Tutup Sembang Budaye LAM, Amsakar Dorong Budaya Melayu Jadi Kekuatan Pariwisata

- Publisher

Senin, 14 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Batam Amsakar saat menghadiri penutupan Sembang Budaye Lembaga Adat Melayu (LAM) enam kecamatan wilayah timur di Lapangan Bola Legenda Malaka, Kelurahan Baloi Permai, Kecamatan Batam Kota. Foto: INIKEPRI.COM/Media Center Batam

Wali Kota Batam Amsakar saat menghadiri penutupan Sembang Budaye Lembaga Adat Melayu (LAM) enam kecamatan wilayah timur di Lapangan Bola Legenda Malaka, Kelurahan Baloi Permai, Kecamatan Batam Kota. Foto: INIKEPRI.COM/Media Center Batam

INIKEPRI.COM – Wali Kota Batam Amsakar Achmad menegaskan bahwa budaya Melayu bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan bagian penting dari identitas daerah yang perlu terus dirawat dan dikembangkan.

Menurut Amsakar, kekayaan adat dan seni budaya Melayu juga dapat menjadi kekuatan baru dalam memperkuat daya tarik pariwisata Batam.

Hal itu disampaikan Amsakar saat menghadiri penutupan Sembang Budaye Lembaga Adat Melayu (LAM) enam kecamatan wilayah timur di Lapangan Bola Legenda Malaka, Kelurahan Baloi Permai, Kecamatan Batam Kota, Minggu (13/9/2026) malam.

Kegiatan yang mengangkat tema “Menjulang Adat dan Marwah dengan Merangkai Seni Budaya Melayu” tersebut melibatkan enam kecamatan, yakni Bulang, Galang, Nongsa, Batam Kota, Sungai Beduk dan Bengkong.

Berbagai kesenian Melayu ditampilkan dalam kegiatan itu. Mulai dari Joget Lambak, Joget 60-an, Tarung Pantun hingga lantunan Gurindam 12. Suasana semakin meriah dengan penampilan artis Malaysia Roger Kajol dan Grup Malaykustik.

Budaya Bukan Sekadar Seremoni

Amsakar mengatakan, Sembang Budaye menjadi salah satu ikhtiar untuk memperjelas identitas Batam sebagai daerah yang memiliki akar budaya Melayu yang kuat.

BACA JUGA:  Amsakar Putuskan Tidak Jadi Ambil Formulir Pendaftaran di Partai NasDem, Tapi...

“Ini adalah ikhtiar kita untuk meletakkan secara jelas identitas negeri,” ujar Amsakar.

Ia menilai pelestarian budaya tidak cukup hanya dilakukan melalui pertunjukan atau kegiatan seremonial. Lebih dari itu, pemerintah perlu menghadirkan kebijakan yang mampu memberikan kepastian terhadap keberlangsungan adat, sejarah dan budaya Melayu.

Amsakar menyebut Pemerintah Kota Batam telah memiliki Peraturan Daerah tentang Lembaga Adat Melayu Provinsi Kepulauan Riau di Kota Batam.

Selain itu, Pemko Batam bersama pihak terkait juga tengah memfinalisasi Perda tentang Kampung Tua.

Menurutnya, kedua regulasi tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam menjaga identitas dan akar sejarah masyarakat Batam.

“Dua Perda ini semakin menegaskan bahwa keberpihakan terhadap negeri ini melalui budaya harus betul-betul nyata,” katanya.

Dorong Batam sebagai Destinasi Wisata Budaya

Amsakar berharap kegiatan seni dan budaya seperti Sembang Budaye dapat terus dikembangkan serta memberi manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

BACA JUGA:  Peringatan Hari Pramuka ke-64: Pesan Kebangsaan dan Atraksi Spektakuler di Dataran Engku Putri

Selain menjadi ruang untuk memperkenalkan kembali tradisi Melayu kepada generasi muda, kegiatan tersebut juga dinilai berpotensi memperkaya sektor pariwisata Batam.

“Melalui suguhan budaya ini dapat memberikan nilai tambah bagi Batam untuk menegaskan Batam sebagai destinasi wisata budaya,” ujar Amsakar.

Ia menilai seni pertunjukan, pantun, gurindam, musik dan tari Melayu dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan yang ingin mengenal karakter serta sejarah Batam.

Dengan demikian, kebudayaan tidak hanya ditempatkan sebagai kegiatan pelestarian, tetapi juga dapat menjadi bagian dari pengembangan ekonomi dan pariwisata daerah.

LAM Apresiasi Dukungan Pemko Batam

Ketua Umum LAM Kepri Kota Batam Raja Muhammad Amin mengatakan, Sembang Budaye digelar dalam rangka memperingati Hari Jadi LAM Batam ke-26.

Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi masyarakat untuk berkumpul, bersilaturahmi sekaligus mengenal dan menghidupkan kembali berbagai kesenian Melayu.

Raja Muhammad Amin juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Batam, khususnya Wali Kota Amsakar Achmad, atas dukungan terhadap keberadaan dan penguatan kelembagaan adat Melayu.

BACA JUGA:  Amsakar : Bekali Generasi Muda dengan Al-Qur’an

“Kami mengucapkan ribuan terima kasih kepada Wali Kota Batam karena di era beliaulah LAM memiliki Perda,” katanya.

Rangkaian Sembang Budaye tidak berhenti di wilayah timur. Kegiatan serupa dijadwalkan berlanjut di wilayah barat pada 3 Oktober 2026 di Kecamatan Sekupang.

Amsakar Berbaur Bersama Masyarakat

Penutupan Sembang Budaye berlangsung dalam suasana akrab. Alunan musik Melayu, pantun, gurindam dan tarian menyatu dengan antusiasme masyarakat yang memadati lokasi kegiatan.

Amsakar turut berjoget bersama masyarakat. Momen tersebut menambah kehangatan acara sekaligus memperlihatkan bahwa seni dan budaya dapat menjadi ruang perjumpaan yang dekat antara pemerintah dan warga.

Dari panggung Sembang Budaye, pesan yang mengemuka bukan hanya tentang menjaga tradisi, tetapi juga bagaimana budaya Melayu terus dihidupkan agar tetap menjadi bagian dari wajah Batam hari ini dan masa depan.

Sebab, identitas sebuah negeri tidak hanya tersimpan dalam sejarah, tetapi juga tumbuh melalui kebiasaan, kesenian dan nilai-nilai yang terus diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Penulis : RP

Editor : IZ

Berita Terkait

Bentrokan Maut Jembatan 3 Barelang Tewaskan Dua Orang, Polisi Dalami Konflik Lahan
Mulai Besok! Operasi Pasar Murah Hadir di 6 Lokasi Batam, Ini Jadwalnya
Tak Perlu Tunggu Weekend, MaxOne Batam Tawarkan Staycation 24 Jam Mulai Rp718 Ribu
Hadiri KFJS, Amsakar Ajak KAHMI dan Masyarakat Perkuat Kolaborasi
Amsakar: Batam Butuh Kekompakan, Bukan Perbincangan Kontraproduktif
Buka Mubes PK NTT, Amsakar Serukan Persaudaraan dan Rasa Memiliki terhadap Batam
Warga Batam Minta Dipulangkan dari Kamboja, Pemko Tunggu Data Keluarga untuk Penelusuran
Batam Jadi Daerah Pertama, Amsakar Gandeng APINDO Prioritaskan 15–20 Persen Rekrutmen untuk Warga Lokal

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 18:36 WIB

Bentrokan Maut Jembatan 3 Barelang Tewaskan Dua Orang, Polisi Dalami Konflik Lahan

Senin, 14 September 2026 - 13:55 WIB

Mulai Besok! Operasi Pasar Murah Hadir di 6 Lokasi Batam, Ini Jadwalnya

Senin, 14 September 2026 - 11:45 WIB

Tak Perlu Tunggu Weekend, MaxOne Batam Tawarkan Staycation 24 Jam Mulai Rp718 Ribu

Senin, 14 September 2026 - 08:36 WIB

Tutup Sembang Budaye LAM, Amsakar Dorong Budaya Melayu Jadi Kekuatan Pariwisata

Minggu, 13 September 2026 - 13:02 WIB

Hadiri KFJS, Amsakar Ajak KAHMI dan Masyarakat Perkuat Kolaborasi

Berita Terbaru