjaan, mereka mendapat jaminan jika mengalami risiko kecelakaan kerja,” ujar Gubernur Ansar.

Ia berharap langkah ini bisa menjadi semangat bersama bahwa sektor pertanian, selain penting secara ekonomi, juga harus dijamin secara sosial.

Penulis : DI

Editor : IZ

Berita Terkait

Pemko Batam Perkuat Manajemen Talenta ASN, Amsakar: Penempatan Harus Berbasis Kompetensi
Tumbangkan STAIN Sultan Abdurrahman, Tim Voli Kemenag Batam Sabet Juara 1 dalam Final Dramatis
Dinilai Kebutuhan Mendasar, Ombudsman Kepri Minta Pasar Induk Jodoh Dibangun Kembali
11 Perusahaan Gelar Konsultasi Publik Pengelolaan Sedimentasi Laut di Bintan Pesisir
Musrenbang Kampung Pelita, Amsakar Tekankan Pentingnya Sinergi Pemerintah dan Masyarakat
Manajemen Talenta ASN Jadi Fondasi Reformasi Birokrasi Pemko Batam
LASQI Batam di Bawah Kepemimpinan Erlita Amsakar Perkuat Sinergi Internal
BP Batam Serahkan SK Pegawai Tetap, Dorong Penguatan SDM Unggul

Berita Terkait

Selasa, 13 Januari 2026 - 16:08 WIB

Pemko Batam Perkuat Manajemen Talenta ASN, Amsakar: Penempatan Harus Berbasis Kompetensi

Selasa, 13 Januari 2026 - 12:14 WIB

Tumbangkan STAIN Sultan Abdurrahman, Tim Voli Kemenag Batam Sabet Juara 1 dalam Final Dramatis

Selasa, 13 Januari 2026 - 11:16 WIB

Dinilai Kebutuhan Mendasar, Ombudsman Kepri Minta Pasar Induk Jodoh Dibangun Kembali

Selasa, 13 Januari 2026 - 07:29 WIB

11 Perusahaan Gelar Konsultasi Publik Pengelolaan Sedimentasi Laut di Bintan Pesisir

Selasa, 13 Januari 2026 - 07:27 WIB

Musrenbang Kampung Pelita, Amsakar Tekankan Pentingnya Sinergi Pemerintah dan Masyarakat

Berita Terbaru

TNI berhasil menyelesaikan pembangunan dua jembatan Bailey di kawasan Jamur Ujung, Kabupaten Bener Meriah, yang berada pada ruas jalan strategis Bireuen – Bener Meriah – Takengon. Foto: TNI AD

Daerah

TNI AD Rampungkan Dua Jembatan Bailey di Bener Meriah

Selasa, 13 Jan 2026 - 14:14 WIB