Delegasi Indonesia Walk Out Saat Netanyahu Naik ke Podium Sidang PBB

- Publisher

Jumat, 25 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Delegasi Indonesia walk out. Foto: Istimewa

Delegasi Indonesia walk out. Foto: Istimewa

INIKEPRI.COM — Delegasi Indonesia melakukan aksi walk out dari ruang Sidang ke-81 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Kamis (24/9/2026) waktu setempat, ketika Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bersiap menyampaikan pidato.

Aksi tersebut terekam dalam dokumentasi yang disampaikan Perutusan Tetap Republik Indonesia (PTRI) di New York dan diterima di Jakarta pada Jumat pagi.

Dalam rekaman tersebut, para diplomat Indonesia yang sebelumnya berada di kursi delegasi terlihat meninggalkan ruang sidang ketika Netanyahu dipersilakan menuju podium untuk menyampaikan pernyataan nasionalnya.

Bukan hanya Indonesia, sejumlah delegasi negara lain juga terlihat meninggalkan tempat duduk mereka. Aksi keluar bersama itu membuat suasana di aula Majelis Umum PBB menjadi riuh.

Pemimpin sidang bahkan mengetukkan palu untuk meminta para delegasi menjaga ketertiban. Banyaknya delegasi yang meninggalkan ruangan juga membuat antrean di pintu keluar.

Netanyahu kemudian memberikan komentar sebelum memulai pidatonya. Ia menyindir para delegasi yang masih berada di dalam ruangan agar segera meninggalkan aula.

BACA JUGA:  Di Spanyol, Jejak Virus Corona Ditemukan Sudah Ada Sejak Maret 2019

“Sebelum saya mulai, jika ada pengecut moral yang masih belum keluar dari aula ini, tolong lakukan sekarang,” kata Netanyahu sebagaimana disiarkan UN Web TV.

Sikap Indonesia soal Gaza

Aksi walk out tersebut berlangsung di tengah perhatian internasional terhadap situasi di Jalur Gaza dan perkembangan konflik di kawasan.

Indonesia sendiri dalam berbagai forum internasional terus menyampaikan perhatian terhadap kondisi masyarakat Palestina, termasuk pentingnya penghentian kekerasan, gencatan senjata, serta akses bantuan kemanusiaan.

Menteri Luar Negeri RI Sugiono menegaskan bahwa upaya menjaga perdamaian di Gaza harus berjalan beriringan dengan pemulihan kehidupan masyarakat setempat.

Pernyataan itu disampaikan Sugiono dalam pertemuan tingkat tinggi mengenai pemulihan awal Jalur Gaza yang berlangsung di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB, Rabu (23/9) waktu setempat.

“Bagi rakyat Gaza, perdamaian harus berarti lebih dari sekadar tidak adanya kekerasan. Mereka harus dapat membangun kembali kehidupan yang layak dan bermartabat,” kata Sugiono, sebagaimana keterangan tertulis Kementerian Luar Negeri RI.

Menurut Indonesia, penghentian kekerasan, pelaksanaan gencatan senjata, serta pembukaan akses bantuan kemanusiaan harus menjadi prioritas utama.

BACA JUGA:  Menaker Beri Semangat Peserta Magang di Thailand Tingkatkan Kompetensi

Namun, bantuan tersebut dinilai perlu diikuti dengan langkah pemulihan layanan dasar, infrastruktur dan penghidupan masyarakat Gaza agar pemulihan dapat berlangsung dalam jangka panjang.

“Pemulihan Gaza membutuhkan pasokan dan sumber daya yang memadai untuk mengembalikan layanan dasar dan membangun kembali infrastruktur,” ujar Sugiono.

Pemulihan Gaza Harus Dipimpin Palestina

Dalam pertemuan tersebut, Sugiono juga menyampaikan pentingnya keterlibatan masyarakat Palestina dalam menentukan masa depan Gaza.

Ia mengatakan proses pemulihan harus dipimpin dan dimiliki oleh rakyat Palestina. Karena itu, dukungan internasional perlu diarahkan untuk memperkuat kapasitas pihak Palestina dalam menentukan arah masa depan wilayah tersebut.

Sugiono juga menyebut Komite Nasional untuk Administrasi Gaza (NCAG), yang terkait dengan Dewan Perdamaian (BoP), memiliki peran dalam mendorong langkah nyata pemulihan Gaza sesuai dengan harapan masyarakat setempat.

Pertemuan tingkat tinggi itu menjadi bagian dari pembahasan internasional mengenai tahapan pemulihan Jalur Gaza sebagaimana diatur dalam Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 2803.

BACA JUGA:  Singapura Bakal Izinkan Masuk Wisatawan, Asal..

Sugiono Pimpin Delegasi Indonesia

Dalam Sidang Majelis Umum PBB 2026, Indonesia diwakili Menteri Luar Negeri Sugiono sebagai kepala delegasi RI.

Sugiono berada di New York sejak Senin (21/9) waktu setempat dan mengikuti sejumlah agenda serta pertemuan tingkat tinggi yang membahas berbagai isu internasional.

Ia dijadwalkan menyampaikan pernyataan nasional Indonesia dalam sesi Debat Umum Sidang Majelis Umum PBB pada Sabtu malam (26/9) waktu setempat.

Sementara itu, Netanyahu dilaporkan hanya berada sekitar enam jam di Amerika Serikat untuk menghadiri Sidang Majelis Umum PBB. Berdasarkan laporan yang dikutip dari Jerusalem Post dan Sputnik, Netanyahu juga tidak dijadwalkan bertemu dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump maupun Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio.

Aksi walk out delegasi Indonesia menjadi salah satu momen yang menarik perhatian dalam rangkaian Sidang Majelis Umum PBB 2026, di tengah pembahasan mengenai konflik, perdamaian, bantuan kemanusiaan, serta masa depan pemulihan Gaza.

Penulis : RP

Editor : IZ

Berita Terkait

Obama Bicara soal AI jika Maju Capres AS 2028: Anak-anak Harus Dilindungi
BP Batam Perkuat Promosi KEK Pariwisata Kesehatan Internasional Batam di Medical Fair 2026
BP Batam Tawarkan Proyek Waste to Energy kepada Calon Mitra di Jepang
Ferrari Luce Pertama Laku Rp713,7 Miliar, Pembelinya Dokter Mata Berusia 87 Tahun
Guci Tua Berisi 100 Lebih Perhiasan yang Terkubur 1.200 Tahun, Ditemukan di Jalur Haji Menuju Makkah
AS: Jalur Pelayaran Sementara di Selat Hormuz Dibuka Tanpa Izin dan Biaya
Puluhan Ribu Xpeng X9 Direcall! Masalah Suspensi Udara Berpotensi Ganggu Kendali Mobil, Apakah Unit Indonesia Terdampak?
Anwar Ibrahim Tegaskan Malaysia Akan Usir Warga Israel yang Masuk ke Negaranya

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 08:12 WIB

Delegasi Indonesia Walk Out Saat Netanyahu Naik ke Podium Sidang PBB

Selasa, 15 September 2026 - 07:49 WIB

Obama Bicara soal AI jika Maju Capres AS 2028: Anak-anak Harus Dilindungi

Minggu, 13 September 2026 - 12:32 WIB

BP Batam Perkuat Promosi KEK Pariwisata Kesehatan Internasional Batam di Medical Fair 2026

Senin, 7 September 2026 - 10:51 WIB

BP Batam Tawarkan Proyek Waste to Energy kepada Calon Mitra di Jepang

Kamis, 20 Agustus 2026 - 07:13 WIB

Ferrari Luce Pertama Laku Rp713,7 Miliar, Pembelinya Dokter Mata Berusia 87 Tahun

Berita Terbaru