Amsakar Tantang 1.600 Mahasiswa Baru UIS Batam: Jangan Jadi Penonton di Tengah Perubahan

- Publisher

Senin, 7 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Batam Amsakar Achmad bersama mahasiswa baru Universitas Ibnu Sina (UIS) Batam dalam Kuliah Umum Angkatan 2026 di Swiss-Belhotel Harbour Bay. Foto: INIKEPRI.COM/Media Center Batam

Wali Kota Batam Amsakar Achmad bersama mahasiswa baru Universitas Ibnu Sina (UIS) Batam dalam Kuliah Umum Angkatan 2026 di Swiss-Belhotel Harbour Bay. Foto: INIKEPRI.COM/Media Center Batam

INIKEPRI.COM – Ribuan mahasiswa baru Universitas Ibnu Sina (UIS) Batam mendapat suntikan semangat dari Wali Kota Batam Amsakar Achmad. Di hadapan sekitar 1.600 mahasiswa, Amsakar mengingatkan bahwa dunia yang mereka masuki bukan ruang untuk sekadar menjadi penonton.

Pesan itu disampaikan Amsakar saat menjadi pembicara dalam Kuliah Umum Angkatan 2026 UIS Batam di Swiss-Belhotel Harbour Bay, Minggu (6/9/2026) malam.

Mengangkat tema “Membangun Generasi Unggul Berintegritas, Berjiwa Entrepreneur, dan Berdaya Saing Global Berbasis Nilai Madani di Kawasan Industri dan Perbatasan Indonesia”, kuliah umum tersebut menjadi momentum bagi mahasiswa baru untuk melihat pendidikan sebagai bekal mengambil peran dalam pembangunan.

Bagi Amsakar, menjadi generasi unggul tidak cukup hanya dengan menyandang status mahasiswa. Ada proses panjang yang membutuhkan kesungguhan, disiplin dan kerja keras.

“Tidak ada tempat untuk bersantai atau belajar ala kadarnya jika kita ingin menjadi manusia unggul dan dicatat oleh sejarah. Keberhasilan membutuhkan kerja keras yang melampaui batas biasa,” tegas Amsakar di hadapan ribuan mahasiswa.

BACA JUGA:  Amsakar: Tugas Kita Bersama Siapkan Generasi Tangguh

Batam Sedang Berubah, Anak Muda Harus Bersiap

Amsakar kemudian membawa mahasiswa melihat Batam dari perspektif yang lebih luas.

Menurutnya, Batam tidak lagi hanya bertumpu pada perdagangan dan industri manufaktur. Kota ini terus bergerak menuju berbagai sektor baru yang membutuhkan sumber daya manusia dengan kompetensi berbeda.

Ia menyebut keberadaan Nongsa Digital Park (NDP), industri maintenance, repair and overhaul (MRO) penerbangan, hingga peluang investasi di bidang teknologi sebagai bagian dari perkembangan tersebut.

Termasuk di dalamnya potensi industri berbasis teknologi seperti graphics processing unit (GPU) dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

BACA JUGA:  PW GPII Kepri: Wali Kota dan Kepala BP Batam Harus Bertanggung Jawab

Perubahan itu, kata Amsakar, menjadi peluang sekaligus tantangan bagi generasi muda Batam.

Mahasiswa tidak bisa hanya menunggu dunia kerja datang menghampiri. Mereka harus mempersiapkan diri sejak berada di bangku kuliah.

Penguasaan ilmu pengetahuan dan pendidikan yang relevan menjadi modal penting, terutama karena Batam berada di kawasan industri sekaligus wilayah perbatasan Indonesia.

IPK Penting, Tetapi Karakter Tak Kalah Penting

Amsakar menilai pendidikan tinggi tidak seharusnya berhenti pada pencapaian akademik.

Mahasiswa perlu membangun kemampuan beradaptasi, integritas, karakter dan keberanian untuk berwirausaha.

Sebab, perubahan teknologi berlangsung begitu cepat. Kompetensi yang dibutuhkan industri hari ini dapat berkembang dan berubah dalam waktu yang tidak terlalu lama.

Karena itu, mahasiswa didorong untuk memiliki kemauan belajar yang terus tumbuh serta keberanian membaca peluang.

Batam sendiri, menurut Amsakar, menyediakan ruang yang cukup besar bagi generasi muda untuk mengambil bagian dalam perkembangan ekonomi daerah.

BACA JUGA:  PLN Batam Bangun PLTGU Canggih 120 MW, Perkuat Batam Jadi Pusat Energi Industri Nasional

Tantangannya tinggal bagaimana mahasiswa mempersiapkan diri agar ketika kesempatan datang, mereka sudah memiliki kemampuan untuk memanfaatkannya.

“Pemerintah Kota Batam siap terus berkolaborasi dengan institusi pendidikan tinggi seperti Universitas Ibnu Sina demi mencetak sumber daya manusia yang kompeten, berintegritas, dan mampu bersaing di tingkat global,” pungkasnya.

Malam itu, pesan Amsakar kepada mahasiswa baru UIS Batam terasa sederhana tetapi penting: kuliah bukan sekadar mengejar gelar. Ia adalah masa untuk menyiapkan diri agar kelak mampu menciptakan perubahan.

Di kota yang terus tumbuh seperti Batam, generasi muda tidak cukup hanya menjadi penonton dari pembangunan. Mereka harus bersiap menjadi bagian dari orang-orang yang menentukan ke mana kota ini bergerak.

Penulis : RP

Editor : IZ

Berita Terkait

Kaveling Laut Batam Dikembalikan ke BP Batam, Amsakar Tegaskan Tata Ruang Terintegrasi
Soroti Konten TikTok @human.activity yang Dinilai Provokatif, Relawan ASLI Datangi Tim Siber Polda Kepri
Dinilai Lampaui Batas Kritik, Relawan ASLI Siapkan Laporan terhadap Akun TikTok @human.activity
Perkuat Kepedulian terhadap Sesama, BP Batam Gelar Donor Darah dalam Rangkaian Hari Bakti ke-55
Hari Santri Nasional 2026, Sekda Batam Dorong Santri Kuasai Teknologi
DPRD Batam Setujui Ranperda Pengelolaan Sampah, Fokus pada Sistem Terpadu
BP Batam Perkuat Kompetensi Pegawai melalui Pelatihan dan Sertifikasi K3
Kritik Boleh, Provokasi Jangan: Pesan Iman Sutiawan di Tengah Polemik Blackout

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:34 WIB

Kaveling Laut Batam Dikembalikan ke BP Batam, Amsakar Tegaskan Tata Ruang Terintegrasi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:40 WIB

Soroti Konten TikTok @human.activity yang Dinilai Provokatif, Relawan ASLI Datangi Tim Siber Polda Kepri

Jumat, 23 Oktober 2026 - 00:30 WIB

Dinilai Lampaui Batas Kritik, Relawan ASLI Siapkan Laporan terhadap Akun TikTok @human.activity

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:00 WIB

Perkuat Kepedulian terhadap Sesama, BP Batam Gelar Donor Darah dalam Rangkaian Hari Bakti ke-55

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Hari Santri Nasional 2026, Sekda Batam Dorong Santri Kuasai Teknologi

Berita Terbaru