INIKEPRI.COM — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia Kota Batam. Fayadh Athari Muhammad berhasil memperoleh Russian Government Scholarship 2026 dan akan melanjutkan pendidikan di bidang Nuclear Power Engineering di National Research Nuclear University MEPhI, Rusia.
Kesempatan tersebut menjadi capaian penting bagi Fayadh, sekaligus menunjukkan kemampuan pelajar Batam untuk bersaing dalam program pendidikan bertaraf internasional.
Kepala MAN Insan Cendekia Kota Batam, Kamal, mengatakan keberhasilan Fayadh tidak diraih secara instan. Menurutnya, pencapaian tersebut merupakan hasil dari persiapan akademik yang dilakukan secara terarah, kerja keras siswa, motivasi yang kuat, serta dukungan keluarga dan lingkungan madrasah.
“Keberhasilan Fayadh Athari Muhammad meraih Russian Government Scholarship 2026 merupakan hasil dari ikhtiar akademik yang terencana, kerja keras siswa, motivasi tinggi, serta dukungan keluarga dan madrasah,” ujar Kamal, Selasa (25/8/2026).
Kamal menjelaskan, MAN Insan Cendekia Kota Batam selama ini terus mengembangkan sistem pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga mempersiapkan peserta didik menghadapi pendidikan dan kompetisi di tingkat global.
Salah satunya melalui penerapan Cambridge International Education yang telah diterapkan di MAN Insan Cendekia Kota Batam sejak Juli 2023.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya madrasah memperkuat kompetensi akademik sekaligus memperluas kesiapan siswa untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi di dalam maupun luar negeri.
Persiapan menuju studi internasional juga dilakukan melalui pendampingan khusus. Madrasah memfasilitasi persiapan kemampuan bahasa Inggris melalui IELTS serta persiapan SAT. Siswa juga memperoleh pendampingan dari guru internal untuk menghadapi proses seleksi perguruan tinggi maupun program beasiswa luar negeri.
“Madrasah juga memfasilitasi persiapan IELTS dan SAT, serta memberikan pendampingan intensif melalui guru internal untuk persiapan studi dan beasiswa luar negeri,” kata Kamal.
Menurutnya, pola pendampingan tersebut tidak semata-mata diarahkan agar siswa lolos seleksi. Lebih jauh, siswa dipersiapkan memiliki kemampuan akademik, penguasaan bahasa, kemandirian serta daya saing yang dibutuhkan ketika memasuki lingkungan pendidikan internasional.
Fayadh nantinya akan menempuh pendidikan Nuclear Power Engineering di National Research Nuclear University MEPhI. Perguruan tinggi tersebut dikenal sebagai salah satu institusi pendidikan tinggi yang berfokus pada bidang nuklir dan teknologi.
Kamal berharap kesempatan yang diperoleh Fayadh dapat menjadi ruang untuk memperluas pengetahuan dan pengalaman, sekaligus membawa nama baik madrasah dan Indonesia selama menjalani pendidikan di Rusia.
Ia juga berpesan agar Fayadh tetap memegang teguh integritas serta nilai-nilai yang telah dibangun selama menempuh pendidikan di MAN Insan Cendekia Kota Batam.
“Semoga Fayadh dapat menjaga integritas serta nama baik almamater dan Indonesia selama menjalani studi di Rusia. Semoga pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh dapat berkontribusi bagi pengembangan sains dan teknologi serta kemajuan bangsa,” pungkas Kamal.
Capaian Fayadh menjadi gambaran bahwa pendidikan di daerah juga dapat membuka jalan menuju panggung global. Dari Batam, ia kini bersiap menempuh perjalanan akademik di Rusia dengan bidang studi yang memiliki keterkaitan erat dengan perkembangan sains dan teknologi masa depan.
Penulis : RBP
Editor : IZ

















