INIKEPRI.COM – Keluhan terhadap kualitas beras premium merek Harumas ramai bermunculan dari sejumlah warga Batam dalam beberapa hari terakhir.
Produk yang selama ini dikenal luas sebagai salah satu merek beras premium di Batam itu menjadi sorotan setelah konsumen mengaku mendapati perubahan kualitas pada beras yang mereka beli.
Keluhan tersebut mencuat di media sosial setelah seorang konsumen membagikan pengalamannya usai mendapati hasil masakan nasi yang tidak seperti biasanya. Dalam unggahannya, ia mengaku sempat menduga alat penanak nasi di rumahnya mengalami kerusakan karena nasi yang dimasak terus gagal meski menggunakan takaran air seperti biasa.
Namun setelah mengganti dengan merek beras lain, hasil masakan kembali normal.
“Awalnya saya kira rice cooker rusak. Tetapi setelah pakai beras merek lain, hasilnya bagus. Jadi saya menduga masalahnya ada pada beras yang saya beli,” tulis konsumen tersebut, dilihat INIKEPRI.COM, Minggu (12/4/2026) sore.
Menurut dia, beras yang dibelinya juga tampak berbeda dari biasanya. Warna produk disebut lebih kekuningan dan aroma khas yang selama ini dikenal dari merek tersebut dinilai berkurang.
Konsumen Keluhkan Tekstur Nasi Tidak Normal
Keluhan serupa kemudian bermunculan dari warga lain yang mengaku mengalami masalah hampir identik.
Seorang konsumen menyebut nasi yang dihasilkan dari beras Harumas menjadi terlalu lembek di bagian bawah namun masih keras di bagian atas.
“Bagian bawah seperti bubur, tapi atasnya masih keras. Sudah saya coba ubah takaran air beberapa kali, hasilnya tetap sama,” ujarnya.
Konsumen lain mengaku baru menyadari persoalan tersebut setelah membandingkan dengan merek beras lain.
“Begitu ganti merek, hasilnya langsung normal lagi. Jadi saya yakin bukan alat masaknya yang bermasalah,” katanya.
Aroma Apek dan Cepat Basi
Selain persoalan tekstur, sebagian warga juga mengeluhkan perubahan aroma pada produk.
Seorang warga mengaku mendapati bau apek yang tidak biasa dari beras yang dibelinya.
“Ada bau apek yang tidak pernah saya rasakan sebelumnya. Awalnya saya kira karena tempat penyimpanan di rumah, tapi setelah dicek ternyata hanya terjadi pada beras itu,” ujarnya.
Keluhan lain datang dari konsumen yang menyebut nasi hasil masakan menjadi lebih cepat basi dibanding biasanya.
“Biasanya nasi tahan lama di rice cooker, tapi sekarang baru beberapa jam saja sudah berubah dan tidak enak dimakan,” katanya.
Pembeli Mengaku Rugi Setelah Membeli dalam Jumlah Besar
Sejumlah konsumen mengaku mengalami kerugian karena telah membeli produk dalam jumlah banyak sebelum mengetahui adanya dugaan perubahan kualitas.
Salah seorang pembeli mengatakan dirinya membeli satu karung besar karena selama ini telah lama menggunakan merek tersebut.
“Saya beli satu karung karena memang sudah langganan. Setelah dimasak baru terasa kualitasnya berubah. Mau dibuang sayang, tapi dimakan juga tidak nyaman,” ujarnya.
Harumas Didistribusikan dan Dikemas PT Usaha Kiat Permata
Berdasarkan informasi perusahaan yang dipublikasikan melalui kanal resmi merek Harumas, produk tersebut didistribusikan dan dikemas oleh PT Usaha Kiat Permata, perusahaan yang bergerak di bidang distribusi dan pengemasan beras di Batam.
Perusahaan tersebut beralamat di Komplek Megacipta Industrial Park Blok E No. 1, Batu Ampar, Kota Batam.
Selain Harumas, PT Usaha Kiat Permata juga mendistribusikan dan/atau memasarkan sejumlah merek beras lain di wilayah Batam dan Kepulauan Riau, di antaranya Anak Mantap, Anak Padang, Jawa Raya, Gunung Daik, Bukit Tinggi, Horas, serta beberapa merek lain dalam portofolio distribusinya.
Harga Premium, Mutu Dipertanyakan
Keluhan warga menjadi perhatian karena Harumas selama ini dipasarkan sebagai beras premium dengan harga yang lebih tinggi dibanding beras reguler.
Bagi banyak rumah tangga, memilih beras premium merupakan keputusan ekonomi yang didasarkan pada harapan memperoleh kualitas lebih baik, baik dari sisi tekstur, aroma, maupun daya tahan nasi setelah dimasak.
Karena itu, ketika kualitas produk yang diterima dinilai berubah, sejumlah konsumen mempertanyakan kesesuaian mutu produk yang beredar di pasaran.
“Kalau memang kualitas berubah, konsumen berhak tahu. Jangan sampai harga tetap premium tetapi kualitasnya tidak lagi sama,” tulis seorang warga dalam komentar lain.
Warga Minta Pemerintah Uji Mutu Produk
Menyusul banyaknya keluhan yang bermunculan, warga meminta pemerintah dan instansi pengawas pangan melakukan pemeriksaan terhadap produk yang beredar di pasaran.
Mereka berharap ada langkah konkret berupa pengambilan sampel dan pengujian laboratorium untuk memastikan apakah kualitas produk yang beredar masih sesuai dengan standar mutu premium sebagaimana dipasarkan.
Pemeriksaan dinilai penting untuk menjawab keresahan masyarakat sekaligus mencegah spekulasi yang berkembang di tengah publik.
Produsen dan Distributor Ditunggu Klarifikasi
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak PT Usaha Kiat Permata maupun pihak terkait merek Harumas mengenai keluhan konsumen tersebut.
Publik kini menunggu penjelasan perusahaan mengenai dugaan perubahan kualitas produk yang dikeluhkan masyarakat, termasuk apakah terdapat perubahan bahan baku, persoalan distribusi, kendala penyimpanan, atau faktor lain yang memengaruhi mutu produk di lapangan.
Bagi masyarakat, beras bukan sekadar komoditas dagang, melainkan kebutuhan pokok yang dikonsumsi setiap hari.
Karena itu, ketika kualitas produk pangan yang beredar mulai dipertanyakan, persoalan tersebut tidak lagi sekadar menyangkut rasa,tetapi juga menyentuh aspek perlindungan konsumen dan kepercayaan publik terhadap pangan yang mereka konsumsi.
Penulis : IZ

















