INIKEPRI.COM – Tangis haru orang tua bercampur tepuk tangan kebanggaan mewarnai Tasyakuran Perpisahan dan Wisuda Tahfiz Juz 30 MIN Tanjungpinang Tahun Pelajaran 2025/2026. Di balik momen perpisahan itu, madrasah tersebut kembali menorehkan prestasi dengan melahirkan 23 hafiz muda dari total 104 siswa yang resmi menuntaskan pendidikan dasar mereka.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Khusairi Usman Poltekkes Tanjungpinang, Sabtu (30/5/2026), menjadi momentum istimewa bagi para siswa, guru, dan orang tua yang menyaksikan perjalanan enam tahun pendidikan berakhir dengan penuh kebanggaan.
Acara dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Tanjungpinang, Erizal, Kasi Pendidikan Islam Zahid, kepala madrasah negeri dan swasta se-Kota Tanjungpinang, para Kepala KUA, pengawas madrasah, komite sekolah, majelis guru, tenaga kependidikan, serta wali murid.
Tahun ini, sebanyak 104 siswa kelas VI resmi dilepas. Dari jumlah tersebut, 23 siswa berhasil menyelesaikan program Tahfiz Juz 30 setelah melewati proses murojaah dan tasmi’ Al-Qur’an yang ketat serta disaksikan langsung oleh orang tua masing-masing.
Suasana semakin meriah dengan berbagai penampilan siswa yang menunjukkan kemampuan akademik dan bakat seni. Mulai dari marawis, tari persembahan, pembacaan Gurindam Dua Belas, puisi, hingga pidato Bahasa Inggris yang diselingi Bahasa Jepang sukses memukau para tamu undangan.
Dalam kesempatan tersebut juga diumumkan para siswa peraih nilai terbaik Tes Kemampuan Akademik (TKA) Tahun Pelajaran 2025/2026.
Untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia, nilai tertinggi diraih oleh Qanitah Evelyn Purnama dan Arvin Zakry Maulana dengan nilai 96,67, disusul Habib Al Ghazali Ramadhan dengan nilai 93,33.
Sementara pada mata pelajaran Matematika, nilai tertinggi diraih Kenzie Dzaky Hamizan Kawasi dengan nilai 86,67, diikuti Muhammad Tsaaqib Khoulan dengan nilai 83,33 dan Rayna Wirdani Yuhansah dengan nilai 76,67.
Adapun penghargaan Tahfiz Terbaik diberikan kepada Revano Anugrah Pratama atas kemampuan hafalan dan bacaan Al-Qur’an yang dinilai sangat baik.
Ketua Panitia, Umy Asriaty, menyampaikan apresiasi kepada seluruh orang tua siswa yang telah memberikan dukungan sehingga kegiatan dapat berlangsung sukses.
“Acara ini dapat terlaksana dengan baik berkat partisipasi dan dukungan dari semua pihak serta seluruh orang tua siswa. Kami mengucapkan terima kasih atas segala bantuan dan kerja sama yang telah diberikan,” ujarnya.
Kepala MIN Tanjungpinang, Asra, mengingatkan para siswa bahwa perpisahan bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal menuju jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
“Perpisahan hari ini bukan akhir, tetapi langkah awal menuju masa depan. Raihlah cita-cita setinggi mungkin karena dengan ilmu hidup akan menjadi lebih mudah,” pesannya.
Asra menjelaskan, dari 26 siswa yang mengikuti seleksi tahfiz, sebanyak 23 siswa berhasil lulus. Ke depan, program tahfiz akan terus diperkuat dengan target setiap lulusan MIN Tanjungpinang minimal memiliki hafalan satu juz Al-Qur’an.
Ia juga mengapresiasi capaian pendidikan Kepulauan Riau yang berhasil menempati peringkat ketiga nasional pada Tes Kemampuan Akademik jenjang SD/MI dan SMP/MTs.
“Prestasi akademik penting, tetapi akhlak, etika, dan budi pekerti harus tetap menjadi prioritas. Jika ingin sukses, jangan pernah meninggalkan salat lima waktu,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Tanjungpinang, Erizal, memberikan apresiasi atas perkembangan MIN Tanjungpinang yang dinilai berhasil mencetak generasi berprestasi sekaligus memiliki karakter dan kemampuan keagamaan yang kuat.
Ia berharap jumlah peserta wisuda tahfiz terus meningkat setiap tahun sehingga kemampuan membaca dan memahami Al-Qur’an menjadi identitas yang melekat pada setiap lulusan madrasah.
“Kami berharap semakin banyak siswa mengikuti wisuda tahfiz. Anak-anak madrasah harus mampu membaca Al-Qur’an dengan baik dan menjadikannya pedoman dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Erizal.
Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari nilai akademik, tetapi juga dari kualitas akhlak dan penghormatan kepada orang tua.
“Jika anak berprestasi tetapi tidak salat dan tidak menghormati orang tua, maka pendidikan belum sepenuhnya berhasil. Sebaliknya, akhlak yang baik adalah modal besar untuk masa depan,” katanya.
Kegiatan perpisahan dan wisuda tahfiz tersebut menjadi gambaran komitmen MIN Tanjungpinang dalam melahirkan generasi yang cerdas, religius, dan berkarakter. Dari ruang-ruang kelas madrasah itu, lahir harapan baru bagi masa depan Kepulauan Riau, generasi yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga kuat dalam iman dan akhlak mulia.
Penulis : DI
Editor : IZ

















