Waspadai! Orang Obesitas Lebih Mudah Terinfeksi Covid-19

- Admin

Minggu, 30 Agustus 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Batam, inikepri.com – Orang obesitas disebut mudah tertular Covid-19 selama pandemi. Bahkan berdasarkan laporan yang diterbitkan oleh jurnal Obesity Reviews menyebut, obesitas dapat meningkatkan risiko kematian akibat Covid-19 sebesar 50 persen.

Para peneliti di University of North Carolina, Chapel Hill, menganalisis literatur yang diterbitkan tentang pasien dengan virus corona Covid-19. Mereka menemukan orang obesitas dengan BMI di atas 30 berpotensi lebih besar dirawat di rumah sakit atau ICU.

Tim peneliti juga menyatakan orang obesitas memiliki risiko kematian lebih tinggi hingga 48 persen. Laporan tersebut melihat data dan memeriksa hubungan antara obesitas dengan komplikasi parah dari Covid-19.

Para penulis menyatakan bahwa faktor risiko yang mendasari virus Sars-CoV-2, penyebab Covid-19 dengan penyakit penyerta. Seperti diabetes tipe 2, penyakit jantung, ginjal kronis, penyakit hati, dan hipertensi sering dikaitkan dengan obesitas.

Baca Juga :  Sedih! Sekeluarga Wafat Setelah Terkena Covid-19, Jenazah Dimakamkan Bersamaan

Orang obesitas juga dapat mengalami perubahan metabolisme yang mengakibatkan peradangan, masalah dengan insulin, dan sistem kekebalan tubuh. Sehingga dapat menghambat kemampuan seseorang untuk melawan Covid-19.

“Semua faktor ini dapat memengaruhi metabolisme sel kekebalan, yang menentukan bagaimana tubuh merespons patogen, seperti virus corona SARS-CoV-2,” kata Profesor Nutrisi di Gillings School, Melinda Beck, Ph.D, melansir dari Fox News.

Selain itu, orang obesitas juga lebih mungkin mengalami penyakit fisik seperti sleep apnea. Hal ini meningkatkan hipertensi pulmonal atau indeks massa tubuh, yang menimbulkan kesulitan penanganan di rumah sakit.

Penelitian itu juga mencatat bahwa studi sebelumnya oleh para peneliti telah menemukan bahwa vaksin flu tidak efektif pada orang dewasa yang mengalami obesitas. Hal ini tentu menimbulkan kekhawatiran terhadap vaksin Covid-19 yang kini sedang dalam tahap uji klinis.

Baca Juga :  Walikota Batam Salat Ied di Dataran Engku Putri, Ibadah Berlangsung Khidmat Meski Ditengah Pandemi Corona

“Namun, kami tidak mengatakan bahwa vaksin tidak akan efektif pada populasi dengan obesitas. Tetapi obesitas harus dipertimbangkan sebagai faktor pengubah untuk dipertimbangkan untuk pengujian vaksin. Bahkan vaksin yang kurang protektif masih akan menawarkan beberapa tingkat kekebalan,” lanjut Beck.

Ditambah lagi dengan kegiatan Work From Home (WFH) membuat seseorang mengalami penurunan aktivitas fisik. Tentunya hal ini tidak efektif untuk menjaga berat badan yang sehat.

Profesor Nutrisi di UNC Gillings School of Global Public Health, Barry Popkin, Ph.D mengatakan, pergulatan finansial selama pandemi dan terbatasnya ketersediaan makanan sehat, telah menempatkan orang pada risiko untuk mengonsumsi makanan yang tidak sehat.

“Kami tidak hanya di rumah lebih banyak dan mengalami lebih banyak stres karena pandemi. Tapi juga sering mengunjungi toko bahan makanan. Ini berarti permintaan makanan cepat saji dan minuman manis meningkat,” kata Popkin

Baca Juga :  Indonesia Tetapkan Empat Strategi Nasional untuk Eliminasi TB

Tak sedikit orang konsumsi junk food, memiliki gula yang tinggi dan lemak jenuh, serta sarat dengan karbohidrat. Semuanya meningkatkan risiko tidak hanya penambahan berat badan berlebih, tetapi juga penyakit utama yang tidak menular.

Popkin yang merupakan anggota Program Penelitian Pangan Global di UNC, menambahkan bahwa laporan yang diterbitkan menyoroti perlunya pejabat pemerintah untuk menerapkan kebijakan untuk mencegah obesitas.

Popkin membahas langkah-langkah penerapan seperti membatasi pemasaran junk food untuk anak-anak, memajaki makanan manis, dan menempatkan label peringatan pada makanan tinggi lemak, garam, dan gula.

“Mengingat ancaman signifikan Covid-19 bagi individu dengan obesitas, kebijakan makanan sehat dapat memainkan peran pendukung dan sangat penting dalam mitigasi mortalitas dan morbiditas Covid-19,” pungkasnya.

Sumber : www.okezone.com

Berita Terkait

Ingin Bakar Lemak? Jalan Kaki Ternyata Bisa Lebih Unggul dari Lari
Relate Banget! Ini Tanda-Tanda Halus Anda Mulai Menua
Inilah 4 Hormon Bahagia di Otak dan Cara Sederhana Memicunya
Cegah Penyakit Sejak Dini, Begini Cara Skrining Kesehatan BPJS Secara Online
Rahasia Superfood Buah Kiwi, Sahabat Sehat dan Cantik untuk Wanita
Suka Makan Durian? Ini Alasan Kolesterol Bisa Ikut Naik
Tak Takut Maag, Ini Makanan Penambah Darah yang Ramah Lambung
Manfaat Mandi Subuh, Dari Daya Tahan Tubuh hingga Kesehatan Mental

Berita Terkait

Rabu, 14 Januari 2026 - 07:47 WIB

Ingin Bakar Lemak? Jalan Kaki Ternyata Bisa Lebih Unggul dari Lari

Senin, 12 Januari 2026 - 08:03 WIB

Relate Banget! Ini Tanda-Tanda Halus Anda Mulai Menua

Sabtu, 10 Januari 2026 - 12:29 WIB

Inilah 4 Hormon Bahagia di Otak dan Cara Sederhana Memicunya

Sabtu, 3 Januari 2026 - 10:56 WIB

Cegah Penyakit Sejak Dini, Begini Cara Skrining Kesehatan BPJS Secara Online

Jumat, 2 Januari 2026 - 10:06 WIB

Rahasia Superfood Buah Kiwi, Sahabat Sehat dan Cantik untuk Wanita

Berita Terbaru

TNI berhasil menyelesaikan pembangunan dua jembatan Bailey di kawasan Jamur Ujung, Kabupaten Bener Meriah, yang berada pada ruas jalan strategis Bireuen – Bener Meriah – Takengon. Foto: TNI AD

Daerah

TNI AD Rampungkan Dua Jembatan Bailey di Bener Meriah

Selasa, 13 Jan 2026 - 14:14 WIB