INIKEPRI.COM – Suasana hangat dan penuh harapan menyelimuti ruang rapat Kantor Bupati Natuna pada Senin (28/7/2025), saat Bupati Natuna Cen Sui Lan bersama Wakil Bupati Jarmin Sidik bersilaturahmi dengan 15 mahasiswa asal Natuna yang berhasil meraih beasiswa pendidikan tinggi di Telkom University dan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya.
Dalam pertemuan tersebut, Cen Sui Lan menyampaikan rasa bangga dan pesan mendalam kepada para penerima beasiswa. Ia menyebut bahwa pencapaian itu bukan sekadar keberuntungan, tetapi buah dari kerja keras, doa, dan ketekunan para pemuda-pemudi Natuna yang kini menjadi harapan daerah.
“Saya mendoakan kalian semua berhasil dalam menempuh studi, dan kelak kembali ke Natuna sebagai insan berilmu yang membawa perubahan. Bukan hanya untuk keluarga kalian, tapi juga untuk tanah ini yang menanti tangan-tangan terampil dan hati-hati jujur untuk membangunnya,” ujar Cen Sui Lan dengan nada haru.
Lebih dari sekadar menginspirasi, Cen juga mengingatkan bahwa beasiswa yang mereka terima adalah amanah besar, yang harus dibayar lunas dengan komitmen, integritas, dan semangat belajar yang tak kendur.
“Ilmu bukan sekadar hiasan intelektual, melainkan jembatan emas menuju masa depan. Dan kalian—kalian adalah para arsitek masa depan itu,” lanjutnya.
Ia pun menyisipkan kutipan penuh makna dari Nelson Mandela, yang menjadi penegas betapa besar kekuatan dari sebuah pendidikan:
“Pendidikan adalah senjata paling ampuh yang dapat digunakan untuk mengubah dunia.”
Tak hanya menyentuh sisi akademik, Bupati juga menyoroti kondisi fasilitas mahasiswa Natuna yang sedang menempuh pendidikan di luar daerah. Ia mengakui, beberapa asrama seperti di Pekanbaru dan Jakarta memang perlu direnovasi, dan pemerintah daerah akan meninjau kemungkinan perbaikannya.
“Kita harus realistis. Jumlah mahasiswa memang belum besar, namun semangat untuk saling mendukung harus tetap dijaga. Kita tidak selalu bisa membangun secara fisik di setiap tempat, tapi kita bisa membangun rasa kekeluargaan di mana pun,” tegasnya.
Dalam bagian akhir pertemuan, Cen Sui Lan menegaskan bahwa kehadirannya di Natuna bukan sekadar menjalani jabatan, melainkan sebagai bentuk cinta dan pengorbanan untuk kemajuan daerah. Ia bahkan meninggalkan keluarganya di Batam dan Singapura demi menjalankan komitmen membangun daerah perbatasan ini.
“Saya tinggalkan anak-anak saya bukan karena saya kuat, tetapi karena saya percaya. Percaya bahwa kalianlah masa depan Natuna. Maka, jangan sia-siakan kepercayaan ini,” tutup Cen Sui Lan penuh harap.
Pertemuan yang berlangsung sederhana itu menyisakan kesan mendalam: bahwa membangun daerah tidak hanya soal infrastruktur, tetapi tentang menyiapkan generasi penerus dengan bekal ilmu, karakter, dan cinta tanah kelahiran.
Penulis : IZ

















