8,3 Ton Ikan Bernilai Tinggi dari Natuna Dilepas ke Hong Kong Awal 2026

- Publisher

Selasa, 3 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ekspor perdana ikan hidup Natuna. Foto: Istimewa

Ekspor perdana ikan hidup Natuna. Foto: Istimewa

INIKEPRI.COM – Awal tahun 2026 menjadi momentum penting bagi sektor perikanan Natuna. Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Karantina Kepulauan Riau sukses mengawal ekspor perdana ikan hidup dari Natuna ke Hong Kong, dengan total volume mencapai 8,3 ton dan nilai ekonomi sekitar Rp861 juta.

Pengiriman ini menandai keberhasilan produk perikanan Natuna menembus pasar internasional dengan standar ketat, khususnya Hong Kong yang dikenal sangat selektif terhadap kualitas dan kesehatan komoditas perikanan.

Komoditas yang diekspor terdiri dari berbagai jenis ikan bernilai ekonomi tinggi, antara lain:

  • Kerapu sunu sebanyak 1.320 ekor
  • Kerapu cantang 1.222 ekor
  • Kerapu cantik 1.150 ekor
  • Kerapu macan 1.050 ekor
  • Kerapu bakau 1.010 ekor
  • Jenis kerapu lainnya 2.153 ekor
  • Ikan kakaktua 421 ekor
BACA JUGA:  Cen Sui Lan Temui MenTrans: Natuna Segera Jadi KAPET Maritim Terpadu, Buka Akses ke-9 Negara

Dikawal Ketat Sejak Administrasi hingga Laboratorium

Kepala Karantina Kepulauan Riau, Hasim, menjelaskan bahwa seluruh proses ekspor dilakukan dengan pengawasan ketat, dimulai dari tahap administrasi hingga pemeriksaan fisik dan kesehatan ikan.

“Pemeriksaan diawali dengan pengecekan kelengkapan dokumen, seperti packing list dan invoice yang diajukan pengguna jasa melalui aplikasi Best Trust. Setelah dinyatakan lengkap dan sesuai, barulah dilakukan pemeriksaan fisik media pembawa,” jelas Hasim.

BACA JUGA:  Cen Sui Lan Bersepakat dengan Menteri Basuki Tuntaskan Jalan Lingkar Pulau Serasan Natuna

Tak hanya itu, petugas karantina juga melakukan pemeriksaan langsung terhadap kondisi ikan serta pengujian laboratorium untuk memastikan seluruh komoditas dalam keadaan sehat dan bebas penyakit.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan, ikan dinyatakan sehat dan tidak terjangkit penyakit. Selanjutnya diterbitkan sertifikat kesehatan ikan sebagai syarat utama pengiriman ke luar negeri,” tambahnya.

Jaga Kepercayaan Pasar Internasional

Hasim menegaskan, peran karantina menjadi kunci penting dalam menjaga kepercayaan negara tujuan ekspor. Hong Kong, sebagai salah satu pasar utama produk perikanan hidup, menerapkan standar tinggi terhadap mutu dan kesehatan komoditas.

BACA JUGA:  Tangkap Ikan secara Ilegal di Laut Natuna, 2 Kapal Vietnam Diamankan 13 ABK Ditangkap

“Jaminan kesehatan dan kualitas adalah faktor utama agar ekspor berjalan lancar dan berkelanjutan,” ujarnya.

Sementara itu, Penanggung Jawab Satuan Pelayanan Natuna Karantina Kepulauan Riau, Iwan Setiawan, mengimbau para pelaku usaha perikanan agar selalu melaporkan komoditasnya ke karantina sebelum pengiriman.

“Kepatuhan pelaporan sangat penting untuk mempercepat proses pemeriksaan sekaligus menjamin kelancaran ekspor,” katanya.

Keberhasilan ekspor perdana ini diharapkan menjadi pembuka jalan bagi peningkatan ekspor perikanan Natuna sepanjang 2026, sekaligus memperkuat posisi Kepulauan Riau sebagai salah satu sentra perikanan unggulan nasional.

Penulis : DI

Editor : IZ

Berita Terkait

Nelayan Diusir Kapal Trawl Asing, Cen Sui Lan Minta Pangkoarmada RI dan KKP Perkuat Pengamanan Perairan Natuna Utara
Iduladha 1447 H di Natuna Kian Semarak, Raja Mustakim lewat KPDN Sponsori Pawai Obor dan Takbir
KPDN Salurkan Dua Ekor Sapi di Iduladha 1447 H, Warga Pengadah: “Sudah Beberapa Tahun Tak Dapat Daging Kurban”
Natuna Dilanda Tekanan Fiskal, Begini Strategi Cen Sui Lan Menghadapinya
Natuna Dorong Penggunaan Tas Belanja Ramah Lingkungan di Tengah Kenaikan Harga Plastik
Kejari Natuna Kawal Eksekusi 15 Tahanan ke Batam-Tanjungpinang, Tempuh Jalur Laut 30 Jam
Natuna Resmi Kantongi IPSKA dari Kemendag, Cen Sui Lan Dorong Produk Lokal Tembus Pasar Ekspor
KKP Setujui 9 Kampung Nelayan Merah Putih di Natuna, Cen Sui Lan: Dongkrak Ekonomi Warga

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 13:02 WIB

Nelayan Diusir Kapal Trawl Asing, Cen Sui Lan Minta Pangkoarmada RI dan KKP Perkuat Pengamanan Perairan Natuna Utara

Jumat, 29 Mei 2026 - 08:10 WIB

Iduladha 1447 H di Natuna Kian Semarak, Raja Mustakim lewat KPDN Sponsori Pawai Obor dan Takbir

Rabu, 27 Mei 2026 - 16:21 WIB

KPDN Salurkan Dua Ekor Sapi di Iduladha 1447 H, Warga Pengadah: “Sudah Beberapa Tahun Tak Dapat Daging Kurban”

Senin, 25 Mei 2026 - 14:06 WIB

Natuna Dilanda Tekanan Fiskal, Begini Strategi Cen Sui Lan Menghadapinya

Senin, 25 Mei 2026 - 05:50 WIB

Natuna Dorong Penggunaan Tas Belanja Ramah Lingkungan di Tengah Kenaikan Harga Plastik

Berita Terbaru