INIKEPRI.COM – Di tengah maraknya gaya hidup serba cepat dan stres tinggi, banyak orang mulai kembali melirik pengobatan tradisional untuk menjaga keseimbangan tubuh dan pikiran.
Salah satu metode yang kini kembali populer adalah bekam atau cupping therapy, sebuah teknik penyedotan kulit dengan cangkir khusus yang telah dipraktikkan sejak ribuan tahun lalu di Mesir kuno, Tiongkok, hingga Timur Tengah.
Meski tampak sederhana, bekam dipercaya membawa banyak manfaat kesehatan yang kini mulai diakui oleh kalangan medis modern. Prinsip dasarnya adalah melancarkan aliran darah dan energi tubuh dengan menciptakan tekanan negatif (vakum) di permukaan kulit. Tarikan inilah yang diyakini dapat membantu tubuh melepaskan racun, mempercepat regenerasi sel, hingga meredakan ketegangan otot.
Detoks Alami untuk Tubuh
Salah satu manfaat paling dikenal dari bekam adalah efek detoksifikasinya. Proses penyedotan darah di permukaan kulit dianggap membantu mengeluarkan “darah kotor” dan racun yang menumpuk di jaringan. Dengan aliran darah yang lebih lancar, metabolisme tubuh pun meningkat sehingga sistem kekebalan menjadi lebih optimal.
“Bekam bekerja seperti sistem pembersih alami tubuh. Setelah terapi, sirkulasi darah menjadi lebih baik dan tubuh terasa ringan,” ungkap seorang terapis bekam di Batam.
Meredakan Nyeri dan Ketegangan Otot
Bagi banyak orang, terutama mereka yang sering mengalami pegal di leher, bahu, atau punggung, bekam menjadi solusi alternatif tanpa obat. Efek sedotan yang dihasilkan cangkir membantu merilekskan otot-otot kaku dan mengurangi nyeri sendi. Tak heran, banyak atlet dunia juga menjalani terapi ini untuk mempercepat pemulihan setelah latihan intensif.
Atasi Migrain hingga Stres
Selain efek fisik, bekam juga memberi dampak positif pada keseimbangan mental. Banyak pasien melaporkan penurunan frekuensi migrain dan peningkatan kualitas tidur setelah rutin menjalani terapi. Tekanan negatif dari bekam menstimulasi sistem saraf untuk melepaskan hormon endorfin, yang membantu menenangkan pikiran dan mengurangi stres.
Dukungan dari Dunia Medis
Meski awalnya dipandang sebagai pengobatan alternatif, beberapa penelitian kini menunjukkan bahwa bekam dapat membantu mengurangi peradangan, menurunkan tekanan darah, hingga memperbaiki sirkulasi oksigen dalam darah. Namun, para ahli tetap mengingatkan agar terapi dilakukan oleh praktisi berpengalaman dan bersertifikat, dengan alat yang steril untuk menghindari risiko infeksi.
Kesimpulan
Bekam bukan sekadar terapi tradisional warisan nenek moyang, melainkan bentuk perawatan diri yang menggabungkan prinsip keseimbangan tubuh dan jiwa. Bagi Anda yang ingin mencobanya, pastikan dilakukan dengan prosedur yang aman dan dikonsultasikan terlebih dahulu kepada dokter, terutama jika memiliki kondisi medis tertentu.
Penulis : DI
Editor : IZ

















