Cen Sui Lan Gandeng Guspurla Koarmada I, Perkuat Pengamanan Laut Natuna dari Ancaman Kapal Ikan Asing

- Publisher

Kamis, 11 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Natuna Cen Sui Lan (tengah) saat foto bersama Danguspurla Koarmana Iaksamana Pertama TNI Nurlan (pertama kiri) dan Komandan Lanal Ranai Kolonel Laut (P) Ady Dharmawan usai pertemuan bersama nelayan di Kantor Bupati. Foto: INIKEPRI.COM

Bupati Natuna Cen Sui Lan (tengah) saat foto bersama Danguspurla Koarmana Iaksamana Pertama TNI Nurlan (pertama kiri) dan Komandan Lanal Ranai Kolonel Laut (P) Ady Dharmawan usai pertemuan bersama nelayan di Kantor Bupati. Foto: INIKEPRI.COM

INIKEPRI.COM – Pemerintah Kabupaten Natuna bersama Gugus Tempur Laut (Guspurla) Komando Armada I TNI Angkatan Laut memperkuat koordinasi dalam menjaga keamanan dan kenyamanan nelayan menyusul laporan dugaan keberadaan kapal ikan asing (KIA) di perairan Laut Natuna Utara.

Bupati Natuna Cen Sui Lan mengatakan pemerintah daerah memfasilitasi pertemuan antara Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Natuna dan perwakilan nelayan dengan sejumlah instansi terkait, seperti Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP), Guspurla Koarmada I, Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI, serta unsur terkait lainnya.

Pertemuan yang berlangsung di Kantor Bupati Natuna pada Rabu (10/6/2026) itu bertujuan menyamakan persepsi antara nelayan dan aparat berwenang guna menciptakan aktivitas penangkapan ikan yang aman dan nyaman.

BACA JUGA:  Cen Sui Lan Ajak Politikus Ajarkan Kebaikan di Ajang Pilkada Natuna

“Meski Natuna tidak memiliki kewenangan di wilayah laut, bukan berarti kami lepas tangan. Karena itu, kami mempertemukan nelayan dengan instansi berwenang agar berbagai temuan di lapangan dapat diketahui dan dicarikan solusi bersama,” kata Cen Sui Lan.

Selain menjadi wadah penyampaian aspirasi nelayan, kegiatan tersebut juga diisi dengan edukasi mengenai batas negara melalui pemetaan wilayah laut. Langkah itu dinilai penting mengingat Natuna berbatasan langsung dengan perairan Malaysia dan Vietnam.

Dalam pertemuan tersebut, nelayan menyampaikan adanya dugaan aktivitas kapal ikan asing sekitar 40 mil laut dari pulau-pulau terdepan Indonesia di wilayah Natuna. Kehadiran kapal-kapal tersebut diduga berdampak pada berkurangnya hasil tangkapan nelayan lokal.

Menurut informasi yang diterima pemerintah daerah, nelayan Natuna umumnya masih menggunakan alat tangkap tradisional berupa pancing, sedangkan kapal asing diduga memakai jaring berkapasitas besar dan teknologi yang lebih modern.

BACA JUGA:  Kepedulian Nyata: Bupati Natuna Bantu Korban Kebakaran dan Rumah Rusak Akibat Cuaca Ekstrem

Cen mengatakan laporan mengenai keberadaan kapal asing kerap terlambat diterima aparat karena sebagian nelayan belum memiliki sarana komunikasi yang memadai. Karena itu, Pemkab Natuna bersama Komandan Guspurla Koarmada I Laksamana Pertama TNI Nurlan akan mengupayakan dukungan alat komunikasi bagi nelayan.

“Kita memerlukan alat komunikasi agar nelayan dapat segera melaporkan temuan di lapangan kepada Guspurla atau Pos TNI AL terdekat sehingga dapat segera ditindaklanjuti,” ujarnya.

Ia menegaskan persoalan tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah. Pemkab Natuna akan terus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat, termasuk Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), guna mendukung perlindungan nelayan serta menjaga produktivitas sektor perikanan.

BACA JUGA:  Tim Pemenangan Cermin Gelar Rapat Pemantapan Kampanye, Ganda Yakin Menangkan Pilkada Natuna

“Kita juga akan berkoordinasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan agar kebijakan yang tidak cocok diterapkan untuk nelayan Natuna dapat ditinjau kembali,” kata Cen Sui Lan.

Sementara itu, Pengurus HNSI Natuna Aprizal mengapresiasi langkah Pemkab Natuna yang memfasilitasi pertemuan antara nelayan dengan instansi terkait.

“Bupati tidak hanya menjadi pendengar yang baik, tetapi juga telah memberikan kami ruang untuk berdiskusi dengan pihak berwenang,” ujar Aprizal.

Melalui sinergi tersebut, pemerintah daerah berharap perlindungan terhadap nelayan Natuna dapat semakin diperkuat, sekaligus menjaga keberlanjutan sektor perikanan di wilayah perbatasan Indonesia. :::

Penulis : RP

Editor : IZ

Berita Terkait

Enam Siswa MIS Darul Ulum Ranai Wakili Natuna pada OSN Tingkat Provinsi Kepri 2026
PLN Tambah Dua Mesin Mobiler di Sedanau, Pasokan Listrik Natuna Mulai Kembali Normal
DPRD Natuna Sepakati Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025, Fraksi Beri Sejumlah Catatan Strategis
Bupati Cen Sui Lan Lantik Delapan Pejabat Administrator dan Pengawas di Lingkungan Pemkab Natuna
Tinjau Revitalisasi SDN 001 Sedanau, Bupati Cen Sui Lan Dorong Dukungan Anggaran Pendidikan untuk Natuna
Kunjungi Bunguran Barat, Bupati Cen Sui Lan Gelar Pasar Murah dan Tinjau Sejumlah Proyek Strategis
Bupati Cen Sui Lan Salurkan Beras Cadangan Pemerintah untuk Warga Bunguran Barat
KPDN Perkuat Pembinaan Domino di Natuna, Hadiah Turnamen HUT Batu Hitam Naik Jadi Rp10 Juta

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 07:11 WIB

Enam Siswa MIS Darul Ulum Ranai Wakili Natuna pada OSN Tingkat Provinsi Kepri 2026

Senin, 20 Juli 2026 - 07:37 WIB

PLN Tambah Dua Mesin Mobiler di Sedanau, Pasokan Listrik Natuna Mulai Kembali Normal

Sabtu, 18 Juli 2026 - 08:27 WIB

DPRD Natuna Sepakati Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025, Fraksi Beri Sejumlah Catatan Strategis

Jumat, 17 Juli 2026 - 06:49 WIB

Bupati Cen Sui Lan Lantik Delapan Pejabat Administrator dan Pengawas di Lingkungan Pemkab Natuna

Kamis, 16 Juli 2026 - 12:08 WIB

Tinjau Revitalisasi SDN 001 Sedanau, Bupati Cen Sui Lan Dorong Dukungan Anggaran Pendidikan untuk Natuna

Berita Terbaru