INIKEPRI.COM – Mandi menjadi salah satu cara alami tubuh melakukan detoksifikasi, membersihkan diri dari kotoran dan paparan polusi setelah beraktivitas. Namun, masih banyak masyarakat mempertanyakan mana yang lebih baik bagi kesehatan: mandi air panas atau air dingin.
Dokter penyakit dalam dan endokrin, Dr. dr. Hans Tandra, Sp.PD-KEMD, Ph.D, FINASIM, FACE, FACP, menjelaskan bahwa keduanya memiliki manfaat berbeda sesuai kebutuhan tubuh. Hal tersebut disampaikannya dalam podcast Good Talk TV.
Menurut Dr. Hans, mandi air panas sangat dianjurkan dilakukan menjelang tidur. Suhu panas mampu membuat otot lebih rileks serta menyebabkan pembuluh darah melebar (vasodilatasi). Kondisi ini membantu mengurangi ketegangan, menenangkan tubuh, serta meningkatkan kualitas tidur, termasuk bagi penderita insomnia.
Sementara itu, mandi air dingin memberikan manfaat berbeda. Paparan suhu dingin memicu penyempitan pembuluh darah (vasokonstriksi) dan mengoptimalkan sirkulasi sistem limfatik. Sistem limfa yang lancar sangat penting untuk produksi sel plasma, komponen utama pembentukan antibodi, sehingga daya tahan tubuh meningkat.
Sensasi menggigil saat terkena air dingin juga diketahui dapat merangsang metabolisme dan membantu pembakaran lemak. Karena itu, mandi air dingin lebih cocok dilakukan pada pagi hari untuk meningkatkan kewaspadaan dan energi tubuh.
Dr. Hans Tandra menyarankan anak muda untuk membiasakan mandi air dingin pada pagi hari dan mandi air panas pada malam hari sebelum tidur. Adapun lansia, yang umumnya memiliki kulit lebih tipis dan sensitif, diperbolehkan mandi air panas pagi maupun malam selama kebersihan tubuh tetap terjaga.
Penulis : RBP
Editor : IZ

















