INIKEPRI.COM — Pantai Piwang berubah menjadi lautan manusia pada Sabtu (15/11) malam. Ribuan warga datang berbondong-bondong untuk menyaksikan Gelar Seni Samudera Budaya, yang sekaligus menandai berakhirnya rangkaian Hari Jadi Natuna ke-26.
Acara penutupan berlangsung meriah. Sorotan lampu, dentuman musik, hingga berbagai penampilan seni membuat suasana malam akhir pekan itu terasa hidup. Masyarakat dari berbagai kalangan tampak memadati area pantai, mulai dari anak-anak, remaja, hingga para tokoh daerah.
Momentum penutupan ini juga dirangkaikan dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang beragam lomba Piala Bupati Natuna. Selama beberapa pekan, berbagai perlombaan digelar, mulai dari turnamen sepak bola, bola voli, lomba memasak, turnamen gasing, karnaval budaya, hingga domino exhibition, yang semuanya mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat.
“Marwah adalah kehormatan, persaudaraan adalah kekuatan kita”
Di hadapan ribuan warga, Bupati Natuna Cen Sui Lan menyampaikan apresiasi mendalam atas besarnya partisipasi masyarakat dalam meramaikan Hari Jadi Natuna ke-26.
“Ketika saya datang, tempat ini sempat terlihat kosong. Tapi kini saya melihat semangat masyarakat luar biasa,” ujarnya.
Ia juga memberikan selamat kepada seluruh pemenang lomba dan memastikan penyelenggaraan Hari Jadi Natuna tahun berikutnya akan dirancang dengan lebih baik dan lebih meriah.
Cen Sui Lan kemudian menyinggung tema besar perayaan tahun ini, ‘Marwah Jadi Pegangan, Persaudaraan Jadi Kekuatan’, yang menurutnya mencerminkan jati diri masyarakat Natuna.
“Marwah adalah kehormatan yang kita junjung sebagai orang Melayu. Persaudaraan adalah kekuatan kita sebagai daerah kepulauan. Kita besar bukan karena luas wilayah, tetapi karena kekompakan,” ungkapnya.
Ia menegaskan, sekalipun Natuna berada di wilayah terluar Indonesia, semangat persatuan membuat daerah ini mampu terus berkembang.
Pembangunan 26 tahun Natuna: hasil kerja bersama
Dalam kesempatan yang sama, Cen Sui Lan menyampaikan sejumlah capaian pembangunan Natuna selama 26 tahun berdiri sebagai daerah otonom. Infrastruktur terus tumbuh, ekonomi bergerak lebih dinamis, dan pelayanan publik semakin mudah diakses.
Menurutnya, semua kemajuan itu bukan semata hasil kerja pemerintah, tetapi wujud gotong-royong seluruh unsur daerah.
“Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Semua harus maju bersama,” ucapnya.
Selain itu, Cen Sui Lan juga memberikan penghargaan kepada para pendiri daerah, pemimpin dan aparatur sebelumnya, pelaku seni, pelaku UMKM, panitia penyelenggara, hingga para donatur dan penyumbang CSR yang turut membantu menyukseskan rangkaian kegiatan HUT Natuna ke-26.
Komitmen merawat budaya
Di bagian akhir pidatonya, Cen Sui Lan menegaskan bahwa kebudayaan merupakan ruh yang harus terus dijaga.
“Kita akan memperkuat sanggar-sanggar seni agar budaya Natuna semakin maju,” tutupnya.
Penutupan Gala Seni Samudera Budaya ini menjadi penanda bahwa perayaan Hari Jadi Natuna ke-26 bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum memperkuat identitas bersama sekaligus merayakan kemajuan daerah.
Penulis : IZ

















