Amsakar Turun Langsung, Pastikan Solusi Permanen Masalah Air di Tanjung Sengkuang dan Batu Merah

- Publisher

Jumat, 7 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menunaikan janjinya turun langsung meninjau kondisi suplai air bersih di kawasan Tanjung Sengkuang dan Batu Merah, Kecamatan Batu Ampar, Selasa (4/11/2025). Foto: INIKEPRI.COM

Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menunaikan janjinya turun langsung meninjau kondisi suplai air bersih di kawasan Tanjung Sengkuang dan Batu Merah, Kecamatan Batu Ampar, Selasa (4/11/2025). Foto: INIKEPRI.COM

INIKEPRI.COM – Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menunaikan janjinya turun langsung meninjau kondisi suplai air bersih di kawasan Tanjung Sengkuang dan Batu Merah, Kecamatan Batu Ampar, Selasa (4/11/2025).

Kunjungan ini bukan yang pertama. Sebelumnya, Amsakar sempat mendatangi kawasan tersebut dan masih mendengar keluhan warga soal air bersih. Situasi itulah yang mendorongnya turun langsung kembali untuk memastikan penanganan berjalan efektif serta mencari akar persoalan di lapangan.

“Sesekali malam saya main ke sana, dan warga masih bercerita tentang air. Karena itu saya berjanji akan turun langsung memastikan apa yang sebenarnya terjadi,” ujar Amsakar, Rabu (5/11/2025).

Dalam peninjauan tersebut, Amsakar didampingi Deputi Pelayanan Umum BP Batam Ariastuty Sirait, Direktur Fasilitas dan SPAM Iyus Rusmana, serta perwakilan SPAM dan Air Batam Hilir (ABH).

Menurutnya, langkah ini merupakan tindak lanjut dari berbagai laporan masyarakat, baik yang diterima melalui perangkat daerah maupun saat dirinya berinteraksi langsung di lapangan.

BACA JUGA:  Firmansyah Beri Pesan Wasit dan 298 Atles Bulutangkis Agar Junjung Tinggi Sportivitas

Dari hasil tinjauan, sejumlah tandon di beberapa titik belum mampu mendorong air ke wilayah dataran tinggi. Sementara itu, aliran air di kawasan bawah relatif lancar. Warga di wilayah atas berharap ada solusi agar distribusi air lebih merata.

Tim teknis BP Batam menjelaskan, pengaturan tekanan air akan dioptimalkan agar aliran ke wilayah atas tetap stabil tanpa mengganggu suplai ke daerah lain.

Sebagai langkah cepat, BP Batam telah memasang booster pump untuk memperkuat tekanan air ke wilayah dataran tinggi. Pekerjaan ini ditargetkan rampung pertengahan November 2025.

Selain itu, BP Batam juga tengah mengoptimalkan fungsi tangki seribu atau tangki ozon sebagai penopang utama distribusi air di kawasan Batuampar.

Dalam kesempatan itu, Amsakar menerima laporan dari Air Batam Hilir mengenai peningkatan pelanggan hingga sekitar 80 ribu sambungan baru, yang menuntut pengelolaan distribusi air lebih cermat agar aliran tetap seimbang.

BACA JUGA:  Tanpa Biaya, Tanpa Ribet! Ini Cara Warga Batam Bisa Dapat Layanan Kesehatan Full

“Sistemnya sekarang tidak bisa lagi seperti dulu. Tekanan dan pembagian air harus diatur ulang agar seimbang, karena kalau aliran dipaksa ke satu titik, wilayah lain seperti Lubuk Baja bisa terganggu,” jelas Amsakar.

Untuk jangka panjang, BP Batam menyiapkan pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) baru yang akan mulai dikerjakan pada tahun 2026. Proyek ini ditargetkan rampung dalam tiga bulan sejak dimulai dan telah masuk dalam program prioritas BP Batam.

“Persiapan lelang sudah berjalan dan anggarannya sudah kami siapkan. Upaya permanen ini kami harapkan bisa menjadi solusi bagi warga yang selama ini terdampak,” kata Amsakar.

Ia menambahkan, pembangunan IPA baru ini sejalan dengan rencana peningkatan kapasitas waduk guna menambah volume air baku. Dengan begitu, pelayanan air bersih di Batam akan semakin stabil dan merata.

BACA JUGA:  Amsakar Serahkan Secara Simbolis Insentif Guru Swasta Untuk Lima Kecamatan

“Kami berikhtiar semaksimal mungkin. Harapan saya, pembangunan ini benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat dan menjadi solusi jangka panjang bagi wilayah-wilayah atas,” tegasnya.

Menegaskan komitmen tersebut, Deputi Pelayanan Umum BP Batam Ariastuty Sirait menambahkan bahwa pihaknya juga menyiapkan langkah teknis tambahan untuk memperkuat pasokan air di kawasan Batuampar dan sekitarnya.

Langkah itu meliputi pembangunan pipa tambahan dari waduk menuju tangki 1000 (ozon) dan tangki Bukit Senyum, dua titik utama distribusi air di wilayah tersebut.

Tangki 1000 berkapasitas 2 x 6.000 meter kubik sebenarnya mampu melayani hingga 600 ribu jiwa, namun belum beroperasi penuh karena sebagian pasokan masih dialihkan ke wilayah lain.

“Setelah pipa tambahan dan sistem pompa rampung, tangki ozon bisa dioptimalkan sehingga kebutuhan air di Batu Merah dan Tanjung Sengkuang terpenuhi,” jelas Ariastuty.

Penulis : RP

Editor : IZ

Berita Terkait

Disparbud Batam Panggil Manajemen Luxor Spa, Soroti Promosi Wanita Berbikini dan Pakaian Seksi di Media Sosial
Amsakar-Li Claudia Gaspol Jalan Lingkar Batam, Tiga Koridor Baru Disiapkan Pecah Kemacetan
Di Tengah Polemik KKMP Tutup, Pemko Batam Pastikan 16 Koperasi Merah Putih Sudah Rampung Dibangun
Amsakar-Li Claudia Ultimatum OPD: 15 Program Prioritas Tak Boleh Lagi Jalan di Tempat
Investasi Moncer, Daya Saing Belum Maksimal: Mengapa Batam Tak Masuk 10 Besar IDSD 2025?
Ratusan Goweser dari Dalam dan Luar Negeri Ramaikan Fun Bike MaxOne, Batam Kian Mantap Jadi Destinasi Sport Tourism
Di Harlah ke-9 Selingsing, Amsakar Ajak Warga Jaga Solidaritas dan Dukung Pembangunan Batam
Baru Jalan Beberapa Bulan, Koperasi Kelurahan Merah Putih di Batam Mulai Tutup Satu per Satu

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 07:13 WIB

Disparbud Batam Panggil Manajemen Luxor Spa, Soroti Promosi Wanita Berbikini dan Pakaian Seksi di Media Sosial

Selasa, 28 Juli 2026 - 06:49 WIB

Amsakar-Li Claudia Gaspol Jalan Lingkar Batam, Tiga Koridor Baru Disiapkan Pecah Kemacetan

Senin, 27 Juli 2026 - 14:00 WIB

Di Tengah Polemik KKMP Tutup, Pemko Batam Pastikan 16 Koperasi Merah Putih Sudah Rampung Dibangun

Senin, 27 Juli 2026 - 12:11 WIB

Amsakar-Li Claudia Ultimatum OPD: 15 Program Prioritas Tak Boleh Lagi Jalan di Tempat

Senin, 27 Juli 2026 - 11:54 WIB

Investasi Moncer, Daya Saing Belum Maksimal: Mengapa Batam Tak Masuk 10 Besar IDSD 2025?

Berita Terbaru