Batam Makin Strategis! RI-Singapura Sepakati 6 Kerja Sama, FTZ Kini Mencakup 22 Pulau

- Publisher

Rabu, 10 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (kiri) dan Wakil Perdana Menteri Singapura sekaligus Menteri Perdagangan dan Industri Gan Kim Yong (kanan) saat konferensi pers di Jakarta, Selasa (9/6/2026) Foto: ANTARA/Bayu Saputra

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (kiri) dan Wakil Perdana Menteri Singapura sekaligus Menteri Perdagangan dan Industri Gan Kim Yong (kanan) saat konferensi pers di Jakarta, Selasa (9/6/2026) Foto: ANTARA/Bayu Saputra

INIKEPRI.COM – Pemerintah Indonesia dan Singapura terus memperkuat kemitraan ekonomi strategis melalui peningkatan kerja sama di berbagai sektor, mulai dari investasi, ekonomi digital hingga pengembangan energi hijau. Kawasan Batam, Bintan, dan Karimun (BBK) menjadi salah satu fokus utama kolaborasi kedua negara.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan nilai investasi di kawasan BBK sepanjang 2025 mencapai 5,7 miliar dolar Amerika Serikat atau mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.

“Kerja sama di BBK pada 2025 mencatat investasi sebesar 5,7 miliar dolar AS dan meningkat dibandingkan tahun sebelumnya,” kata Airlangga Hartarto di Jakarta, Selasa.

BACA JUGA:  Pengembang Asal Batam Winner Group Melantai di Bursa, Harga IPO Rp100/Saham

Komitmen tersebut kembali ditegaskan dalam Pertemuan Menteri ke-16 Six Bilateral Economic Working Groups Ministerial Meeting (6WG MM) yang berlangsung di Jakarta, Senin (9/6). Pertemuan itu dipimpin bersama oleh Airlangga Hartarto dan Wakil Perdana Menteri Singapura yang juga menjabat Menteri Perdagangan dan Industri, Gan Kim Yong.

Menurut Airlangga, pengembangan kawasan perdagangan bebas (free trade zone atau FTZ) Batam terus diperluas. Cakupan wilayah FTZ kini bertambah dari delapan pulau menjadi 22 pulau.

Selain itu, kawasan Nongsa Digital Park di Batam akan terus dikembangkan guna mendukung pertumbuhan ekonomi digital dan menarik lebih banyak investasi berbasis teknologi.

BACA JUGA:  Wow! iPhone 15 Pro Max Ludes di Singapura, Harganya Segini

Pada sektor energi hijau, Indonesia dan Singapura juga mencatat kemajuan melalui proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) hasil kerja sama Sembcorp dan PT Sumber Energi Surya Nusantara (SESNA).

Proyek yang ditargetkan rampung pada 2027 tersebut akan menjadi salah satu PLTS skala utilitas terbesar di Indonesia dengan kapasitas mencapai 200 megawatt (MW). Fasilitas itu juga akan dilengkapi sistem penyimpanan energi baterai berkapasitas 80 megawatt hour (MWh).

Dalam pernyataan bersama kedua negara, kawasan Batam, Bintan, dan Karimun juga diarahkan menjadi pusat ekonomi digital regional melalui berbagai investasi pusat data yang tengah berjalan.

BACA JUGA:  Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2024 Resmi Dimulai

Sejumlah proyek strategis yang sedang dikembangkan antara lain perluasan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Nongsa, investasi pusat data oleh DayOne dan PT Equator Gate System di Batam, serta pembangunan fasilitas pusat data oleh DCI Indonesia di Bintan.

Penguatan kerja sama tersebut diharapkan semakin memperkokoh posisi kawasan BBK sebagai salah satu motor pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus pusat ekonomi digital dan energi hijau di kawasan Asia Tenggara.

Penulis : DI

Editor : IZ

Berita Terkait

Investasi Korea di Batam Tembus USD65,1 Juta, BP Batam Jemput Peluang Baru di Seoul
Kabar Baik bagi Pelanggan PLN Batam! Kompensasi Blackout Otomatis Masuk Tagihan November
Danantara Ambil Alih Pengelolaan PLN Batam, Keandalan Listrik Jadi Taruhan
80 UMKM Batam Ikuti Sampiran Project 2026, Literasi Digital Jadi Kunci Perluas Pasar
Biaya Haji 2027 Resmi Disepakati Rp98,46 Juta, Pelunasan Turun Jadi Rp23,24 Juta
Gas Natuna Selangkah Lagi Mengalir ke Batam, Pipa Bawah Laut WNTS–Pemping Berhasil Diuji
Batam Dibidik Investasi Data Center, PLN Siapkan Tambahan Kapasitas Listrik
Rp11 Miliar Disiapkan, Pemko Batam Sudah Salurkan Rp2,73 Miliar ke 23 Usaha Mikro

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:47 WIB

Investasi Korea di Batam Tembus USD65,1 Juta, BP Batam Jemput Peluang Baru di Seoul

Selasa, 20 Oktober 2026 - 08:10 WIB

Kabar Baik bagi Pelanggan PLN Batam! Kompensasi Blackout Otomatis Masuk Tagihan November

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Danantara Ambil Alih Pengelolaan PLN Batam, Keandalan Listrik Jadi Taruhan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:25 WIB

80 UMKM Batam Ikuti Sampiran Project 2026, Literasi Digital Jadi Kunci Perluas Pasar

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:39 WIB

Biaya Haji 2027 Resmi Disepakati Rp98,46 Juta, Pelunasan Turun Jadi Rp23,24 Juta

Berita Terbaru