INIKEPRI.COM – Bupati Natuna Cen Sui Lan secara resmi membuka pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat Terintegrasi 32 Kabupaten Natuna, Kamis (6/8/2026). Kegiatan yang berlangsung di gedung sementara sekolah di Kompleks Masjid Agung Baitul Izza itu menjadi awal perjalanan bagi puluhan peserta didik baru dalam menempuh pendidikan.
Prosesi pembukaan berlangsung meriah dengan diawali penampilan tari persembahan yang dibawakan para siswi sebagai bentuk penyambutan kepada tamu undangan dan peserta didik baru.
Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 32 Kabupaten Natuna, Bumiselan, dalam laporannya menyampaikan bahwa tahun ajaran 2026 sekolah tersebut menerima sebanyak 93 siswa baru. Menurutnya, jumlah tersebut mencerminkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap keberadaan Sekolah Rakyat di Natuna.
Ia berharap para peserta didik mampu memanfaatkan kesempatan belajar yang diberikan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
“Mudah-mudahan anak-anak kita dapat terus melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi setelah menyelesaikan sekolah di sini. Saya mengucapkan terima kasih kepada masyarakat dan seluruh orang tua yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya kepada Sekolah Rakyat. Antusiasme masyarakat sangat luar biasa,” ujar Bumiselan.
Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Natuna yang terus melengkapi berbagai kebutuhan sarana dan prasarana demi mendukung proses pembelajaran di sekolah tersebut.
Sementara itu, Bupati Natuna Cen Sui Lan mengaku bangga melihat semangat para peserta didik yang mulai menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat Terintegrasi 32. Ia turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh tenaga pendidik dan berbagai pihak yang selama ini berkontribusi mengembangkan sekolah tersebut.
“Baru satu tahun berjalan, Alhamdulillah sudah banyak perkembangan yang dapat kita lihat. Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pemangku kepentingan yang bersama-sama membangun dan mendukung keberadaan sekolah ini sehingga dapat terus berkembang,” kata Cen Sui Lan.
Menurutnya, MPLS bukan sekadar kegiatan pengenalan lingkungan sekolah, tetapi menjadi momentum penting untuk menanamkan semangat belajar, rasa ingin tahu, serta membangun karakter peserta didik sejak hari pertama memasuki dunia pendidikan.

Karena itu, ia meminta seluruh guru dan tenaga kependidikan menjadikan sekolah sebagai tempat yang nyaman bagi setiap anak.
“Sekolah harus menjadi rumah kedua bagi anak-anak. Tempat mereka belajar, tumbuh, mengembangkan pengetahuan, keterampilan, akhlak, kedisiplinan, rasa tanggung jawab, sekaligus membangun semangat gotong royong,” ujarnya.
Cen Sui Lan juga mengingatkan agar pelaksanaan MPLS benar-benar mengedepankan prinsip ramah anak. Ia menegaskan tidak boleh ada praktik perundungan maupun tindakan yang mengarah pada kekerasan selama kegiatan berlangsung.
“MPLS harus menjadi kegiatan yang ramah anak, mendidik, menyenangkan, aman, serta bebas dari segala bentuk perundungan maupun kekerasan,” tegasnya.
Di akhir sambutannya, Cen Sui Lan memastikan Pemerintah Kabupaten Natuna akan terus meningkatkan kualitas pendidikan melalui penyediaan sarana dan prasarana yang lebih baik, sekaligus memperkuat kapasitas tenaga pendidik agar anak-anak Natuna memperoleh layanan pendidikan yang semakin berkualitas di masa mendatang.
Penulis : RP
Editor : IZ

















