INIKEPRI.COM – Kepedulian terhadap musibah kebakaran hutan tak selalu harus datang dari mereka yang berada dekat dengan pusat kota.
Dari kawasan hinterland Batam, pelajar SMA Negeri 13 Batam di Pulau Terong justru menunjukkan kepeduliannya melalui aksi nyata. Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) SMAN 13 Batam menggalang dana untuk membantu masyarakat yang terdampak kebakaran hutan di sejumlah wilayah Indonesia.
Penggalangan dana dilakukan selama tiga hari, mulai Selasa hingga Kamis. Aksi tersebut tidak hanya berlangsung di lingkungan sekolah, tetapi juga menyasar sejumlah desa dan warga di wilayah Kelurahan Pulau Terong.
Dari aksi tersebut, para pelajar berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp4.180.000.
Ketua OSIS SMAN 13 Batam, Muhammad Arviansyah, mengatakan aksi tersebut lahir dari kepedulian para siswa terhadap kondisi kebakaran hutan yang menimbulkan kabut asap di sejumlah wilayah.
Gerakan itu mendapat dukungan dari pembina OSIS dan kepala sekolah.

Menurut Arviansyah, meski jumlah dana yang terkumpul belum besar, bantuan tersebut diharapkan dapat menjadi bagian kecil dari upaya membantu masyarakat yang terdampak maupun mereka yang berada di lapangan menghadapi kebakaran hutan.
“Bantuan ini diharapkan dapat turut membantu meringankan saudara-saudara kita yang sedang memadamkan kebakaran hutan maupun yang terdampak langsung, walaupun nominalnya belum begitu besar,” ujarnya.
Peristiwa tersebut, kata dia, semakin mendapat perhatian karena dampak asap mulai terasa hingga wilayah Kepulauan Riau.
“Kebakaran dan asap sudah masuk wilayah Kepri, tentu kami merasa peristiwa ini harus segera ditangani dengan segera,” tegasnya.
Dikumpulkan dari Sekolah hingga Warga
Dana yang terkumpul selanjutnya akan disalurkan melalui Kitabisa.com/Patunganuntukhutan, sebuah gerakan penggalangan bantuan yang diinisiasi Ferry Irwandi.
Arviansyah menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang ikut mendukung aksi tersebut, mulai dari warga sekolah, guru, hingga masyarakat di sekitar Pulau Terong.
“Dana ini akan kami salurkan ke Kitabisa.com/Patunganuntukhutan yang diinisiasi oleh Ferry Irwandi. Kami mengucapkan terima kasih kepada warga sekolah, warga desa, dan guru-guru kami atas pembinaan dan menyukseskan aksi nyata ini,” ujarnya.
Kepala SMAN 13 Batam, Aluddin, memberikan apresiasi atas gerakan yang dilakukan para siswa.
Menurutnya, pendidikan tidak hanya berbicara mengenai capaian akademik. Ada nilai yang tidak kalah penting untuk ditanamkan kepada peserta didik, yakni kesadaran, kepekaan, dan kepedulian terhadap lingkungan serta sesama.

“Apresiasi setingginya untuk anak-anak kami. Berkat bimbingan para guru-guru hebat di hinterland, tentunya walaupun jauh dari kota saya pikir kita tak boleh kalah saing,” kata Aluddin.
Ia menilai aksi tersebut menjadi contoh bahwa keterbatasan jarak dengan pusat kota bukan alasan bagi pelajar untuk tidak mengambil bagian dalam persoalan yang terjadi di tengah masyarakat.
“Yang paling penting untuk mencapai keberhasilan dari pendidikan yang baik adalah kesadaran, kepekaan, dan kepedulian terhadap sesama,” ujarnya.
Aluddin berharap bantuan yang dikumpulkan para siswa dapat memberikan manfaat bagi masyarakat terdampak serta ikut mendukung upaya penanganan kebakaran hutan.
“Semoga dengan gerakan ini turut membantu bagi yang terdampak dan Indonesia segera pulih dari kebakaran hutan,” katanya.
Aksi para pelajar SMAN 13 Batam itu mungkin berangkat dari jumlah yang sederhana. Namun dari Pulau Terong, pesan yang disampaikan cukup besar: kepedulian tidak mengenal jarak, dan anak-anak sekolah pun dapat mengambil bagian ketika lingkungan dan sesama membutuhkan perhatian.
Penulis : IZ

















