Sejarah Baru Industri Maritim, Kapal FLF Buatan Batam Resmi Mengapung, Amsakar: Bukti SDM Indonesia Mampu Bersaing

- Admin

Senin, 19 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapal tipe Floating Landing Facility (FLF) bernama Permata Borneo 1, yang sepenuhnya dibangun di Kota Batam, resmi diluncurkan di Galangan PT Bahtera Bahari Shipyard. Foto: INIKEPRI.COM/Media Center Batam

Kapal tipe Floating Landing Facility (FLF) bernama Permata Borneo 1, yang sepenuhnya dibangun di Kota Batam, resmi diluncurkan di Galangan PT Bahtera Bahari Shipyard. Foto: INIKEPRI.COM/Media Center Batam

INIKEPRI.COM — Industri maritim nasional kembali menorehkan capaian penting. Kapal tipe Floating Landing Facility (FLF) bernama Permata Borneo 1, yang sepenuhnya dibangun di Kota Batam, resmi diluncurkan di Galangan PT Bahtera Bahari Shipyard, kawasan Telaga Punggur, Senin (19/1/2026). Peluncuran ini menjadi simbol kebangkitan dan kemandirian industri perkapalan Indonesia.

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, yang hadir langsung dalam acara tersebut, mengaku bangga atas keberhasilan pembangunan kapal FLF oleh tenaga kerja lokal. Menurutnya, momen ini bukan sekadar seremoni, melainkan catatan sejarah baru bagi industri galangan kapal nasional.

“Ini adalah sebuah kebanggaan. Kapal dengan kategori floating landing facility di Indonesia jumlahnya masih sangat terbatas, hanya sekitar tujuh unit dan sebagian besar merupakan produk luar negeri. Namun hari ini, kita menyaksikan kapal sekelas itu lahir dari Batam dan merupakan karya anak bangsa,” ujar Amsakar dalam sambutannya.

Baca Juga :  Sokong Ekonomi Pesisir 2025, Amsakar-Li Claudia Anggarkan Rp6,78 M dan Serahkan Bantuan Nelayan

Ia menegaskan, keberhasilan peluncuran FLF Permata Borneo 1 membuktikan bahwa sumber daya manusia Indonesia telah mampu menguasai seluruh proses pembangunan kapal secara mandiri, mulai dari tahap perencanaan desain, fabrikasi, perakitan, hingga peluncuran.

“Anak-anak bangsa kita sudah siap dan mampu. Mulai dari mendesain, merancang, membangun, sampai akhirnya meluncurkan kapal dengan teknologi yang tidak sederhana,” katanya.

Lebih lanjut, Amsakar menyoroti posisi strategis Batam sebagai jantung industri galangan kapal nasional. Dari sekitar 250 galangan kapal yang beroperasi di Indonesia, lebih dari separuhnya berada di Batam. Kondisi ini menjadikan Batam sebagai pusat pertumbuhan ekonomi berbasis maritim yang menyerap ribuan tenaga kerja lokal.

Baca Juga :  Amsakar: Drainase, Reboisasi, dan Tata Ruang Kunci Atasi Banjir Batam

“Pembangunan satu kapal saja sudah menggerakkan banyak sektor, membuka lapangan kerja, dan memberikan efek ekonomi yang besar bagi daerah,” ungkapnya.

Ia menilai pencapaian ini tidak terlepas dari kuatnya kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku industri, dan masyarakat. Sinergi tersebut dinilai menjadi kunci dalam mendorong sektor maritim Batam agar terus berkembang dan memiliki daya saing di tingkat nasional maupun internasional.

Baca Juga :  Alhamdulillah, Masyarakat Batam Boleh Gelar Salat Idul Adha

“Ini bukti bahwa kolaborasi yang baik bisa menghasilkan karya besar,” tambah Amsakar.

Sementara itu, Komisaris PT Bahtera Bahari Shipyard, Hengky Suriawan, menjelaskan bahwa FLF Permata Borneo 1 merupakan kapal floating landing facility pertama yang diproduksi sepenuhnya di dalam negeri. Seluruh proses pengerjaan kapal dilakukan oleh tenaga kerja Indonesia dengan standar industri perkapalan modern.

“Kapal ini adalah yang pertama dibuat di Indonesia untuk jenisnya, dan sepenuhnya merupakan hasil karya anak bangsa,” kata Hengky.

Ia berharap keberhasilan tersebut dapat menjadi pemantik bagi lahirnya inovasi-inovasi baru di sektor perkapalan nasional, sekaligus memperkuat posisi Batam sebagai kawasan industri maritim unggulan Indonesia.

Penulis : RP

Editor : IZ

Berita Terkait

Rakernas APKASI XVII Digelar di Batam, Amsakar: Daerah Harus Sejalan dengan Asta Cita
Masjid Jami’ Al-Falah Central Hills Dibangun, Amsakar Tekankan Harmoni dan Toleransi
Peringatan Isra Mikraj di Batam, Amsakar Serukan Harmoni dan Kebersamaan
PLN Batam Perkuat Komitmen K3 melalui Apel Bulan K3 Nasional 2026
Amsakar Dorong Koperasi Merah Putih Jadi Penggerak Ekonomi Kerakyatan
Sambut Tahun 2026, BP Batam Optimistis Investasi Kian Meningkat
Tanggapi Keluhan Masyarakat, BP Batam Tinjau Distribusi Air Bersih di Wilayah Bengkong Harapan II
Ranperda Lembaga Adat Melayu Dibahas di DPRD, Pemko Batam Tegaskan Pentingnya Pelestarian Budaya

Berita Terkait

Senin, 19 Januari 2026 - 14:25 WIB

Sejarah Baru Industri Maritim, Kapal FLF Buatan Batam Resmi Mengapung, Amsakar: Bukti SDM Indonesia Mampu Bersaing

Minggu, 18 Januari 2026 - 18:10 WIB

Masjid Jami’ Al-Falah Central Hills Dibangun, Amsakar Tekankan Harmoni dan Toleransi

Jumat, 16 Januari 2026 - 09:00 WIB

Peringatan Isra Mikraj di Batam, Amsakar Serukan Harmoni dan Kebersamaan

Jumat, 16 Januari 2026 - 08:16 WIB

PLN Batam Perkuat Komitmen K3 melalui Apel Bulan K3 Nasional 2026

Jumat, 16 Januari 2026 - 08:00 WIB

Amsakar Dorong Koperasi Merah Putih Jadi Penggerak Ekonomi Kerakyatan

Berita Terbaru

Ilustrasi. Foto: Istimewa

Kesehatan

Perut Tiba-Tiba Buncit? Bisa Jadi Ini Biang Keladinya

Selasa, 20 Jan 2026 - 07:20 WIB